Ribuan Sepatu Lokal Sold Out dalam Hitungan Menit

Ribuan Sepatu Lokal Sold Out dalam Hitungan Menit

Memproduksi lokal produk yang berhasil sold out dalam beberapa menit setelah diluncurkan, owner Ittaherl, Anita Lundy, membagikan pengalamannya dalam seminar ENYPRENEUR – “Entrepreneur In Young Generation” yang diadakan oleh SU IBM tanggal 12 April 2018 lalu. Acara dimulai dengan sorakan yel-yel DISCOVER, DEVELOP, DO! yang diharapkan dapat menanamkan mindset kepada peserta seminar untuk menemukan peluang, mengembangkan peluang menjadi bisnis dan menjalankan bisnis yang sustainable.

Memiliki bisnis yang sukses bukanlah sebuah proses yang mudah. Ittaherl merupakan brand sepatu wanita sukses asal Bandung yang berbasis online. Berdiri pada April 2012 hingga saat ini sudah berjalan selama 6 tahun, Ittaherl awalnya hanya memproduksi 30 pasang dalam 1 bulan sekarang menjadi 2.000 pasang dalam 1 bulan.

Anita Lundy memperkenalkan Ittaherl yang digunakan oleh panitia (cr: Sie Dokumentasi SU IBM)

 

Pertama kali datang ke Universitas Ciputra untuk mensharingkan pengalamannya, Anita merasa senang untuk dapat berbagi ilmu kepada semua peserta seminar. Dipandu oleh moderator ibu Carolina Mustika, Anita menceritakan bahwa Ittaherl terbentuk dengan berawal dari pengalaman pribadi mengenai kenyamanan sebuah sepatu. Ingin menggunakan sepatu yang nyaman, Anita membuat sepatu sesuai dengan keinginannya dan mulai tergerak untuk menjadikannya sebagai bisnis karena banyaknya review mengenai sepatu yang ia gunakan.

Yang membedakan sepatu Ittaherl dengan sepatu lainnya adalah pengerjaannya berbeda dengan sepatu manufacturing. Ittaherl dibuat dengan proses handmade yang mengutamakan kualitas produk. Untuk menjaga eksklusifitas, produk Ittaherl menggunakan bahan yang diimpor dari luar negeri dan beberapa keperluan dilakukan dengan mengeprint bahan sendiri.

 

Sharing yang dilakukan oleh Anita Lundy (cr: Sie Dokumentasi SU IBM)

 

Menurut Anita, dalam mengelola start-up bisnis sangat penting untuk mematenkan nama brand, sebelum nama yang kita inginkan digunakan oleh bisnis lainnya. Memulai sesuatu dari hal kecil sekalipun akan menjadi suatu perjalanan yang panjang jika kita mau untuk memulainya. Berawal dengan menawarkan secara door to door untuk building connection, akhirnya Ittaherl berhasil menempus pangsa pasar yang sangat luas meskipun secara online. Terutama karena kualitas produk, Ittaherl memiliki keunikan tersendiri bagi penggemarnya hingga saat ini selalu dinanti konsumen untuk meluncurkan jenis produk Ittaherl yang baru. Tidak berpuas diri karena brandnya sudah melekat dibenak konsumennya, Anita terus belajar untuk memompa dirinya agar bisnisnya semakin berkembang. Ia mengikuti kursus mengenai cara membuat pola sepatu, hingga proses membuat sepatu dari nol hingga menjadi barang yang siap digunakan. Bahkan, dari kerja keras yang dilakukan oleh Anita, Ittaherl saat ini mulai berkolaborasi dengan Sanrio Jepang untuk mengusung produk dengan tema Hellokity.

Tentunya Ittaherl juga tidak lepas dari Ittaherl KW, bahkan cukup banyak yang menggunakan brandnya. Namun, hal itu tidak memusingkan Ittaherl, copycater brandnya dianggap sebagai promosi gratis untuk Ittaherl, karena produk jelas berbeda dan konsumen akan tahu mana produk Ittaherl yang asli berdasarkan kualitasnya.

Sesi Talkshow mengenai pengalaman Anita Lundy (cr: Sie Dokumentasi SU IBM)

 

Tips dari ibu dua anak ini adalah start with simple product, keep improving, dare to be different, create your own signature, dan bring others to your success journey. Menurut Anita, akan selalu ada solusi untuk setiap permasalahan kita. Baik itu permasalahan bisnis, pasti akan dapat diselesaikan dengan berbagai cara. “Yang menentukan kita maju atau tidak adalah eksekusi. Kita harus learning by doing,” kata Anita Lundy sebelum mengakhiri sesi sharingnya.

(Kontributor : Selvy Tri Ciawati – MCM – 2015)