Ngomongin Seks Anti Tabu: Kuliah Tamu Psikologi Pernikahan dan Keluarga

Ngomongin Seks Anti Tabu: Kuliah Tamu Psikologi Pernikahan dan Keluarga

Ketika bicara tentang seks, banyak dari kita yang langsung menaruh telunjuk di depan bibir dan membunyikan shhh…

Perbincangan tentang seks di kalangan orang Timur masih tergolong tabu. Padahal menurut Maslow dalam teori kebutuhannya, seks merupakan kebutuhan paling dasar dari manusia.

Dr. Hudi Winarso, Mkes., Sp.And selaku pembicara

Mengingat hal itu, PSY UC mendatangkan narasumber yang ahli di bidang tersebut, yaitu Dr. Hudi Winarso, M.kes., Sp.And. yang juga merupakan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra. Beliau membahas makna Seks dalam Pernikahan. Dalam kuliah tamu ini, beliau mengawali pembahasan tentang mitos-mitos yang masih hidup di wilayah kita tentang seks dan dihubungkan dengan fakta medisnya. Kemudian beliau menjelaskan tentang istilah dan organ-organ yang terlibat dalam seks. Di sini dijelaskan peran manusia dalam seks agar dapat mengindari perilaku seks di luar normal.

Selain itu, beliau juga membahas bahwa seksualitas merupakan hubungan 4 aspek, yaitu:

  1. Faktor Biologis.

Setiap manusia bisa mendapatkan stimulasi terkait seks melalui 5 indera kita. Misalkan saja, ketika seorang pria yang langsung terangsang saat dihadapkan dengan wanita yang berbusana minim bahan atau wanita yang langsung mengigit jadi ketika melihat pria gagah dan perkasa membantunya.

  1. Faktor Psikologis.

Dalam faktor psikologis dibahas pengaruh stress dalam minat seksualitas. Contoh, ketika orang tidak bisa mengolah tingkat stres, maka tingkat minat seksualitasnya akan berkurang.

  1. Faktor Kultural.

Budaya setempat juga bisa mempengeruhi seksualitas. Misalkan saja koteka yang digunakan bukan untuk menarik hasrat seksualitas melainkan karna tradisi.

  1. Faktor Fisiologis

Proses dalam tubuh kita juga bisa berpengaruh dalam seksualitas. Misalkan saja ereksi pada pria setiap terstimulasi dengan hal hal terkait seks

Kuliah tamu asyik bersama pembicara dan Prof. Jenny selaku pengampu mata kuliah Psikologi pernikahan dan keluarga

Pembahasan seperti ini memang dibutuhkan untuk mengantisipasi perilaku seks pra nikah yang tidak sehat. Hal ini disetujui oleh mahasiswa PSY UC yang mengikuti kuliah tamu tersebut. “Aku senang akhirnya bisa tahu tentang pentingnya seks dalam pernikahan dan bahayanya seks pra nikah,” ujar Yuli (PSY UC 2016). “Ketika belajar tentang ini awalnya masih geli-geli gimana gitu, tapi lama-lama sadar bahwa seks memang nalurinya manusia dan hal ini harus dikontrol. Bagusnya lagi dibahas secara medis, cocok untuk mahasiswa yang kepo pembahasan secara logikanya, karena selama ini dibahas dari segi moral saja,” ujar Agata (PSY UC 2017)

Di akhir kuliah tamu, beliau juga mengingatkan bahwa perilaku seks ini dilakukan bagi pasangan yang sudah menikah karna kebutuhannya untuk bereproduksi. Jadi, seks bukan untuk main main ya teman!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *