Stres di Tempat Kerja: Karyawan Juga Manusia

Stres di Tempat Kerja: Karyawan Juga Manusia

Sebagian orang mungkin merasa kesal dengan hari Senin.

Apalagi buat kamu yang memiliki pekerjaan tetap. Setelah menikmati hari libur, besoknya harus disibukkan kembali dengan rutinitas pekerjaan.

Sumber: earthyphotography.co.uk

Tugas-tugas kembali datang. Deadline harus segera diselesaikan. Belum lagi kalau si Bos ngasih tugas tambahan sampai akhirnya ngelembur di kantor.

Hmm… kondisi seperti itu bisa mengakibatkan stres kerja pada karyawan kalau terus-terusan dibiarin gitu aja. Nah, biar kamu gak mengalami stres kerja ada baiknya menciptakan lingkungan kerja yang sehat.

 

Apa sih pekerjaan sehat itu?

Kesehatan tidak hanya dilihat dari segi fisik. Tidak adanya penyakit atau kelemahan dari segi fisik belum tentu baik-baik saja. Kondisi mental dan sosial yang baik juga bagian dari kesehatan.

Begitu juga dengan pekerjaan. Lingkungan kerja yang sehat bukan berarti tidak ada bahaya melainkan terpenuhinya informasi seputar kesehatan, baik secara fisik, psikis, maupun mental.

Penyediaan informasi yang tepat, pelatihan tentang masalah kesehatan, serta ketersediaan struktur pendukung organisasi yang mempromosikan kesehatan didukung dengan adanya praktik.

Jadi, lingkungan kerja yang sehat adalah lingkungan di mana kamu sebagai karyawan atau pekerja menjadikan kesehatan dan mempromosikan kesehatan sebagai prioritas dan kehidupan kerja kamu.

 

Apa itu stres kerja?

Sumber: portfoliomagsg.com

Tidak sedikit karyawan yang mengeluh stres karena pekerjaannya. Apakah kamu salah satunya?

Nah, sebenernya stres itu berasal dari tuntunan dan tekanan kerja yang nggak sesuai dengan pengetahuan yang kamu miliki, sampai akhirnya kamu kesulitan mengatasinya.

Dalam situasi seperti ini, kontrol pekerjaan dan dukungan dari rekan kerja merupakan hal yang sangat diperlukan.

 

Dampak stres di tempat kerja

Pemicu atau stresor dikelompokkan secara fisik dan psikososial. Secara fisik, stres meliputi kebisingan, cahaya redup, tata letak kantor, dan faktor ergonomi lainnya.

Secara psikososial di antaranya termasuk tingginya tuntutan pekerjaan, jam kerja yang tidak fleksibel, kontrol pekerjaan yang buruk, desain dan struktur kerja yang buruk, bullying atau intimidasi, pelecehan, serta ketidakamanan pekerjaan.

Stresor-stresor yang tidak segera diatasi pada akhirnya dapat mempengaruhi perilaku dan kondisi mental kita. Secara perilaku, hal ini dapat membuat kita mencari pelampiasan dengan merokok, minum alkohol, dan penyalahgunaan obat. Beberapa masalah kesehatan mental yang muncul dapat berupa gangguan kecemasan, stres, atau depresi.

Selain itu, tubuh juga jadi semakin mudah terkena penyakit karena sistem imun berkurang, meningkatnya tekanan darah, hingga resiko diabetes.

 

Cara mengatasi stres di tempat kerja

Langkah pertama dalam mengatasi stres dapat dilakukan dengan mengidentifikasi sumber stres. Kemudian intervensi yang efektif untuk mengurangi stres pada karyawan dapat dikategorikan ke dalam tiga hal yakni primer, sekunder, dan tersier.

Secara primer kamu dapat mendesain ulang lingkungan kerjamu, memberikan waktu istirahat dan tidur siang bagi karyawan, menungkatkan keterlibatan karyawan dalam pengambilan keputusan dan perencanaan kerja, serta membuat promosi dan penghargaan yang tepat bagi karyawan berprestasi.

Sumber: earthyphotography.co.uk

Intervensi sekunder korektif dan difokuskan pada perubahan cara karyawan memandang dan merespon stresor. Di sini kamu mulai meningkatkan kemampuan untuk mengatasi dan mendeteksi gejala stres sejak dini.

Melakukan pelatihan dan pendidikan karyawan, pelatihan terapi perilaku kognitif untuk karyawan, serta check-up kesehatan secara rutin dapat kamu lakukan untuk menghilangkan stres.

Jika stres kerja yang kamu hadapi terasa semakin membahayakan. Kamu bisa mulai menggunakan intervensi tersier yang mencakup penyediaan perawatan, rencana kompensasi, program rehabilitasi, dan program kembali bagi karyawan yang terkena dampak.

 

 

Stres di tempat kerja muncul secara perlahan dan seringkali diabaikan. Kalau kamu membiarkannya datang begitu saja, maka bisa mengganggu kesehatan dan produktifitasmu sebagai karyawan.

Kondisi ini nggak cuma berpengaruh secara signifikan pada karyawan tetapi juga pada keberhasilan perusahaan secara keseluruhan.

Para pengusaha atau manajer harus mulai mengatasi masalah yang mengkhawatirkan ini untuk menciptakan suasana kerja yang lebih sehat, aman, dan produktif.

 

 

Sumber:

  1. https://www.corporatewellnessmagazine.com/article/workplace-stress-silent-killer-employee-health-productivity
  2. https://www.who.int/occupational_health/topics/stressatwp/en/

Ditulis oleh Safira, pendengar segala keluh kesahmu 🙂

 

 

Konten ini merupakan kerjasama antara Fakultas Psikologi Universitas Ciputra dengan Riliv. Riliv adalah startup konseling online dengan psikolog nomor 1 di Indonesia. Riliv senantiasa mengajak masyarakat untuk lebih sadar dengan kesehatan mental mereka. Kunjungi http://riliv.co/rilivstory untuk informasi lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *