Tips Mendapatkan Beasiswa Luar Negeri ala Kak Betari Aisah

Tips Mendapatkan Beasiswa Luar Negeri ala Kak Betari Aisah

Telah berdiri selama 12 tahun, Fakultas Psikologi Universitas Ciputra telah banyak melahirkan lulusan-lulusan yang cerdas dan bertalenta. Betari Aisah, adalah salah seorang alumni Fakultas Psikologi Universitas Ciputra angkatan 2013, yang kini menempuh pendidikan S2 di University of Bristol, England. Ia mendapatkan beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan Pemerintah Indonesia.

Sebagai salah seorang mahasiswi Indonesia yang kuliah di luar negeri, Kak Betari membagikan kiat-kiatnya untuk bisa mendapatkan beasiswa di luar negeri. Yang pertama, bangun track record sejak S1 dengan mulai memperhatikan IPK, kegiatan akademik dan non-akademik, serta internship. Upayakan untuk membangun track record yang baik dan mendukung jurusan yang akan dipilih nantinya. Yang kedua, biasakan menggunakan bahasa inggris sejak dini. Selain sebagai survival kit, kemahiran berbahasa inggris juga diperlukan karena pada perkuliahan di luar negeri, umumnya dosen akan memberikan daftar bacaan berbahasa inggris setiap minggunya, untuk didiskusikan bersama-sama di dalam kelas.

Terakhir, namun krusial, perluas wawasan tentang pilihan kampus dan beasiswa yang tersedia. Kak Betari mengungkapkan bahwa informasi mengenai hal tersebut bisa diperoleh dari guideline dan pengalaman alumni yang pernah berkuliah di kampus tersebut. Setelah memperluas wawasan, hal selanjutnya adalah melakukan persiapan. Persiapan bisa dimulai sejak belum lulus kuliah S1. Kak Betari sendiri menyatakan bahwa ia memulai persiapan sejak ia berada di semester 6. Ia mulai menyicil pembuatan CV, membuat esai, dan mulai mendekati dosen yang sekiranya bisa memberinya surat rekomendasi.

Tidak hanya fokus di dunia perkuliahan, Kak Betari juga aktif dalam kegiatan di bidang psikologi. Salah satunya adalah menjabat sebagai Head of Partnership di tim Riliv Indonesia. Bagi Kak Betari, salah satu hal yang penting dalam proses belajar adalah persistence dan problem solving mindset. Dalam belajar, kita tidak hanya dituntut untuk menjadi pintar, tetapi juga bisa mempertimbangkan siapa yang ikut diuntungkan dengan kemampuan yang kita miliki serta bagaimana cara kita menjadi berguna bagi lingkungan kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *