Terus-Terusan Ingat Hal Buruk? Ini Dia Fakta Alasan Emosi Negatif Lebih Diingat!

Terus-Terusan Ingat Hal Buruk? Ini Dia Fakta Alasan Emosi Negatif Lebih Diingat!

https://images.unsplash.com/photo-1549192309-b5b9ecf012e0?ixlib=rb-1.2.1&ixid=eyJhcHBfaWQiOjEyMDd9&auto=format&fit=crop&w=751&q=80

Setiap orang pasti pernah mengalami hal buruk dalam hidupnya. Termasuk kamu bukan? Tapi, pernah nggak sih kamu bertanya kenapa kamu lebih mudah mengingat hal buruk atau emosi negatif ketimbang yang baik?

Mau tahu fakta dari alasan emosi negatif lebih diingat daripada yang baik? Yuk simak di bawah!

Emosi negatif seperti kesedihan dan rasa takut memicu peningkatan aktivitas otak yang berhubungan dengan memori

https://images.unsplash.com/photo-1453847668862-487637052f8a?ixlib=rb-1.2.1&ixid=eyJhcHBfaWQiOjEyMDd9&auto=format&fit=crop&w=755&q=80

Pernahkah terbesit dalam pikiran kita bahwa seribu kebaikan akan kalah dengan satu keburukan? Nah, bisa jadi ini alasannya.

Tidak selalu seseorang yang mengingat keburukan atau memori negatif dalam hidupnya lantas dikatakan sebagai orang yang jahat. Faktanya, otak manusia lebih cepat untuk merekam secara detail memori-memori negatif. Bahkan lebih cepat dari memori yang sifatnya netral atau bahagia.

Jaringan memori bisa jadi alasan emosi negatif lebih diingat

Peneliti Kensinger dari Boston College mengatakan bahwa otak kita memiliki jaringan khusus. Jaringan tersebut akan terhubung apabila kita mencoba mengingat sesuatu.

Bisa saja kita menjadi teringat sesuatu yang sangat emosional hanya karena sedang mengingat detail suatu benda atau tempat.

Saat kita mengingat detail suatu benda atau tempat tersebut, tanpa sadar otak kita juga sedang memanggil kembali ingatan yang berkaitan dengan benda atau tempat itu.

Tidak selamanya memori positif bahkan diingat sebagai sesuatu yang membahagiakan

https://images.unsplash.com/photo-1500051638674-ff996a0ec29e?ixlib=rb-1.2.1&ixid=eyJhcHBfaWQiOjEyMDd9&auto=format&fit=crop&w=792&q=80

Kamu pernah nonton Inside Out? Inside Out adalah film animasi Disney yang menceritakan peranan setiap karakter dari emosi dalam diri seseorang. Di dalam filmnya, ada bagian di mana saat emosi negatif menyentuh memori positif, maka memori itu akan berubah menjadi memori negatif.

Apapun kenangan manis yang kamu miliki, jika kamu ingat saat kamu merasakan emosi negative, maka semua kenangan itu pun akan berubah.

Jadi pada kasus ini, sebenarnya kamu tidak sedang mengingat sesuatu yang buruk. Namun, hanya mengingat memori baik di waktu yang tidak tepat sehingga kesannya semua terasa buruk.

Mengingat emosi negatif bisa menjadi cara untuk melindungi kamu dari peristiwa buruk di masa depan

Sebenarnya mengingat memori atau emosi negatif tidak selamanya buruk. Setiap memori memiliki hikmahnya masing-masing.

Ada kalanya mengingat memori atau pun emosi negatif justru membuat kita lebih berhati-hati tentang apa yang akan terjadi.

Sebisa mungkin memori negatif justru memiliki peran untuk melindungi kita dari peristiwa negatif atau mengancam jiwa di masa depan.

__

Guys, tidak ada yang salah jika kita mengingat hal-hal buruk yang pernah terjadi dalam hidup kita. Namun sebaiknya, sikapilah hal itu dengan bijak. Ambil hal positif yang bisa kita ambil.

Karena memori tercipta selayaknya untuk membuat kita belajar agar kita tidak kembali membuat kesalahan.

Referensi:

  1. https://www.webmd.com/brain/news/20070829/bad-memories-easier-to-remember
  2. https://www.livescience.com/1827-bad-memories-stick-good.html
  3. https://www.nytimes.com/2012/03/24/your-money/why-people-remember-negative-events-more-than-positive-ones.html

Shabrina Ayuningtyas – Content Writer Riliv

Konten ini merupakan kerjasama antara Fakultas Psikologi Universitas Ciputra dengan Riliv. Riliv adalah startup konseling online dengan psikolog nomor 1 di Indonesia. Riliv senantiasa mengajak masyarakat untuk lebih sadar dengan kesehatan mental mereka. Kunjungi http://riliv.co/rilivstory untuk informasi lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *