Rakernas HILDIKTIPARI 2015 di Universitas Ciputra

Rakernas HILDIKTIPARI 2015 di Universitas Ciputra

Pada tanggal 14 dan 15 Desember 2015 Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia (HILDIKTIPARI) menyelenggarakan Rakernas yang bertempat di Universitas Ciputra Surabaya. Acara yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan seorang keynote speaker Dr. Ir. Patdono Suwignjo, M.Eng. Sc, yaitu selaku Dirjen Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang memberikan beberapa penjelasan yang menarik dengan tema “Arah Kebijakan Dikti dalam Rangka Pembinaan Lembaga Pendidikan Tingggi, Khususnya di Bidang Pariwisata” salah satunya adalah mengenai adanya deregulasi yang dilakukan oleh Kemenristek.

Dalam Rakernas tersebut salah satu hal yang dibahas adalah dukungan Pemerintah terhadap industri pariwisata untuk menghadapi MEA melalui strategi pendidikan. Seperti yang diketahui, Pariwisata Indonesia memiliki potensi besar untuk menciptakan kesejahteraan bagi seluruh komponen bangsa. Sumber daya pariwisata Indonesia terdiri dari obyek dan daya tarik wisata, infrastruktur, serta Sumber Daya Manusia (SDM). Rakernas HILDIKTIPARI 2015 ini diselenggarakan dalam konteks kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) di industri pariwisata yang merupakan elemen penting bagi daya saing Indonesia memasuki era baru yaitu Masyarakat Ekonomi Asea (MEA). “Untuk meningkatkan daya saing ini, Kemenristek mengeluarkan deregulasi perguruan tinggi, diantaranya adalah hal yang berkaitan dengan nomenklatur dan jumlah doktor dalam sebuah perguruan tinggi sebagai prasyarat dalam mendapatkan akreditasi,” jelas Patdono Suwignjo.

IMG_9503“Indonesia mempunyai modal dasar yang sangat bagus dalam bidang pariwisata seperti keindahan pantai dan beragamnya kebudayaan. Yang masih kurang ditangani dengan serius adalah dalam hal pengolahannya, termasuk didalamnya adalah pengolahan sumber daya manusianya. Untuk menghadapi MEA, perguruan tinggi diharapkan banyak menjalin kerjasama dan memperlengkapi diri dengan sertifikasi di organisasi profesi dengan negara lain,” tambah Patdono Suwignjo.

Patdono Suwignjo juga memaparkan, “Bagi Pemda yang daerahnya mempunyai nilai pariwisata yang khas, dan ingin mendirikan perguruan tinggi, maha HILDIKTIPARI akan memberikan dukungan penuh, dan saya akan membantu dalam sisi perijinan,” terang Patdono Suwignjo. Salah satu cara meningkatkan daya saing SDM adalah dengan cara meningkatkan mutu dengan cara membekali dengan pendidikan dan sertifikasi. Pada pertemuan Rakernas tersebut, juga dihelat lokakarya terkait Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat bidang pariwisata. Hal ini terkait dengan adanya kebutuhan pariwisata di universitas menjadi Strata 1.

Program Studi Bisnis Hospitaliti, Fakultas Pariwisata Universitas Ciputra, yang menjadi tuan rumah acara, menyikapi kesiapan SDM bidang pariwisata sebagai isu strategis dalam tugasnya sebagai pendidikan tinggi. “Sebagai satu-satunya  universitas yang memiliki Program Strata 1 Pariwisata di Jawa Timur, bekerjasama dengan HILDIKTIPARI bisa menjadi pusat kreatifitas akademik dalam penelitian dan pengembangan untuk dimanfaatkan sebagai referensi perkembangan pariwisata Jawa Timur,” kata Ketua Program Studi International Hospitality and Tourism Business (IHTB) Universitas Ciputra, Agoes Tinus Lis Indrianto, S.S., M.Tourism. “Kami sudah mengambil langkah dalam mempersiapkan SDM menghadapi MEA yaitu memperlengkapi jajaran pengajar di Program Studi Bisnis Hospitaliti, Fakultas Pariwisata dengan berbagai sertifikasi. Nantinya akan kami pikirkan untuk memperlengkapi mahasiswa kami,” tambah Agoes Tinus.