[UC on Media] Rintis Bisnis, Pahami Dulu Siapa Kita

[UC on Media] Rintis Bisnis, Pahami Dulu Siapa Kita

Dari Diskusi Metropreneur Jawa Pos, Pemkot dan Pelinda III Rintis Bisnis, Pahami Dulu Siapa Kita

Memiliki bisnis adalah dambaan setiap orang. Namun, banyak yang bingung untuk mengawalinya. Kunci suksesnya : beranilah berpikir beda.Kemampuan membangun dan menjalankan usaha wajib dimiliki seorang entrepreneur. Mereka harus memegang prinsip itu agar tujuan tercapai.

Visual Communication Design (VCD) lecturer Universitas Ciputra, Michael Nathaniel menyatakan, salah satu prinsip itu adalah kreatif dalam berpikir. Seorang entrepreneur memilki pemikiran berbeda. Karena itu, ide atau ucapan yang dihasilkan sangat unik. “Sebab itu memilki nilai jual,” ucapnya dalam diskusi Metropreneur di lantai 5 Graha Pena kemarin. Event tersebut diprakarasai oleh Jawa Pos, Pemkot Surabaya dan Pelindo III.

Entrepreneur andal juga bisa memaksimalkan peluang. Apapun yang akan menjadi kebutuhan pembeli atau masyarakat akan diakomodasi. Dari situlah muncul peluang bisnis. “peluang biasanya muncul secara mengejutkan di lapangan,” katanya.

metroprenuer2Michael mencontohkan pedagang es jus yang terus memanfaatkan peluang. Awalnya mereka hanya menjual minuman. Suatu kali pembeli menanyakan apakah dia menyediakan permen. “seorang entrepreneur akan mengartikan pertanyaan itu menjadi peluang,” jelasnya. Keesokannya pedagang es jus tersebut menambah jualan dengan permen. Langkah itu ditujukan untuk mengembangkan bisnis. “Itulah salah satu prinsip yang harus dimiliki,” ujar Michael.

Lalu bagaimana memulai usaha? Langkah apa yang harus dilakukan? “Hal utama, pahami siapa kita?,” tegasnya. Dengan memahami pribadi masing-masing, akan muncul potensi diri. Setelah itu kembangkan dengan apa yang bisa dilakukan.

Misalnya seorang anak petani dengan modal pas-pasan. Dia menyadari hanya seorang anak petani. Langkah yang bisa dilakukan adalah mengolah padi dan membesarkan usaha di bidang pertanian. Tidak mungkin tiba-tiba dia memegang industry pesawat terbang.

Selain itu sesering-seringnya berinteraksi dengan banyak orang. Kesuksesan seseorang tak lepas dari banyaknya teman dan kolega. Sebaliknya orang yang terbatas membuat orang kuper. “Dia akan mengalami kesulitan sendiri,” ujarnya.

Berbeda halnya jika supel kepada banyak orang, seseorang akan lebih muda diterima sebagai kelompok. Apablila usaha yang dikelolanya surut, teman-temannya bisa saling membantu. “Banyak teman yang akan memberikan pencerahan,”ujar Michael. (riq/c5/git)

Sumber : Jawa Pos edisi 22 September 2015