Fun Learning at Taiwan Digital Design Camp 2019

Ini adalah kali kedua Visual Communication Design Universitas Ciputra (VCD-UC) mengikuti program Taiwan Digital Design Camp (TDDC) di Da Yeh (baca: Ta-Yeh) University, Changhua County, Taiwan. Kami yang beruntung untuk dapat mengikuti summer camp ini adalah Marsha Antonia, Michelle Caroline Kristanto, bersama dengan saya (Bp. Michael N. Kurniawan). Selain dari VCD-UC, summer camp ini juga diikuti oleh program studi Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Malang dan Universitas Ma Chung, SMK 12 Surabaya dan SMK 4 malang dengan bidang peminatan animasi. TDDC 2019 menyediakan 2 kategori peminatan, yaitu desain Mobile Video dan Animation, dimana VCD UC masuk sebagai salah satu peserta dalam kategori Mobile Video. Tujuan dari TDDC 2019 adalah memfasilitasi kolaborasi antara siswa dan mahasiswa Indonesia dengan mahasiswa Da Yeh University untuk menciptakan karya desain yang akan diikutkan pada kompetisi desain internasional. Satu hal yang kami pelajari adalah, “Siapa bilang belajar haruslah di dalam ruang kelas?”  

“Travelling is like food for a designer’s brain (Kurniawan, 2019) :D. Tak terasa perjalanan saya sebagai dosen pendamping selama 2 minggu di Taiwan begitu cepat berlalu, namun saya bersyukur karena dalam waktu yang cukup singkat tersebut, kami dapat menikmati antara lain, keindahan alam dan keseruan berburu produk unik dan Taiwanese street food yang sesungguhnya di Sun Moon Lake dan Fengjia Night Market, mengagumi inisiatif pemerintah Taiwan dalam mendorong pengembangan produk kreatif berbasis sumber daya alam dan budaya di National Taiwan Craft Research and Development Institute di Nantou, mengagumi keindahan arsitektur dan desain produk-produk kreatif  yang dijual di Taichung National Theater, merasakan secara langsung keramahan dan keragaman budaya Taiwan, mempelajari kemajuan IPTEK negara yang mendapat julukan salah satu dari empat “Naga Kecil Asia”, dan masih banyak lagi kegiatan lain yang sangatlah menyenangkan dan menginspirasi. Saat perjalanan dosen sudah berakhir, perjalanan para mahasiswa baru saja dimulai, karena mereka masih akan berada di Taiwan selama 4 minggu

Travelling is indeed fun, but friendship makes the journey easier and the trip wothwhile (Goodwin, 2019). Hal lain yang juga sangat berharga dalam perjalanan ini adalah persahabatan yang terjalin, baik antar mahasiswa, antar dosen dan guru, dan bahkan antar universitas dan institusi pendidikan lainnya. Sebuah pengalaman yang sangat membuka wawasan saat kami dapat diskusi tanpa batas dan tanpa mengenal waktu, hanya ditemani secangkir kopi, mie instan, dan snack khas Taiwan. Kami para pengajar desain saling belajar satu dengan yang lain, berkolaborasi, dan berbagi ilmu dengan para mahasiswa dan dosen peserta program ini. Semangat persatuan dan kebanggaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia muncul saat kita berada di negeri asing. Yang terpenting bukanlah kompetisi antar institusi, melainkan semangat kolaborasi untuk memajukan pendidikan desain di Indonesia.  Jika ada pintu terbuka, mari kita belajar di negeri seberang, melalang buana untuk membangun  bangsa.
Michael Nathaniel K