Vivi dan Timmy : Keluar dari Zona Nyaman di Asian English Olympics 2018

Vivi dan Timmy : Keluar dari Zona Nyaman di Asian English Olympics 2018

Melangkah keluar dari zona nyaman dan menemukan makna luar biasa dalam individu pemuda Asia merupakan tantangan yang diberikan oleh Asian English Olympics 2018 (AEO 2018) . Tantangan tersebut diterima dengan berani oleh dua mahasiswa PSY UC , Angeline Vivian (PSY 2016) dan Timothy Joshua (PSY 2015). Kedua pejuang PSY UC ini berpartisipasi luar biasa dengan jalur yang berbeda. Angeline Vivian yang akrab disapa Vivi berkompetisi sebagai peserta debat Inggris dengan partnernya dari jurusan lain di UC, sedangkan Timothy Joshua atau akrabnya Timmy berpartisipasi sebagai dewan juri debat Bahasa Inggris.

Vivi dan Timmy saat closing ceremony

AEO sendiri merupakan salah satu kompetisi Bahasa Inggris terbesar dan bergengsi di Asia yang telah mengembangkan kemampuan Bahasa Inggris setiap pesertanya selama 7 tahun sejak tahun 2012. Tahun ini, kompetisi diselenggarakan di Universitas Binus, Jakarta pada tanggal 8-12 Februari 2018. Ada perwakilan 13 negara yang berpartisipasi dalam kompetisi ini, yaitu Bangladesh, Kamboja, Hong Kong, India, Indonesia, Laos, Macau, Malaysia, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Thailand, dan Vietnam.  Tema yang diangkat adalah “Discover your Extraordinary” yang diharapkan bisa menyampaikan pesan agar para pemuda Asia berani dan melangkah yakin keluar dari zona nyaman mereka. Selain itu agar pemuda Asia mengalami dan menemukan makna mereka sendiri tentang “luar biasa” dalam kehidupan.

8 Mahasiswa UC di AEO 2018 bersama dosen pembina

UC mengirim 8 mahasiswa dari jurusan yang berbeda-beda. Sebagai mahasiwa PSY yang mewakili UC, Vivi mengatakan bahwa menjadi mahasiswa PSY merupakan sebuah keuntungan karena memberi warna baru di debat tersebut. Vivi tidak jarang menggunakan teori psikologi untuk mendasari argumen tim dimana hal itu menjadi kekuatan timnya. Begitu juga Timmy yang menggunakan pengalaman debatnya untuk menjuri peserta lomba di AEO 2018. Saat itu, Timmy menjadi juri tim dari Korea, Singapura, dan Malaysia.

Timmy sebagai juri debat

Vivi dan Timmy mengaku mendapatkan wawasan  dan pengalaman yang baru dan luar biasa di AEO 2018. Seperti Timmy yang merasa sangat bangga menjuri peserta lomba beda negara di Asia yang notabene memiliki skill debat luar biasa, begitu pula Vivi dan tim yang berhasil menyabet Top 10 kategori Novice untuk English debater di antara 55 tim lainnya. Mulanya Vivi merasa sedikit sulit untuk adaptasi sistem debat dan tim yang baru, namun semua dapat teratasi dengan semangat berprestasi dan rasa saling melengkapi antar perwakilan UC.

Vivi sebagai English Debater

Wawasan dan pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga bagi kedua mahasiswa luar biasa ini. Dengan semangat mendobrak zona nyaman, mereka mengungkapkan keingingan mereka untuk berpartisipasi kembali di AEO selanjutnya. “Pasti ikut. Menurutku debat itu essential. Aku kan sudah debat dari SMA. Jadi, biarpun buruk baiknya penampilan kita di debat, You always learn something from debate,” ungkap Vivi. “Untuk next AEO, aku pingin maju menjadi peserta debat sih soalnya seru banget,” tambah Timmy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *