Sulap Limbah Kayu Apung Jadi Perhiasan Elegant

Sulap Limbah Kayu Apung Jadi Perhiasan Elegant

Peduli banyaknya limbah ditempat asal mendasari Gusti Ayu Putu Tirta Dewi untuk mencipta karya syarat seni dalam perhiasan wanita. Dara cantik asli Denpasar-Bali yang lebih akrab dipanggil Tirta ini menjadikan bahan kayu apung limbah pembuatan furniture dan patung kayu. Menurutnya, belum ada perhiasan yang menggunakan kayu apung sebagai bahan dasarnya.

Ide awal muncul saat Tirta magang pada Sunaka Jewelry di Bali. Saat magang itulah Tirta mematangkan ide, konsep dan teknik pembuatan perhiasan. Dengan membuat detail ukuran dan bentuk, Tirta mulai memulai membuat karya. “Saya coba buat mock up dengan bahan kawat. Saya pingin pastikan jika bentuk itu dijadikan perhiasan apakah pas dipakainya nanti,” jelas Tirta. “Saya buat detail ukuran dan bentuk. Untuk cetak rangka, saya dibantu oleh pengerajin Silver, tapi semua bentuk dan model dari rancangan saya,” imbuhnya.

Teknik pengerjaan kayu apung sangat unik dan handmade banget karena tidak dengan bantuan alat. “Saya memotong kayu sesuai bentuk yang sama mau. Kemudian saya amplas untuk mendapatkan bentuk yang sesuai,” ujar mahasiswa semester akhir Program Fashion Desain and Business ini. Pengerjaan materi kayu apung ini memakan waktu tidak kurang dari 2 minggu jelas Tirta.

Dengan memilih bahan silver kadar 925 yang dikerjakan dengan halus, satu set perhiasan yang sebutan The Treasure of Coast ini terdiri dari anting, kalung, cincin, gelang dan hisan rambut. Dengan konsep simple elegant dan bentuk geometri, perhisan ini ditujukan bagi wanita usia 25-35 tahun. (erlita tantri)