“Who is gen Z’s biggest enemy?”: Psychopreneur in Action 2016

“Who is gen Z’s biggest enemy?”: Psychopreneur in Action 2016

Psychopreneur in Action kembali sukses digelar! Acara tahunan Fakultas Psikologi Universitas Ciputra diadakan tahun ini pada Sabtu-Minggu, 5-6 November 2016. Bertempat di Universitas Ciputra, acara tahunan yang bertujuan menjadi ajang siswa SMA mengaktualisasikan diri mereka, PIA membuka tiga cabang lomba. Tiga cabang lomba tersebut adalah Psychodebate “The Researcher”, Cinematography “The Observer”, dan Rally Games “The Explorer”.

pia-background

Ketiga cabang lomba tersebut memiliki aktivitas yang berbeda namun tema yang sama. Ya, tema yang diangkat pada PIA 2016 adalah “Who is gen Z’s biggest enemy?”. Menurut Debora Natalia, anggota panitia PIA 2016, tema tersebut diangkat karena kondisi generasi Z sekarang. “Sekarang banyak sekali anak muda yang terlalu kecanduan dengan teknologi. Mereka tidak bisa bersosialisasi dengan orang-orang di sekitarnya, dan hanya memikirkan kehidupannya sendiri dengan gadget.”

Melalui tema ini, panitia ingin memberitahu dampak dari kecanduan teknologi. “Kita semua sebagai manusia harusnya hidup bersosialisasi. Teknologi menjadi musuh terbesar generasi Z jika kita terlalu sering menghabiskan waktu kita dengan gadget dan melupakan orang-orang di sekitar kita,” ujar mahasiswi PSY 2015 tersebut.

peserta_3570

Tema sekaligus pesan yang ingin disampaikan oleh panitia pun tercermin pada setiap cabang lomba. Cinematography, misalnya. Para peserta cinematography diminta membuat film pendek bertemakan “Dampak teknologi terhadap Kondisi Psikis dan Sosial Anak Muda”. Dari sekian banyak karya yang terkumpul, tim The Creator_SB dari SMAN 1 Boyolangu keluar sebagai juara Best Short Film. Sedangkan, Saesar Priangkoso dari tim TR Production (SMA Nahdlatul Ulama 1 Gresik) menyabet predikat Best Director. Selain itu, dari hasil pengumpulan likes selama 3 hari yang sangat ketat, tim Remarquable dari SMA Kr. Petra 4 Sidoarjo memperoleh gelar the Most Favorite Short Film.

peserta_2646

Cabang lomba kedua di PIA 2016, Psychodebate, adalah perlombaan debat yang sudah mendarah daging di Psikologi UC. Sering menang perlombaan debat di tingkat nasional, Fakultas Psikologi UC juga mencari calon-calon debaters yang mumpuni melalui lomba Psychodebate PIA 2016. Mosi-mosi yang dibahas pun berkaitan erat dengan tema. Contohnya saja adalah “Dewan ini percaya bahwa sosial media dapat meningkatkan kreativitas remaja.”

peserta_3551

Dari 13 tim yang berpartisipasi, SMAK St. Louis 1 Surabaya tim A berhasil keluar sebagai pemenangnya. Sedangkan, tim debat dari SMA Frateran Surabaya berhasil menjadi runner-up.

Lomba ketiga dan yang tidak kalah seru adalah lomba Rally Games. Para peserta lomba Rally Games, perlu menaklukkan semua rintangan alias games yang sudah dipersiapkan panitia agar dapat menyelamatkan seorang professor yang diculik oleh bos perusahaan teknologi yang jahat. Ketangkasan, kekompakan, kecepatan, dan strategi adalah hal-hal yang sangat dibutuhkan. SMA Santa Maria Surabaya keluar sebagai juara I, dan SMA Petra 1 (Karinka, Keysha, Michelle) keluar sebagai juara II. Berbicara soal hadiah, selain mendapatkan hadiah uang tunai, medali, dan lain-lain, para pemenang ketiga cabang lomba yang duduk di bangku kelas 12 secara istimewa mendapatkan beasiswa dari Psikologi UC.

peserta_5545

Selain pengumuman pemenang, acara PIA tahun ini ditutup dengan pemutaran 5 besar lomba Cinematography dan talkshow dengan Abibayu. Pria yang bernama lengkap Abibayu Gustri Kamadjaja ini merupakan praktisi sosial media, MC, entertainer, serta model. Pada talkshow ini, ia membagikan pengalaman serta tips-tips bagaimana mengembangkan diri di sosial media. Salah satu pesannya adalah agar kita “Create great content that communicates your brand promise”. Jika kita ingin meningkatkan presence kita di sosial media, maka kita harus membuat konten yang sesuai dengan brand kita, personal maupun brand bisnis.

abibayu_2894

Gimana kesan peserta terhadap lomba tahun ini? Guru pembimbing tim debat SMA Santa Maria Surabaya (Sanmar), Ibu Dionisia Bhala, mengatakan bahwa lomba yang diadakan menjadi pembelajaran yang baik bagi timnya. Selain itu, “Kemasan acaranya juga menarik,” imbuhnya.

Tak hanya peserta, panitia pun memiliki kesan tersendiri terhadap pelaksanaan PIA tahun ini. Menurut Koordinator Acara PIA 2016, Bagus Riadi (PSY 2014) sendiri, “Pelaksanaan PIA tahun ini puji TUHAN berjalan dengan baik, walaupun kita sempat dibuat deg-degan ketika mencari peserta di masa awal-awal publikasi, namun akhirnya peserta terkumpul dengan jumlah sangat cukup untuk menjalankan PIA tahun ini. Dari segi acaranya sendiri, konsep telah matang jauh sebelum pelaksanaan PIA, semua divisi berkoordinasi dengan amat baik. Tidak dipungkiri masih ada beberapa masalah kecil namun masih bisa kita atasi. Semoga acara PIA tahun ini dapat menjadi manfaat bagi para peserta dan menjadi pembelajaran buat PIA di tahun berikutnya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *