WORKSHOP “PSYCHOLOGY FIRST AID TO IMPROVE OUR WELLNESS”

WORKSHOP “PSYCHOLOGY FIRST AID TO IMPROVE OUR WELLNESS

 

Pada hari Kamis, 3 April 2014 Fakultas Psikologi Universitas Ciputra mengadakan sebuah workshop dengan tema “Psychology First Aid to Improve Our Wellness”. Workshop ini mengundang 2 orang pembicara yaitu Andi Dwi Putra, S.Psi. (Director of Association of Young Innovator and Scientist Indonesia) dan Herlina Subandriyo, M.Psi. (Practitioner of Occupational Wellness).

Workshop ini dibuka dengan presentasi singkat dari mahasiswa tentang inovasi untuk meningkatkan wellness dari BMI yang merupakan topik pada seminar mahasiswa beberapa waktu yang lalu. Presentasi singkat oleh Andhika, Betari dan Adinda menjelaskan tentang ide kreatif mereka, yaitu “Waroeng Kopi 21”. Mengapa 21? Karena menurut mereka BMI meningkat pada abad 21 ini. Ide kreatif mereka ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para suami yang ditinggal istrinya menjadi BMI di luar negeri. Mereka percaya bahwa setiap orang berhak memperoleh pendidikan. Pendidikan yang mereka ajarkan adalah pendidikan entrepreneurship, melalui pendidikan entrepreneurship diharapkan para suami bisa mengelola keuangannya secara lebih bijak dan lebih produktif lagi.

Sesi pertama workshop diisi oleh Herlina Subandriyo, M.Psi., beliau menjelaskan tentang pengertian wellness, stress dan produktivitas. Menurut Beliau, wellness itu merupakan bagian yang tidak bisa dilepaskan dari aspek kehidupan manusia. Akan tetapi untuk mencapai keadaan tersebut, manusia tidak terlepas dari tekanan kehidupan yang terkadang membuat manusia menjadi stress. Ketika manusia telah mencapai wellness dalam kehidupannya, maka mereka akan mampu mengelola stress menjadi stress yang positif untuk menjadi manusia yang lebih produktif.

Sedangkan sesi kedua workshop ini diisi oleh Andi Dwi Putra, S.Psi., beliau membahas tentang Psychology First Aid (PFA). Beliau menuturkan bahwa sejatinya keseimbangan hidup manusia tidak hanya sehat secara fisik, namun juga secara mental (psikis). Akan tetapi manusia memang tidak pernah akan terlepas dari tekanan dan stress dalam menjalani kehidupan. Menurut beliau, pertolongan pertama ketika seseorang dalam keadaan tertekan adalah diri sendiri dan orang-orang yang ada disekitarnya. Sebenarnya setiap manusia adalah penolong bagi sesama, tidak hanya seorang ahli atau professional, tapi mereka yang bukan ahli pun dapat menolong sesamanya. Misalnya seorang pimpinan dapat menjadi penolong bagi karyawannya yang sedang menghadapi masalah keluarga atau seorang teman bisa menjadi penolong bagi teman lainnya yang sedang menghadapi sebuah masalah. Kuncinya adalah “hadir dan empati”. Hadir secara fisik dan hati, serta memiliki empati untuk memberikan dukungannya. Untuk melakukan hal tersebut juga diperlukan upaya-upaya memberikan dukungan dengan bahasa non verbal, misalnya dengan menepuk pundaknya.

Dari workshop ini peserta belajar untuk meningkatkan wellness, tidak hanya diri sendiri tetapi juga untuk orang lain, salah satunya melalui ilmu Psikologi.

1

foto  1 : pemberian souvenir kepada salah salah satu tim pemberi ide kreatif