Young Entrepreneur : Devlin Putra Candra

Young Entrepreneur : Devlin Putra Candra

Devlin Putra Candra sebagai Alumni Visual Communication Design (VCD) tahun 2010 memiliki pengalaman yang menarik selama perjalanannya mengerjakan skripsi sebagai tugas akhir dan syarat kelulusan jenjang strata 1 di Universitas Ciputra. Tidak dapat dipungkiri tahap semester yang paling menantang adalah semester dimana mahasiswa harus membuat skripsi sebagai tugas akhirnya. Menantang disini adalah karena menulis skripsi tidak hanya diperlukan survey, pengamatan, dan aplikasi teori, namun penting juga untuk menerapkan tekad, dan ketekunan yang tinggi. Tidak heran rasa malas sering dirasakan para mahasiswa jurusan akhir yang tengah mengerjakan skripsi. Hal ini pula yang terjadi pada Devlin Putra Candra dulu.

Devlin yang merupakan alumni SMA Jembatan Budaya Denpasar, Bali dikenal teman-teman kuliahnya sebagai sosok yang kocak. Semasa kuliah, Devlin dikenal teman-teman kuliahnya sebagai sosok yang memiliki banyak ide yang fresh dan kreatif. Ketika Devlin dihadapkan dengan tugas kuliah yang banyak sekalipun, Devlin masih memiliki side project lainnya yaitu sebagai illustrator. Pada jenjang studi perkuliahan, Devlin mengaku lebih bisa fokus pada dunia yg disukainya, dan dari sanalah Devlin dapat belajar banyak hal lain dan juga lebih sering bertukar pikiran dengan teman-temannya.

IMG_3875Devlin yang pada saat itu sedang berjuang menyelesaikan skripsinya, tidak bisa terhindar juga dari ‘serangan’ malas dan ‘ogah-ogahan’ mengerjakan skripsi. Pada saat itu Devlin menceritakan bahwa salah satu ‘pelariannya’ dari skripsi adalah dengan cara bermain di media sosial ask.fm miliknya. Ternyata melalui ask.fm Devlin mendapat mood booster yang membuat skripsinya selesai dengan nilai memuaskan dan membuatnya semakin populer. Ketika berhadapan dengan teori-teori dalam project tugas akhir atau skripsi, pada awalnya Devlin sedikit mengalami kesulitan. Karena pada saat itu Devlin mengambil tema skripsi tentang edukasi moral pada anak-anak. Padahal Devlin sendiri kurang tertarik terhadap anak-anak. Maka progress skripsinya bisa dipastikan sangat lambat dalam pengerjaannya. Pada saat mengalami surut dalam pengerjaan skripsi inilah Devlin mencoba ‘kabur sejenak’ dengan mengurus media sosial yang memungkinkan Devlin untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di akun ask.fm miliknya. Saat ini akun ask.fm milik Devlin yaitu ask.fm/devlinputra telah memiliki lebih dari 1 juta orang follower.

Devlin mendapatkan followernya dengan cara yang tidak diduga oleh kebanyakan orang lain. Devlin yang merupakan mahasiswa jurusan VCD menjawab pertanyaan-pertanyaan followernya di ask.fm melalui gambar-gambar yang kocak. Tidak hanya sampai disitu, Devlin yang memiliki imajinasi yang tinggi, memutuskan untuk menciptakan tokoh-tokoh imajiner yang diberi nama Tomi dan Lili, dua anak-anak yang suka mengganggu Devlin. Pembuatan tokoh ini diakui Devlin terinspirasi dari tema skripsinya yang tentang anak-anak. Dari akun ask.fm nya itu, ternyata Devlin mendapat manfaat yang cukup besar khususnya bagi perkembangan penulisan skripsinya. Hal ini dikarenakan Devlin yang malah bisa berkonsultasi secara terus-menerus terhadap semua followernya.  Ask.fm Devlin yang menjadi sangat terkenal karena gambar-gambar kocaknya, menjadikan seluruh teman kuliah Devlin di kampusnya mengetahui hal tersebut, dan bahkan diketahui pula oleh dosen pembimbing skripsi Devlin sendiri. Feedback yang diberikan oleh dosen pembimbing skripsi Devlin ternyata sangat baik, karena selain tidak dimarahi atau dicegah melanjutkan project di ask.fm nya, Devlin ternyata juga sangat didukung. Hal inilah yang menurut Devlin menjadi salah satu alasan kenapa dia merasa beruntung memilih berkuliah di Universitas Ciputra.

A photo posted by Universitas Ciputra (@ucpeople) on

Di Universitas Ciputra, hubungan dosen dan mahasiswa sangat dekat. “Menurutku membimbingnya spesial, nggak disamaratakan. Jadi apapun minat dan bakat kita, oke aja dan di dukung dengan channel yang mereka punya,” jelas alumni Universitas Ciputra kelahiran 23 September 1992 ini. Poin penting lainnya yang membuat Universitas Ciputra semakin spesial bagi Devlin adalah karena Universitas Ciputra memiliki banyak cara pandang baru yang bisa didapatkan sepanjang masa kuliah.

Manfaat positif yang dirasakan langsung oleh Devlin di kampus ketika memiliki banyak teman-teman dari seluruh Indonesia dengan beragam budaya, membuatnya memiliki cara pandang yang beda-beda. “Di desain itu bagus banget untuk bisa eksplor. Aku jadi lebih berpikir kritis dan outgoing.” kata Devlin. Manfaat terbesar yang dia dapatkan adalah Devlin mendapatkan mindset seorang entrepreneur dan tahu bagaimana cara menjalin networking. Kini setelah lulus, Devlin menjadi entrepreneur lewat studio Alter Ego dan sampai saat ini belum pernah sepi project. Hal ini karena mengetahui bagaimana caranya menggali koneksi dari klien ke klien.

Keisengan Devlin yang serius di ask.fm juga membuka jalan lain yang belum terpikirkan oleh Devlin. Kumpulan jawaban-jawabannya di ask.fm akhirnya dibuat sebuah buku. Devlin secara resmi telah meluncurkan buku pertamanya yang berjudul F.A.K (Frequenty.Asked.Kuestions). Buku itu berisi kumpulan gambar Devlin di akun ask.fm miliknya. “Kalau Aku nggak masuk Universitas Ciputra, mungkin Aku nggak bisa mengembangkan bisnis orang tuaku dari sisi desain. Aku juga nggak akan bisa bangun studio desainku sendiri Alter Ego,” tutup Devlin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *