Woman Entrepreneur

Woman Entrepreneur

Senin, 23 April 2012, jurusan International Business Management (IBM), Universitas Ciputra (UC), mengadakan sebuah seminar untuk memperingati hari Kartini. Pembicara yang didatangkan kali ini adalah 2 orang wanita hebat yang berhasil menjadi entrepreneur sukses, pada waktu mereka kecil cita-cita itu hanyalah sebuah mimpi. Mereka adalah Inul Daratista, artis ibukota dan pengusaha karaoke “Inul Vista” dan Susi Pudjiastuti, pengusaha ikan dan armada pesawat “Susi Air”.

Ainur Rokhimah, yang lebih dikenal dengan Inul Daratista, belasan tahun lalu beliau adalah seorang pedangdut yang hanya memiliki mimpi untuk meluluh hati ayahnya yang berpandangan bahwa menjadi musisi sama dengan menderita di hari tua. “Aku seperti ini karena sejak awal aku bertekad ingin menunjukkan kepada Bapak, menjadi pedangdut tidak berarti sengsara di hari tua. Aku ingin menunjukkan, dengan bekerja keras, aku bisa meraih mimpiku,” tegas artis dangdut yang terkenal dengan goyang “ngebor”-nya ini. Sempat dicekal pada tahun 2005 karena goyang ngebornya membuat Inul harus mencari ladang lain untuk mencari nafkah. Kata Inul, “Pada 2005, setiap hari aku dicekal untuk tampil, sampai-sampai aku tidak punya job sama sekali. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku pergi ke rumah Tante Titiek Puspa dan menangis. Selanjutnya, aku dan Mas Adam (suami) memutuskan untuk membangun usaha karaoke”. Diawali dari modal 5 milliar rupiah, Inul dan suami membeli sebuah tempat karaoke yang kondisinya masih bagus namun dalam kondisi hampir bangkrut yang berada di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara. Tujuh tahun berselang, Inul berhasil mendirikan 80 outlet Inul Vizta di puluhan kota di Indonesia. Kiat sukses Inul yang pertama adalah ikut nimbrung karaoke dengan pelanggannya, sehingga dapat membuat chemistry dengan pelanggan menjadi terbangun dan kunci suksesnya pada segi pelayanannya agar kenyamanan para pelanggannya selalu dapat terpenuhi, Inul juga sengaja membuat merchandise, tata ruang, dan fasilitas studio musik selengkap mungkin.

Susi Pudjiastuti, pemilik Susi Air, dari bermodal sebuah gelang keroncong, Susi memulai bisnisnya sebagai penjual ikan. Ternyata, dalam 25 tahun, ia berhasil menjadi pengusaha pesawat carteran. Padahal, SMA pun ia tak lulus. Sejak kecil Susi sangat terpesona dengan montor mabur alias pesawat terbang. “Montor mabur, montor mabuuur…! Bagi duiiit…!” begitulah Susi kecil selalu berteriak-teriak  gembira. Baik ketika ia sendirian atau saat main bersama teman-teman sebayanya, tiap kali melihat montor mabur melintas di udara pesisir Pangandaran, Ciamis Selatan, Jawa Barat, kampung halamannya. Pada waktu duduk di bangku SMA kelas 2, Susi drop out dari sekolah. Bukan karena malas tidak mampu mendanai sekolah. “Saya amat suka belajar, dan membaca buku-buku teks berbahasa Inggris” tuturnya. Alasannya sederhana, “Saya ini orang yang tidak mau diatur dan rasanya begitulah kehendak Gusti Allah untuk saya. Kalau saja saya terus sekolah, lulus SMA, lalu kuliah di perguruan tinggi, pastilah cerita hidup saya akan berbeda”. Sejak berdiri pada tahun 2004, Susi Air yang merupakan perusahaan pesawat carter sudah memiliki 37 armada. Susi berubah dari gadis kampung menjadi pengusaha wanita yang sukses di bidang perikanan dan jasa penerbangan. Berbagai penghargaan juga beliau terima. Mulai dari Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat, Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia, serta Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter dari Presiden Republik Indonesia. Tahun 2006, Susi menerima Metro TV Award for Economics, Inspiring Woman Award for Economics.

Tak lupa di akhir seminar Susi dan Inul memberikan pesan dan kesan kepada para mahasiswa UC. Susi Pudjiastuti menjelaskan bahwa antusias dari para mahasiswa sangat baik itu dapat menjadi  modal utama mereka dalam berusaha. “Jadilah yang terbaik (best of the best), tidak tergantung pada orang lain, kerja keras, pantang menyerah dan dapatkan semuanya” pesan Inul.