Studi Ekskursi PSY UC’17: Belajar Sambil Jalan-Jalan?

Pada Selasa-Rabu, 23-24 Juli 2019 yang lalu, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Ciputra angkatan 2017 menjalankan studi ekskursi. Tujuan diadakannya studi ekskursi ini adalah untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk lebih mengenali profesi-profesi yang berkaitan dengan jurusan psikologi, sehingga dapat membantu mereka untuk memutuskan karir yang akan ditempuh kelak. Studi ekskursi tersebut dibagi menjadi 2 tempat yaitu di Surabaya dan Singapore.

Mahasiswa yang menjalankan studi ekskursi di Surabaya, mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Rumah Sakit Jiwa Menur, pada hari pertama (23/07). Disana mereka disambut dengan sesi pengenalan Rumah Sakit Jiwa Menur, mulai dari mengelilingi rumah sakit hingga sesi pembahasan seputar penyakit skizofrenia oleh psikiater di rumah sakit tersebut. Destinasi selanjutnya adalah kantor IDN Times. Di sana mereka diberi penjelasan tentang prospek kerja di bidang psikologi, serta gambaran magang di tempat tersebut.

Pada hari kedua (24/07), mereka mendapatkan kunjungan dari Happy Angela Center, yaitu sekolah untuk anak-anak disabilitas. Kegiatan yang dilakukan adalah adalah sesi sharing tentang profil sekolah dan metode pengajaran anak-anak berkebutuhan khusus. Di hari yang sama, mereka mengunjungi Dinas Psikologi TNI Angkatan Laut di Juanda. Di sana mereka dijelaskan mengenai peran psikologi dalam bidang militer. Tak hanya itu, mereka juga diberikan kesempatan untuk berkeliling di dinas tersebut.

Rosyi, salah seorang mahasiswa PSY UC 2017 yang mengikuti studi ekskursi ke Surabaya, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat karena dapat menambah pengetahuannya tentang dunia kerja di bidang psikologi. Selain itu, ia berkata bahwa ia juga mendapatkan pandangan baru mengenai proses magang yang akan ia lakukan tahun depan.

 

Beralih ke Singapore, mahasiswa yang menjalankan studi ekskursi di sana berkesempatan untuk mengunjungi Home Team Research Singapore pada Selasa, 23 Juli 2019. Di sana mereka diperkenalkan ke masing-masing divisi yang ada serta pembagian tugasnya. Selain itu, mereka juga mendapatkan ilmu mengenai riset-riset yang dilakukan, terkait dengan agresivitas teror. Di siang hari, mereka mengunjungi Institute of Mental Health. Di sana mereka disuguhkan presentasi tentang stigma-stigma mengenai kesehatan mental di Singapore, dan juga national campaign yang diadakan oleh pemerintah.

Pada hari selanjutnya (24/07), mereka mengunjungi St. Andrew’s Autism School Singapore. Tempat tersebut merupakan tempat sekolah bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Di sana mereka diberi penjelasan tentang bagaimana cara guru melatih murid-muridnya yang berkebutuhan khusus. Dijelaskan pula tentang adanya seminar yang diadakan untuk orangtua murid agar mereka dapat mendidik anak mereka dengan baik. Selain mengunjungi tempat-tempat tersebut, mereka juga berwisata ke tempat wisata di Singapore, seperti Merlion Park, Marina Bay Sands, Art Science Museum, Bugis, Mustafa, China Town, dan tempat wisata lainnya.

Reynalda, salah seorang mahasiswa PSY UC 2017 yang mengikuti studi ekskursi ke Singapore, mengungkapkan bahwa kegiatan ini mengasyikkan sekaligus melelahkan. Ia menjelaskan bahwa ia merasa lelah karena di sana mereka menggunakan transportasi umum untuk mengunjungi setiap tempat-tempat tersebut dan lokasinya berjauhan. Akan tetapi, rasa lelah tersebut terbayarkan, karena ia mendapatkan pandangan baru mengenai pekerjaan di bidang psikologi dan juga pengalaman belajar sambil berwisata yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *