Reverse

Reverse merupakan event yang dihasilkan dari matakuliah Social Design di VCD UC, pada mulanya matakuliah ini memiliki tujuan untuk melatih kepekaan mahasiswa terhadap kondisi sosia di sekitar mereka dan bagaimana menyelesaikan masalah sosial itu dari segi desain. Untuk bisa mendapatkan insight yang baik tentang masalah sosial ini mahasiswa melakukan riset dengan terjun langsung ke lapangan, dengan dukungan dari beberapa LSM sosial kemasyarakatan di Surabaya antara lain bank sampah, yayasan kanker anak, anak jalanan, dan beberapa LSM lainnya.

Tidak lama setelah project di kerjakan pandemic covid terjadi, seluruh perhatian dunia tercurah ke penanganan pandemic, dan tenaga kesehatan yang berguguran. Hal ini tentu saja berpengaruh pada kerja dan karya yang dilakukan LSM-LSM tersebut, karena masyarakat memiliki skala prioritas baru dalam pengelolaan keuangan mereka, dan donasi-donasi yang tadinya ditujukan ke yayasan sosial, anak jalanan, lingkungan hidup, panti asuhan, panti jompo dialihkan ke pandemic.

Melihat hal ini para dosen dan mahasiswa di matakuliah social design merasa perlu melakukan gerakan dan merevolusi proyek Reverse yg dikerjakan untuk bisa memiliki impact lebih besar ke masyarakat. Sebuah edukasi tentang lingkungan dan masyarakat perlu ditingkatkan. Reverse berkembang dari proyek desain untuk meningkatkan awareness masyarakat tentang kinerja LSM di Surabaya menjadi gerakan sosial nasional untuk membangun kesadaran, mengedukasi, pengumpulan dana, dan sosialisasi tentang sustainability. Untuk bisa merubah kebiasaan dan pola pikir masyarakat tentu saja tidak bisa dilakukan secara instan, oleh karena itu perlu dilakukan pendekatan secara bertahap. Para mahasiswa, dosen, praktisi desain bersama-sama mempergunakan skill mereka untuk membangun website, mengelola sosial media, menciptakan desain, penggalangan dana, merchandise, workshop, lomba-lomba dan talkshow untuk mencapai tujuan itu.

Penggalangan dana dilakukan secara bertahap, tahap pertama ditujukan untuk pengadaan APD dan perlengkapan kesehatan untuk para tenaga medis, penggalangan dana berikutnya ditujukan untuk anak jalanan, tahap ketiga dilakukan untuk beberapa panti asuhan dan panti jompo, dan fase terakhir dilakukan untuk hewan-hewan di kebun binatang. Beberapa workshop bertemakan desain, penjualan karya dan talkshow diadakan untuk mensupport penggalangan dana tersebut.

Kegiatan pembelajaran dan sosial ini mendapatkan support dan rekognisi dari pemerintah dengan terpilihnya program ini sebagai salah satu dari program Kampus merdeka kategori Center of Excellence yang diadakan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia 2020. Para Mahasiswa panitia dari acara ini memiliki kesempatan langsung untuk belajar dan praktek di luar ruang kelas, dan kinerja yang mereka lakukan di acara ini akan di asses untuk kemudian dikonversi menjadi sks dan nilai.

Setelah melakukan proses literasi dan edukasi terhadap masyarakat mengenai kesadaran sosial dan lingkungan secara bertahap melalui kampanye sosial media, talkshow, workshop, lomba dan penggalangan dana. Sebagai pamungkas, dan karena banyaknya isu sosial baru yang bermunculan saat ini, Reverse mengundang beberapa public figure dan role model untuk bisa menshare pemikiran mereka dan menginspirasi masyarakat, tidak sekedar bertema sustainability untuk lingkungan tapi juga berfokus pada perilaku manusia, antara lain: New Normal untuk hewan dibawakan oleh Davina Veronica (Yayasan Natha Satwa Indonesia), Fabianus Bayu (Eat & Run), tema revolusi berpikir di era covid-19 oleh Dr. Antonius Tanan MBA, M.Sc., MA. (group Ciputra), dan yang terakhir mebahas tentang potensi Indonesia di masa depan dengan narasumber Ibu Susi Pudjiastuti mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, serta Nadine Chandrawinata seorang aktris yang sekaligus aktivis lingkungan.