Presentasi Kepuasan Pernikahan di SIBR

Presentasi Kepuasan Pernikahan di SIBR

                Pada tanggal 30 September – 1 Oktober yang lalu, salah satu dosen fakultas Psikologi Universitas Ciputra mengikuti konferensi SIBR, yaitu Society of Interdisciplinary Bussiness Research, yang diadakan di Hongkong. Dalam Konferensi ini, Theda Renanita, S.Psi., M.A., mempresentasikan hasil riset yang telah ia lakukan bersama dengan Prof. Dra. Jenny Lukito Setiawan, M.A.,Ph.D.,Psikolog.

Riset yang dilakukan ini merupakan HIBA penelitian dari DIKTI, dimana di dalam penelitian ini ada beberapa dosen psikologi Universitas Ciputra yang turut berperan di dalamnya, antara lain, Prof. Dra. Jenny Lukito Setiawan, M.A.,Ph.D.,Psikolog,Theda Renanita, S.Psi., M.A., Jendy dan Cita Tri Kusuma, S.Psi. Hasil riset ini tidak hanya dipresentasikan di Hongkong, tetapi ada juga sebagian yang di presentasikan di Singapura.

Penelitian yang dipresentasikan di SIBR adalah tentang “Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pernikahan pada wanita yang bekerja dan tidak bekerja”. Bu Theda, juga membagikan tentang hasil penelitian yang telah beliau lakukan selama 2 tahun ini, dimana dari 4 variabel independen yang di uji, yaitu : komunikasi, resolusi konflik, intimacy sexual dan relasi finansial, ternyata dari hasil analisis pada wanita yang bekerja kepuasan pernikahan dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu : komunikasi, intimacy sexual dan relasi finansial. Sementara pada wanita yang tidak bekerja, faktor yang mempengaruhi kepuasan pernikahan adalah relasi finansialnya, hal ini dikarenakan wanita yang tidak bekerja sumber pendapatannya hanya berasal dari suaminya, jadi jika suami tidak dapat memenuhi maka ini menjadi pengaruh bagi kepuasan pernikahan. Untuk wanita bekerja ke 3 faktor tersebut sangatlah penting, karena intimacy sexual dan komunikasi merupakan hal sulit untuk dilakukan karena keterbatasan waktu yang mereka miliki, dalam hal relasi finansial juga pasangan yang sama-sama bekerja menemukan kesulitan, dikarenakan adanya 2 sumber pendapatan, sehingga mereka harus membuat kesepakatan tentang pengeluaran rumah tangga mereka.

Namun dari keempat faktor yang mempengaruhi kepuasan pernikahan, ada satu faktor yang tidak mempengaruhi kepuasan pernikahan yaitu resolusi konflik. Menurut bu Theda, hal ini bisa saja disebabkan oleh kultur Indonesia, dimana dalam kultur kita, laki-laki dianggap yang paling berperan atau dominan, sehingga dalam mengambil keputusan wanita cenderung menyerahkan pengambilan keputusan terhadap suatu masalah kepada laki-laki atau suami. Bu theda juga mengatakan bahwa dengan adanya satu faktor yang tidak mempengaruhi kepuasan pernikahan, yaitu resolusi konflik, ini bisa diteliti lebih lanjut lagi, apa yang membuat resolusi konflik tidak mempengaruhi kepuasan pernikahan.

Bu Theda juga membagikan kesan dan insight yang beliau dapatkan selama beliau berada di Hong Kong. Selama beliau berkunjung ke Hongkong, beliau bersama beberapa dosen Universitas Ciputra lainnya sempat mengunjungi salah satu universitas di Hongkong, yaitu University of Hongkong.

Dalam konferensi SIBR tersebut bu Theda bertemu salah satu mahasiswa UGM yang juga menjadi salah satu peserta di konferensi SIBR tersebut, mahasiswa tersebut tidak disponsori oleh universitasnya, melainkan ia mencari sendiri sponsor yang mau membiayai keikutsertaannya di SIBR. Mahasiswa itu berhasil mendapat sponsor dan berangkat ke Hongkong. Selain masalah pembiayaan, bu Theda juga menjelaskan bahwa rasa percaya diri mahasiswa tersebut yang patut diikuti karena mereka berani untuk tampil dan mempresentasikan hasil riset mereka.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *