Spionase Marketing dalam Start Up Business

Spionase Marketing dalam Start Up Business

“Kalau mau kaya jangan jadi pegawai, mending bisnis aja!” Kalimat ini menjadi sangat tren di kalangan muda hingga dewasa saat ini. Bisnis merupakan sebuah entitas yang bertujuan untuk menjual jasa, produk, pengetahuan, atau juga sebuah nilai (Abrams, 2012:3). Biasanya, pada umur 0-5 tahun sebuah entitas tersebut masih dikatakan sebagai start up business. Sifat umum dari sebuah start up business adalah dinamis, fleksibel, dan riskan jatuh (Sutanto, 2008).

Pada dasarnya, bisnis itu sangat menjanjikan. Keuntungan yang akan diraih pun dapat untuk mencukupi kebutuhan hidup. Bayangkan saja, salah seorang warung bakso di pinggir jalan Yogyakarta saja mampu mencapai keuntungan bersih sejumlah Rp 2.000.000,00 per hari dengan akumulasi per bulannya yaitu Rp 60.000.000,00. Angka tersebut masih terhitung kecil bila dibandingkan dengan perusahaan lain yang sudah secara kontinu berbisnis.

Dengan berbisnis, seseorang tidak perlu menggantungkan hidupnya pada salah satu perusahaan. Kini, semakin banyak orang yang termotivasi untuk membangun sebuah bisnis. Mulai dari anak SD, remaja, anak kuliah, hingga pekerja mulai semangat untuk memulai bisnis. Hanya saja banyak juga yang cenderung tergesa-gesa untuk mendirikan bisnis. Akibatnya, tidak sedikit yang bangkrut bahkan terbelit hutang. Bila sudah bangkrut, penyesalan datang belakangan. Padahal untuk sukses menjadi seorang pebisnis juga diperlukan beberapa karakter entrepreneur yang meliputi percaya diri, persistent, inovatif dan kreatif, calculated risk taking, dan mandiri. Tanpa modal karakter itu, pebisnis akan susah berjuang dalam persaingan bisnis hingga kebangkrutan pun melanda.

Hal buruk ini biasanya terjadi karena pebisnis tidak melakukan persiapan dalam tahap planning. Dalam ilmu manajemen, tahap planning ini merupakan tahapan pertama dalam fungsi manajemen. Fungsi manajemen yang dimaksud adalah planning, organizing, leading, dan controling. Tahapan planning ini didefinisikan sebagai suatu proses penyusunan tujuan atau visi, perumusan strategi yang menjadi harapan perusahaan untuk dicapai, serta bagaimana cara mencapainya (Lussier, 2012). Dalam tahapan ini, pebisnis sebaiknya mulai menyusun strategi dengan hati-hati, mulai dari teknik pemasarannya, sistem keuangannya, operasionalnya dan sumber daya manusianya (Pride, et.al., 2014). Pemasaran, keuangan, operasional, dan sumber daya manusia ini merupakan sumber daya manajemen dalam sebuah perusahaan.

2015-09-30 03.02.59 1Spionase marketing adalah solusinya

Penyusunan strategi dalam tahap planning ini dapat dilakukan dengan spionase marketing. Spionase merupakan kegiatan pengintaian dan pengamatan. Spionase marketing  merupakan salah satu teknik marketing yang kegiatan utamanya adalah mengintai, mengamati kemudian menganalisis lingkungan sekitar yang berhubungan dengan bisnis/ usahanya. Spionase marketing ini sebenarnya bukan merupakan tren baru dalam dunia pemasaran, hanya saja banyak calon pebisnis yang melupakan teknik ini sehingga mereka harus mengalami kegagalan sebelum bertanding.

 Spionase marketing  biasanya dilakukan oleh marketing intellegence yang bertugas mengumpulkan semua informasi dan menganalisis potensi pasar baik dari sisi konsumen maupun kompetitor juga situasi lingkungan di masa yang akan datang (Majalah Marketing, 2011). Teknik ini cukup sukses dilakukan oleh beberapa perusahaan yang cukup besar, diantaranya adalah PT XL AXIATA Tbk, PT GM AUTOWORLD INDONESIA (CHEVROLET), PT Bussan Auto Finance, PT Dexa Medica, dan masih banyak lagi (Majalah Marketing, 2011).

General Manager PT XL AXIATA Tbk tahun 2011 menyatakan bahwa seorang marketing intellegence tidak hanya dilatih untuk mengetahui cara mendapatkan informasi, tetapi juga sampai pada tahapan action plan. Teknik ini diharapkan menghasilkan sebuah indikator untuk mengukur, menganalisis, mengintepretasikan sampai pada implementasi ke program-program perusahaan. Perusahaan PT XL AXIATA Tbk cukup sering melakukan teknik ini demi kemajuan perusahaan mereka salah satunya menghasilkan strategi business inside yaitu untuk mengetahui respon pasar terhadap produk dan jasa yang dimiliki PT XL AXIATA Tbk dengan melihat kondisi pasar, analisis konsumen, dan analisis pesaing. Tujuan PT XL AXIATA Tbk melakukan ini untuk menciptakan pertumbuhan penjualan, peningkatan besarnya market share, memaksimalkan pendapatan, dengan cara menyeimbangkan antara cost dan price.

2015-09-30 03.02.09 1

Marketing intellegence menjadi kebutuhan perusahaan

Teknik spionase marketing yang dilakukan oleh marketing intellegence ini akan menjadi kebutuhan bagi setiap perusahaan, karena teknik ini sangat berguna bagi bisnis yang baru dimulai maupun yang sudah lama dijalankan. Persaingan sengit dalam dunia bisnis menjadi motivasi utama sebuah perusahaan perlu melakukan teknik ini kapan pun dibutuhkan. Hal ini sangat terlihat pada persaingan provider satu sama lain berlomba-lomba memberikan servis dan penawaran menarik satu sama lain. Anehnya, penawaran mereka satu sama lain mirip sehingga konsumen kadang bingung menetapkan pilihan mereka untuk loyal dengan salah satu provider. Berdasarkan sebuah survey yang dilakukan majalah marketing mendapatkan bahwa 84% perusahaan rutin melakukan teknik ini sebagai bentuk preventif mereka pda perubahan.

Proses ini dapat dilakukan melalui kuantitatif face to face interview, product test, in depth interview, focus group discusion, kuantitatif angket, phone interview, dan mystery shopping (Majalah Marketing, 2011). Harapannya pebisnis akan mampu menggali informasi tentang harga, evaluasi promosi, kualitas produk dan merek, penjualan dan lain lain. Kadang-kadang perusahaan yang besar memanfaatkan orang dalam untuk mengetahui keuungulan perusahaan lain. Dengan demikian kita sebagai CEO juga perlu waspada bila perusahaan lain yang sedang menggunakan teknik spionase marketing ini ke perusahaan kita. Berdasarkan hasil riset yang dilakukan majalah marketing, terdapat 10 pihak yang paling memungkinkan untuk membocorkan rahasia perusahaan, yaitu karyawan, teman salah seorang karyawan, salesman, supplier, agen, tukang fotokopi, office boy, IT internal, hacker, dan media sosial. Karyawan yang kecewa kepada perusahaan rentan dengan hal negatif ini. Untuk itu perusahaan juga perlu fokus pada pengembangan kesejahteraan karyawannya agar karyawan menjadi loyal dengan perusahaan dan tidak tergiur dengan iming-iming imbalan tertentu.

Dengan demikian teknik spionase marketing  ini penting dilakukan oleh sebuah start up business untuk mengurangi resiko terburuk bagi perusahaan yang baru dirintisnya. Tips utama yang bisa menjadi acuan sebuah start up business mendirikan perusahaan adalah menggunakan teknik amati, tiru, dan modifikasi yang biasanya disingkat dengan ATM. Dengan melakukan proses pengamatan kepada calon kompetitor,  start up business memperkaya strategi untuk mengembangkan bisnisnya. Tahap ini akan sangat berguna bagi sebuah start up business  untuk pembanding dan pertimbangan produk yang akan mereka tawarkan. Setalah mampu mengamati kelebihan dan kunci sukses calon kompetitor, start up business mulai mengadopsi hal tersebut untuk produk atau jasa mereka yang akan mereka tawarkan. Hanya saja start up business perlu melakukan modifikasi pada produk yang akan mereka tawarkan supaya ada ciri khas dan nilai tambah yang sesuai dengan perusahaan mereka. Ingat, bersaing secara sehat dan beretika lebih baik daripada saling menjatuhkan. Teknik ATM bukan bermaksud menjatuhkan kompetitor, tetapi mengadopsi dan mengembangkan produk internal untuk penawaran yang lebih baik ke konsumen.

Oleh : Fransisca Desiana Pranatasari, SE, MM