Supaya Bisa Bersinar di Kampus, Mahasiswa Perlu Mengenali Diri Sendiri

Supaya Bisa Bersinar di Kampus, Mahasiswa Perlu Mengenali Diri Sendiri

Awal semester baru tinggal menghitung hari. Kalian punya rencana apa? Mau exchange, IPK lebih dari 3.7, memulai bisnis baru, atau lulus dengan cum laude? Wah, semangat ya! Semoga cepat terealisasikan! Nah, buat kamu yang angan-angannya masih terasa mengambang, jangan khawatir. Mungkin masih ada kendala yang perlu kamu tangani dan bisa jadi, masalahnya ada di dirimu sendiri!

collegexpress.com

Mengenali diri sendiri punya banyak manfaat yang bisa membantumu menjalani aktivitas sehari-hari lho. Contohnya saja di bidang akademik. Mahasiswa yang tahu bahwa kelemahannya saat belajar adalah mudah terdistraksi dengan suara akan menolak ajakan temannya untuk belajar bareng di café. Contoh lainnya di kehidupan luar kampus adalah ketika kamu membawa daftar belanja bulanan untuk menghindari kalap saat melihat barang-barang lucu yang sebenarnya tidak diperlukan.

Jadi, apakah kamu sudah siap mengenali cara berpikir, berperilaku, berperasaan, dan menyadari bagaimana orang lain mempersepsikan dirimu? Yuk, simak berbagai metodenya!

  1. Metode VITALS

VITALS adalah sebuah akronim dari Values, Interests, Temperament, Around-The-Clock Activities, Life Mission and Menaningful Goals, dan Strengths. Metode ini mungkin terdengar baru bagi sebagian orang, apa ya isinya?

V (Value): Di bagian ini, kamu diminta untuk merenungkan, apa sih yang sebenarnya memotivasimu untuk melakukan A, B, C, dan D? Apa saja sih hal-hal yang tidak boleh kamu langgar dalam aktivitasmu? Apa yang sebenarnya kamu cari dari sibuk ini dan itu?

Dengan mengetahui hal-hal ini, kamu punya kemungkinan besar untuk survive, bahkan berkembang di bidang yang ingin kamu tekuni.

I (Interests): Berbicara soal hal-hal yang memancing rasa penasaran dan menarik perhatianmu. Tidak hanya itu, interest juga menekankan pada hal-hal yang ingin kamu pecahkan, misalnya saja kamu ingin menemukan cara agar pengguna transportasi udara bisa mengaktifkan data selulernya untuk streaming drama Korea tanpa harus mengganggu penerbangan.

T (Temperament): Nah, ini seperti introvert atau ekstrovert, tipe yang ‘dipertimbangkan sampai masak-masak’ atau ‘jalani aja dulu’.

A (Around-The-Clock Activities): Kamu tim deadliner atau ‘kerjakan secepat mungkin’? Di bagian ini, kamu belajar membedakan bahwa ada orang yang lebih produktif di waktu pagi dan ada yang fungsi otaknya bekerja paling aktif ketika malam.

L (Life Mission and Menaningful Goals): Coba kamu pikirkan ‘Apa sih pengalaman yang paling bermakna sejauh ini bagi kamu?’

S (Strengths): Wah, sudah familiar kan? Bagian ini mencakup apapun yang menjadi kelebihan kamu. Temukan dengan benar ya agar kamu bisa lebih percaya diri!

 

eritusgroup.com

  1. Metode SWOT

Nggak hanya sebagai strategi marketing, SWOT juga bisa kamu gunakan untuk mengenali dirimu. SWOT terdiri dari Strength, Weakness, Opportunities, dan Threat. Di sini, pada bagian O dan T, kamu diajak lebih peka dan realistis terhadap lingkungan sekitar. Dengan SWOT, kamu akan lebih mudah merancang ‘timeline’ dari rencana-rencanamu. SWOT juga bisa digunakan untuk menerka perkembangan karirmu lho. Dengan menggunakan metode SWOT, kamu bisa siaga apakah setelah era Revolusi Industri 4.0, teknologi robot akan mengambil peran yang dari dulu kamu cita-citakan? Jadi, asah kemampuan ‘membaca lingkungan dan tren’ mulai sekarang, ya!

 

  1. Metode Jendela Johari

Teknik ini ternyata cukup terkenal di dunia pendidikan. Sewaktu SMA/SMP, banyak guru BK yang mengisi jam pelajaran dengan meminta siswanya untuk mengisi Jendela Johari. Bagian jendela ini ada 4, yaitu karakteristik yang I and others know, I know but others don’t know, I don’t know but others know, dan I and others don’t know. Metode ini mengajarkan kita untuk terbuka dengan pandangan teman-teman kita pada bagian I don’t know but others know. Hal ini penting untuk dilakukan agar bisa terhindar deh dari yang namanya ‘kepedeaan’. Supaya dapat hasil yang lebih akurat, sebaiknya kamu bertanya pada teman-teman yang memandangmu dengan netral, ya! Sebisa mungkin hindari bertanya pada teman dekat atau musuhmu, karena jawabannya sudah tercampur dengan faktor ikatan emosional dalam hubungan itu. Apalagi kalau bertanya ke gebetan, hehe.

 

  1. Tes Kepribadian

Ingin mencoba metode yang sudah punya banyak bukti? Kamu bisa mencoba tes kepribadian Big Five. Walaupun hasilnya tidak sekeren tes MBTI dan tes-tes kepribadian lainnya, Big Five Personality dianggap paling valid dan terpercaya oleh banyak ilmuwan. Kamu bisa mencobanya secara online ya!

 

Disadur dari:

  1. https://www.psychologytoday.com/us/blog/changepower/201603/know-yourself-6-specific-ways-know-who-you-are
  2. Emiliya, P., Natalia, V., & Oleg, A. (2017). The European Proceedings of Social and Behavioural Sciences. Future Academy, 548 – 553
  3. http://herususilofia.lecture.ub.ac.id/
  4. Gosling, S.D., Rentfrow, P.J., & Swann Jr, W.B. (2003). A very brief measure of the Big-Five personality domains. Journal of Research in Personality, 37, 504 – 528

 

 Ditulis oleh Elvira Linda Sihotang

 

Konten ini merupakan kerjasama antara Fakultas Psikologi Universitas Ciputra dengan Riliv. Riliv adalah startup konseling online dengan psikolog nomor 1 di Indonesia. Riliv senantiasa mengajak masyarakat untuk lebih sadar dengan kesehatan mental mereka. Kunjungi http://riliv.co/rilivstory untuk informasi lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *