Pubertas pada Anak

Usia Sekolah Dasar merupakan fase di mana anak sangat membutuhkan orang tua mereka guna pembentukan jati dirinya (Jahja, 2011). Di usia ini pula lingkungan sangat berpengaruh terhadap kepribadian anak (Jahja, 2011). Melihat pentingnya perkembangan anak di usia ini, pada 13 Desember 2018 lalu, Bapak Ersa Lanang Sanjaya, S.Psi., M.Si atau yang akrab disapa Pak Ersa berkesempatan untuk mengisi seminar di SD Xin Zhong untuk para orang tua maupun wali murid siswa kelas 4-6 SD. Menurut Pak Ersa, jenjang ini merupakan usia rawan bagi anak di mana seksual mereka sudah mulai aktif dan mulai terbentuk pula seks sekunder serta seks primer mereka.

Pubertas kerap ditemui pada kelompok usia ini, di mana secara psikologis anak akan tertarik dengan lawan jenisnya. Pubertas sendiri merupakan masa di mana adanya perubahan fisik, psikis, serta kematangan seksual (Latifah, Kusminatun, & Ratnaningsih, 2016). Anak harus tahu akan fungsi-fungsi organ fertilitas mereka, di mana orang tua sudah harus mulai memberikan sex education kepada anak. Pubertas sendiri terjadi akibat meningkatnya hormon gonadotropin yang akhirnya memicu tumbuhnya seks sekunder serta organ reproduksi (Batubara, 2010). Melihat akan adanya berbagai perubahan pada diri anak, orang tua sebagai tempat pendidikan utama bagi anak diharap untuk selalu mendukung dan selalu ada bagi anak-anak mereka.

 

Referensi :

Batubara, J. R. L. (2010). Adolescent development (perkembangan remaja). Sari Pediatri, 12(1), 21-29.

Jahja, Y. (2011). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Kencana.

Latifah, H., Kusminatun., & Ratnaningih, D. (2016). Tingkat pengetahuan tentang pubertas pada remaja putri kelas VIII di SMP MUHAMMADIYAH III Depok Sleman. Jurnal Permata Indonesia, 7(1), 1-9.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *