Young Entrepreneur : Albert Rahardjo

Young Entrepreneur : Albert Rahardjo

Saat pertama kali mengenal sushi, Albert Rahardjo, owner Peco Peco Sushi, sudah jatuh cinta dengan citarasa makanan khas Jepang ini. Waktu itu, di pertengahan tahun 2000-an, sushi masih belum se-familiar sekarang. Sushi hanya dijual secara premium di restoran Jepang atau di hotel tertentu. “Makannya itu terkesan formal seperti fine dining, di tempat esklusif, jatuhnya ke harga yang tinggi” tutur penggemar fusion sushi ini.

Karena Albert waktu itu bukan mahasiswa biasa, tapi mahasiswa Universitas Ciputra yang mindset-nya sudah diasah dengan konsep entrepreneurial, dia melihat ada peluang. Pertama yang berusaha dia cari tahu adalah apakah anak muda yang suka makan sushi cukup banyak. “Saya riset kecil-kecilan, ternyata banyak, dan kegelisahannya sama seperti saya. Pengin makan sushi berkualitas tapi murah dan nggak pakai ribet,” kata alumni International Business Management Universitas Ciputra angkatan 2007 ini. Barulah langkah selanjutnya, Albert memasukkan idenya ini sebagai business plan di kelas Entrepreneur. Di Universitas Ciputra, setiap mahasiswa memang wajib mengikuti kelas Entrepreneur dan membuat bisnis secara berkelompok maupun perorangan.

Konsep cara baru makan sushi yang ingin Albert kembangkan adalah makan sushi secara kasual. Sushi berkualitas dapat dibeli di kios/outlet dan take away. Dengan begitu service charge-nya akan berkurang drastis, sehingga harganya lebih terjangkau. “Intinya, sushi jadi makanan lifestyle yang kasual. Bisa dimakan kapan saja dan di mana aja, dimakan sambil nongkrong, jadi cemilan, bebas tanpa terikat formalitas atau hal-hal esklusif,” jelas Albert. Dia kemudian merilis brand Peco-Peco Sushi dan outlet pertamanya ada di Pakuwon Trade Center (PTC) pada tahun 2009.

Seperti yang sudah diprediksi dalam riset Albert, outlet sushi pertamanya ini langsung diserbu penggemar sushi dari kalangan anak muda. Modal yang terbatas bisa ditangani dengan baik oleh Albert. Ada tiga hal yang diprioritaskan oleh Albert saat groundbreaking. “Pokoknya produk berkualitas, desain brand harus menarik, dan tempat penjualan strategis. Itu dulu terpenuhi supaya ada penjualan,” kata entrepreneur muda berusia 25 tahun ini. Saat Albert masih berstatus mahasiswa, dirinya mengelola perkembangan Peco-Peco yang meroket. “Di Universitas Ciputra saya terbantu sekali dengan networking-nya yang bagus. Ketika saya lulus tahun 2012, Peco-Peco sudah punya 6 outlet,” kenangnya. Di saat banyak fresh graduate mencari pekerjaan, Albert sudah menciptakan lapangan pekerjaan sejak dirinya belum lulus.

Perjalanan bisnis Albert hingga saat ini tentu saja juga melalui banyak tantangan. Ada kalanya salah perhitungan, susah menghadapi orang ataupun mengalami kegagalan. Menurut Albert itu semua hal yang wajar dialami pebisnis. “Yang penting tetap fokus pada solusi. Kalau masalah makin besar, itu tandanya bisnismu makin besar. Jadi improve kapasitasmu,” tambahnya memberi semangat. Saat ini Peco Peco Sushi sudah punya 13 cabang yang terdiri dari outlet dan restoran di tiga kota di Indonesia.

Nah, sudahkah kamu melihat peluang dari hobi atau kegemaranmu? Kamu juga bisa kok sukses di usia muda seperti owner Peco Peco Sushi.