Toleransi dan Menghargai Perbedaan? Siapa Takut!

Toleransi dan Menghargai Perbedaan? Siapa Takut!

Di era yang semakin berkembang ini, sikap toleransi dan saling menghargai perbedaan adalah sikap yang harus dikembangkan. Tak jarang, lingkungan di sekitar anak-anak memberikan stereotip-stereotip negatif tentang keberagaman, padahal keberagaman adalah hal yang indah dan jika dimaknai secara positif akan memberikan kebaikan bagi sesama. Dengan pengajaran akan toleransi dan menghargai perbedaan yang diajarkan sejak dini pada anak-anak, diharapkan anak-anak akan lebih aware dan terdidik terhadap adanya perbedaan. Dimulai dari satu persatu langkah kecil menuju kebersamaan, mengajarkan sikap toleransi pada anak-anak bukanlah hal yang sulit.

Pada Selasa, 23 April 2019 silam, Ibu Livia Yuliawati, S.Psi., M.A., Ph.D. dan Ibu Fransisca Putri Intan Wardhani, S.Psi., M.Psi., Psikolog, selaku koordinator dari Kelompok Keilmuan Psikologi Pendidikan Universitas Ciputra mengadakan sebuah kegiatan pengabdian masyarakat di salah satu PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di daerah Lakarsantri. Kegiatan tersebut diadakan di PAUD Mutiara Qolbu dan mengambil tema “Negaraku”. Berdasarkan tema tersebut, karakter yang ingin diterapkan oleh Tim Kelompok Keilmuan Psikologi Pendidikan Universitas Ciputra adalah pembelajaran tentang toleransi dan saling menghargai perbedaan. Di Indonesia sendiri, banyak sekali suku, ras, dan agama yang tentunya berbeda-beda sehingga anak-anak diharapkan dapat menerima berbedaan tersebut dan memaknainya secara positif.

Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang menjembatani mahasiswa yang ingin belajar lebih jauh mengenai psikologi pendidikan. Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk belajar karena mahasiswa sendiri yang merancang jalannya kegiatan acara, mulai dari ice breaking, story telling, hingga games. Bu Livia, selaku koordinator KK Psikologi Pendidikan mengungkapkan bahwa tugas dosen hanya memberikan perlindungan dan arahan kepada mahasiswa, selebihnya mahasiswa sendiri yang mengeksekusikan jalannya acara. Beliau juga menyebutkan bahwa dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat melatih kreativitas mahasiswa. Bahkan ada beberapa mahasiswa yang sebelumnya belum pernah melakukan kegiatan sosial seperti ini, namun tetap bisa beradaptasi dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *