Studi Ekskursi ke Negeri Singa

Studi Ekskursi ke Negeri Singa

Menjelang lulus kuliah, pertanyaan yang kerap muncul dalam setiap diri mahasiswa adalah: Apakah yang akan saya lakukan setelah ini? Sebagian memiliki kebingungan mengenai karir yang akan ditempuh, apakah hendak mengambil studi lanjut, bekerja, ataupun membuka usaha sendiri. Kebingungan ini dapat membuat lulusan mengganggur selepas lulus kuliah karena belum memiliki rencana yang dipersiapkan sebelumnya.

PSY UC berupaya membantu para mahasiswanya sejak mereka masih duduk di bangku kuliah. Mata kuliah Pengembangan Karir di semester 5 dirancang untuk memfasilitasi mahasiswa agar dapat merencanakan career path mereka. Terkait dengan mata kuliah ini, diadakanlah kegiatan studi ekskursi yang bertujuan agar mereka dapat mendapatkan referensi mengenai profesi apa saja yang dapat dijalani seorang lulusan psikologi.

Pada Senin, 10 Juli hingga Kamis, 13 Juli 2017, sebanyak 18 orang mahasiswa PSY UC angkatan 2015 melakukan studi ekskursi ke Singapore. Mereka didampingi oleh Bapak Dr. Jimmy Ellya Kurniawan, S.Psi., M.Si., Psikologi selaku Dekan dan Kaprodi Psikologi UC serta Bapak Jony Eko Yulianto, S.Psi., M.A. selaku dosen pembimbing akademik PSY 2015.

Hari pertama, Senin, 10 Juli 2017, dihabiskan para mahasiswa untuk mengeksplor kota-negara Singapore. Mereka membeli sendiri kartu transportasi umum mereka dan mengunjungi beberapa landmark terkenal. Sembari mengeksplor, mereka mengamati budaya serta kebiasaan-kebiasaan yang ada di Kota Singa.

myhome_1

Pada Selasa, 11 Juli 2017, PSY UC mengunjungi Home Team Behavioural Sciences Centre (HTBSC) yang berada di bawah Ministry of Home Affairs atau Kementerian Dalam Negeri Singapore. PSY UC dikenalkan pada apa yang menjadi fokus kegiatan dan penelitian mereka, serta macam-macam kerja sama yang dapat ditempuh.

hometeam

myhome (2)

Pada hari yang sama, rombongan studi ekskursi bertamu ke Asia Centre for Social Entrepreneurship and Philanthropy (ACSEP). ACSEP adalah sebuah unit dalam NUS Business School yang memiliki visi memajukan social entrepreneurship dan philanthropy di Asia, melalui penelitian serta pendidikan. Baik ACSEP maupun PSY UC berbagi mengenai pengajaran, lomba, prestasi, serta penelitian yang telah diadakan.

_MG_9956s

_MG_9953s

Hari berikutnya, Rabu, 12 Juli 2017, para mahasiswa mengunjungi St. Andrew’s Community Hospital dan Simei Care Centre. Keduanya merupakan institusi yang bergerak di bidang kesehatan dan kesehatan mental. St. Andrew’s Community Hospital adalah sebuah rumah sakit yang merawat pasien-pasien yang telah selesai menjalani tindakan medis yang di rumah sakit regional hingga pulih. Mereka memahami bahwa para pasien yang berada dalam fase pemulihan mengalami banyak masalah psiko-sosial, seperti konflik keluarga dan gejolak emosi, sehingga mereka memberikan layanan konsultasi hingga kunjungan ke rumah (setelah pasien pulih).

myhome_3

Sementara itu, Simei Care Centre sebuah institusi yang menawarkan layanan residential dan rehabilitasi bagi para klien dengan gangguan mental. Institusi ini bukanlah tempat tinggal permanen, melainkan tempat tinggal transisi hingga mereka dapat hidup sendiri maupun dengan keluarganya dengan baik. Oleh karena itu, selama tinggal di Simei Care Centre, para klien dibekali dengan aktivitas-aktivitas, seperti berolahraga, memasak, hingga membuat prakarya yang memiliki nilai jual.

myhome_4

Pada hari terakhir, yaitu pada Kamis, 13 Juli 2017, para mahasiswa mengunjungi LASALLE College of the Arts. LASALLE merupakan sebuah perguruan tinggi di Singapore yang berfokus pada seni. Akan tetapi, ternyata, LASALLE memiliki program yang cukup dekat dengan ilmu psikologi, yaitu MA Art Therapy. Program ini membekali para peserta didik untuk mampu menggunakan proses art-making untuk memfasilitasi terjadinya ekspresi diri, refleksi, hingga perubahan pada individu-individu yang mengalami permasalahan psikologis. Salah seorang alumni PSY UC, yaitu Stephanie Setiyadi merupakan penerima Red Pencil Scholarship dan telah menempuh program tersebut. Tentu saja, program ini juga dapat menjadi alternatif pilihan studi lanjut bagi para mahasiswa PSY UC.

myhome_5

Selama 4 hari di Singapore, para mahasiswa berpindah dari satu lokasi ke lokasi yang lain dengan transportasi umum, yaitu kereta MRT dan bus kota, layaknya warga asli Singapore. Dengan demikian, mereka bisa membaur dengan warga setempat dan merasakan bagaimana kehidupan sehari-hari di Singapore. Jika mereka mengalami masalah dengan kartu transportasi mereka, mahasiswa juga dapat belajar bagaimana cara menyelesaikannya sendiri.

myhome_0

Di akhir setiap hari, para mahasiswa juga berkumpul bersama untuk melakukan sesi Lesson Learned Sharing. Setiap mahasiswa merefleksikan apa yang telah mereka alami dan temukan selama satu hari dan membagikannya dengan sesama mahasiswa serta dosen. Harapannya, dengan memaknai pengalaman mereka, apa yang telah mereka alami tidak menguap begitu saja, namun mahasiswa dapat menemukan “lesson learned” yang personal bagi diri mereka.

IMG_0121s

Salah seorang mahasiswi, Nimas Diana (PSY 2015), mengaku senang dengan terlaksananya studi ekskursi ini. “Melalui kegiatan ini, aku jadi sadar bahwa ada banyak yang bisa aku lakukan untuk membantu orang-orang di sekitarku. Selain itu, dengan mengunjungi universitas, saya jadi tahu bahwa ada universitas di Singapore yang menawarkan program S2 yang saya inginkan,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *