Remaja dan Orangtua

Remaja dan Orangtua

Pada 17 April 2019, Bapak Ersa Lanang Sanjaya, S.Pi, M.Si. atau yang akrab disapa Pak Ersa mengisi talkshow di radio Bahtera Yudha FM. Topik yang dibawakan mengenai remaja dan peran orangtua. Kerap terdengar keluhan orangtua tentang anak remaja mereka, keluhan-keluhan yang meliputi susahnya mengatur anak remaja, pergantian emosi yang sering berubah, serta masih banyak hal lain yang dirasakan orangtua.

Tak dapat dipungkiri bahwa masa remaja merupakan fase tersulit, bagi remaja dan juga orangtua. Bagaimana tidak, pada fase ini remaja mengalami transisi dari masa kanak-kanak dan dewasa. Ketika masih kanak-kanak semua serba mudah dan bebas, pada tahap remaja individu sudah mulai memikirkan tentang dirinya. Tak salah jika fase remaja juga kerap disebut sebagai fase “storm and stress”.

Lalu, bagaimana peran orangtua pasa fase ini? Untuk menghadapi “badai”, remaja butuh sosok yang dapat mereka jadikan mentor, dan salah satunya yang terdekat adalah orangtua. Mengatur berlebihan salah, membebaskan juga salah, sehingga seolah-olah semua serba salah. Tentunya orangtua harus tau apa yang anak mereka inginkan dan tidak inginkan, sehingga saat berkomunikasi maupun berinteraksi orangtua sudah tahu apa yang harus mereka lakukan guna kebaikan bersama. Berikut tips berkomunikasi dengan remaja:

  1. Jangan menggurui
  2. Simpan rahasia dengan baik
  3. Dengarkan, dengarkan, dan dengarkan
  4. Jangan lupa untuk memberi pujian
  5. Remaja harus tahu dan paham bahwa orangtua mereka sangat menyayangi mereka
  6. Dampingi

 

“Dear parents, they said that if you never been hated by your child, you have never been a parent”

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *