Trauma Healing Korban Bencana Gempa Lombok: Tak Sekedar Berbagi Ceria

Trauma Healing Korban Bencana Gempa Lombok: Tak Sekedar Berbagi Ceria

Pada 12 September 2018 lalu, 5 mahasiswa PSY UC yang terdiri dari Agis (PSY 2017), Boni (PSY 2016), Theresia (PSY 2016), Dipa (PSY 2015) dan Ridho (PSY 2015) berangkat menuju Lombok untuk melakukan trauma healing kepada korban gempa di sana. Pada 5 Agustus 2018 lalu, telah terjadi gempa berkekuatan 7 magnitude dengan kedalaman 15 km dan berada di timur laut Lombok Utara (Tamtomo, 2018, Kompas). Terhitung pada 14 September 2018 lalu, dinyatakan 564 orang meninggal dunia akibat gempa (Wismabrata, 2018, Kompas).

Mahasiswa PSY UC berfoto dengan guru SDN Glangsar 2

Selama 6 hari di Lombok, 5 mahasiswa PSY UC berkunjung ke berbagai desa termasuk beberapa SD di sana. Pada hari pertama, mahasiswa PSY UC menuju desa Glangsar dan berkunjung ke SDN Glangsar 2. Bangunan sekolah di SDN Glangsar 2 sebagian roboh dan pembelajaran di sana dilaksanakan di tenda. Keesokan harinya, mahasiswa PSY UC menuju desa Selat dimana di desa tersebut sudah ada sekolah darurat dan juga posko khusus untuk trauma healing serta kegiatan belajar mengajar. Jumlah anak di desa Selat ada sekitar 180 anak dan sempat membuat mahasiswa PSY UC kewalahan. Di hari keempat, mahasiswa PSY UC menuju Lombok Utara, salah satunya adalah desa Santong, untuk melakukan survey lokasi untuk didatangi relawan kloter selanjutnya serta berkunjung ke desa Sambi Bangkol. Di desa ini, ada sekolah yang bahkan sudah masuk zona merah sehingga tidak aman untuk dimasuki. Trauma healing yang dilakukan mahasiswa PSY UC meliputi kegiatan menggambar, mewarnai, berbagi cerita, bernyanyi, serta berbagi jajanan.

Mahasiswa PSY UC berbagi jajanan untuk adik-adik korban gempa

Enam hari yang luar biasa telah dijalani oleh 5 mahasiswa PSY UC. Mereka berbagi keceriaan dan cerita bersama adik-adik SD di Lombok dan merasakan sisi lain kehidupan mereka. “Seneng banget bisa dapet kesempatan jadi relawan ini, karena emang dari dulu aku pengen jadi relawan dan karena aku asli Lombok, Lombok sangat familiar buat aku. Awalnya aku kira kita ke sini bakal yang ngehibur mereka, ternyata justru mereka yang ngehibur kita. Kebanyakan dari mereka ceria banget seolah nggak terjadi apa-apa.” ujar Agis (PSY 2017). Semoga apa yang dilakukan mahasiswa PSY UC bermanfaat dan membekas di hati para korban. Terima kasih PSY UC, well done!

Adik-adik di desa Santong sedang bermain

Referensi :

Tamtomo, A. B. (2018). INFOGRAFIK : Gempa Lombok 5 Agustus 2018. Kompas.com. Diunduh dari https://regional.kompas.com/read/2018/08/06/13291101/infografik-gempa-lombok-5-agustus-2018 , pada 20 September 2018

Wismabrata, M. H. (2018). Fakta Terbaru Gempa Lombok, 564 Orang Meninggal Dunia hingga Masjid Roboh Akan Dibongkar. Kompas.com. Kompas.com. Diunduh dari https://regional.kompas.com/read/2018/09/14/19033111/fakta-terbaru-gempa-lombok-564-orang-meninggal-dunia-hingga-masjid-roboh , pada 20 September 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *