Tiga Langkah Sukses Berbisnis Sambil Kuliah

Tiga Langkah Sukses Berbisnis Sambil Kuliah

Reborn Orientation Week hari ketiga, Empower Me, mengundang dua alumni Universitas Ciputra plus satu mahasiswa semester akhir untuk berbagi cerita.

Mereka sama-sama cukup sukses di bisnisnya masing-masing. Samuel Lie (psikologi 2009) dengan Rooster Bar dan Pizza & Bier. Albert Raharjo dengan Peco Peco yang sudah punya 12 outlet di 3 kota. Juga Lukas Ardianto, mahasiswa semester 7 yang berbisnis Unique Photo Booth.

Tapi tentu perjalanan sukses yang mereka lalui punya cerita yang berbeda. Tapi yang jelas kuliah dan bisnis mereka, balance. Kalau dirangkum, ini langkahnya :

1. Manfaatkan Networking dan Mentor

Menumbuhkan lulusan yang siap membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain, bukan mencari pekerjaan. Begitulah pesan Pak Ci, founder Ciputra Group di setiap sambutan pada mahasiswa baru. Albert bertekad saat lulus dirinya harus sudah mapan. Jadi kerja keras dan jatuh bangun dihabiskan waktu kuliah saja. “Kesempatan di UC itu membangun networking ya. Kan enak kalau misalnya nih supplier kita itu dulunya teman sebangku,” ujarnya memberi contoh. Dia memanfaatkan betul mentor – mentor pebisnis yang bersedia membimbing di UC.

IMG_7076

2. Bisnis Jangan Ikutan Libur

Tugas entrepreneur di UC jangan dipandang sebelah mata. “Itu real business yang mengasah mental kita,” tegas Samuel Liem. Seberapa ulet kita membangun usaha sudah dilatih sejak tugas bisnis pertama. “Kalau sedang libur kuliah, bisnisnya jangan ikut liburan juga,” imbuh Lukas Ardianto. Itu jelas akan mengganggu kredibiltas di mata konsumen. Waktu merasa tidak cocok dengan rekan satu tim pun, kita harusnya berani untuk berdiri sendiri. Ini bukan tugas biasa, ada untung rugi yang terkalkulasi secara nyata.

IMG_7046

3. Gagal 10x, Bangkit 11x

Itu juga kata-kata Pak Ci yang selalu didengungkan untuk memotivasi entrepreneur muda. Tapi itu bukan omong kosong. Bisnis Samuel selama kuliah selalu gagal dan merugi. Sempat punya restoran yang bertahan hingga balik modal, lalu tutup. Albert sempat merasakan pasar mulai jenuh, lalu dia membuka restauran. Inovasinya gagal dan merugi ratusan jutaa rupiah. Apakah mereka sedih dan terpukul? Pasti! Tapi mereka memilih tidak menyerah dan kembali mengambil langkah untuk bangkit lagi. Samuel berhasil membaca pasar, lalu sukses dengan Rooster Bar dan Pizza n Bier. Albert menemukan peluang baru expand ke luar kota. “Definisi gagal kita harus dirubah mulai sekarang,” saran Samuel.(puz)

IMG_7098