Tantangan Mengantarkan pada Kesuksesan

Tantangan Mengantarkan pada Kesuksesan

(Surabaya-8/03/2018) Auditorium Universitas Ciputra dipadati oleh peserta seminar yang diadakan oleh Program Studi International Business Management (IBM) bekerjasama dengan Kementrian Perindustrian (kemenperin) yang diwakili oleh PBIPI  dengan tajuk Challenge Your Creativity. Acara ini merupakan pilot project dari rangkaian acara yang sedianya akan diadakan ditiga kota oleh Kemenperin. Tiga narasumber yaitu Rowland Asfales, Darwis Triadi dan Takun Arrosid membagikan titik balik perjalanan sukses masing-masing yang pada intinya kesuksesan itu hadir saat adanya tantangan, keuletan, kreatifitas, dan inovasi.

Sharing menarik disampaikan oleh Rowland Asfales ( Footwear Designer, Founder & CEO Pijak Bumi)  sebagai pembuka. Rowland memulai bisnisnya dengan keterbatasan resource yang dimiliki. “Saya memulai bisnis ini dengan semua yang serba terbatas. Saya harus memulai dengan hal yang ekstrim, yaitu sangat ekstrim pada teknologi atau justru ekstrim handy craft,” tutur Rowland. Pijak Bumi yang merupakan brand fashion yang digagas oleh Rowland dengan mengedepankan prinsip sustainabilitas lingkungan dalam membuat sepatu dan produk-produk aksesoris lainya. Bahan baku yang non kimia, yaitu dari kulit samak nabati menjadi pilihannya. “Tidak hanya sekedar modis dan stylish, tapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan”, imbuhnya.

Hal berbeda namun sangat mengispirasi disampaikan oleh Takun Arrosid (Videografer, Co-Founder Dekraf School of Photography). Dalam usaha kreatifnya ini, Takum memaksimalkan peran teknologi sebagai penyampai kreatifitasnya. Karya-karyanya dapat dinikmati oleh kalayak luas melalui social media tanpa batasan jarak dan waktu. “Saat dapat menggunakan social media dengan bijak, maka sebenarnya social media adalah semacam lorong yang bisa kita lalui dalam memperkenalkan bisnis kita,” katanya. “Dari social media ini juga saya mendapatkan jaringan yang luas dan kepercayaan dari konsumen”, imbuhnya.

Maestro fotografer Indonesia yang sudah 40 tahun mengarungi dunia fotografi, Darwis Tanadi, menyampaikan tantangan yang dia alami yaitu gagap teknologi dimana pada waktu itu ada peralihan dari masa kamera film ke masa kamera digital. “Saya berpikir bahwa kualitas kamera film tidak akan bisa dikalahkan oleh kamera digital”, jelasnya. “Dan pada akhirnya saya tidak bisa melawan perkembangan teknologi ini, jadi saya pun mulai berubah dan belajar”, tambahnya. Akhirnya pada tahun 2012, Darwis memutuskan untuk mendirikan dari sekolah fotografi. Sekolah ini didirikan bukan semata-mata sebagai bisnis, namun lebih menitikberatkan pada membagi ilmu.

Pada akhir sesi, Teofilus, S.T., M.M., Dosen IBM yang juga merupakan panitia menyatakan, “Tujuan seminar ini, mahasiswa dapat memahami bahwa strategi marketing yang baik dari sudut pandang yang berbeda. Mahasiswa mampu mengkolaborasikan berbagai sudut pandang tersebut menjadi strategi marketing yang tepat.  Bagaimanapun marketing itu ilmu yang dinamis”.

 

Kontributor : Erlita Tantri