Nggak Selalu Happy, Kuliah Luar Negeri Bisa Picu Depresi Jika Tidak Ditangani

Nggak Selalu Happy, Kuliah Luar Negeri Bisa Picu Depresi Jika Tidak Ditangani

Photo by Erik Odiin on Unsplash

 

Menerima beasiswa atau mendapatkan kesempatan untuk kuliah di luar negeri menjadi salah satu momen yang sangat membahagiakan bagi kita. Potensi kesuksesan karier dan pengalaman baru terlihat di depan mata.

Tapi nyatanya, kebahagiaan itu ternyata dibarengi dengan rasa cemas dan tertekan loh, Guys. Perasaan itu bahkan bisa menjadi depresi.

Memang seperti apa penjelasannya? Nah, Riliv punya penjelasannya, nih.

 

Kan sudah beruntung kuliah di luar negeri, kenapa sih malah berpotensi terkena depresi?

Photo by Oleksandr Pidvalnyi from Pexels

Jangan salah, memutuskan untuk pergi ke tempat yang tidak familiar dan harus hidup sendiri di sana tidak sepenuhnya terkesan menyenangkan. Banyak hal baru bukan berarti kita bisa menikmati semuanya tanpa ada rasa takut dan tidak nyaman.

Di samping rasa bahagia, hal yang paling sering dirasakan oleh mahasiswa perantauan adalah perasaan cemas dengan tempat baru yang ingin mereka tuju. Akan muncul perasaan cemas dalam diri mereka, ketika mereka memutuskan untuk meninggalkan kampung halamannya.

Apakah mereka bisa menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada di sana? Bagaimana jika terjadi sesuatu di tempat yang baru dan tidak ada orang yang bisa menolongnya? Semua itu berputar dalam pikiran mereka.

Salah satu contoh masalah yang paling sering dialami para mahasiswa adalah perbedaan bahasa, terlebih jika kita pergi ke negara yang tidak menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa utamanya.

Salah satu teman penulis yang kuliah di Jerman pernah mendapati masalah ini. Walaupun dia sudah belajar Bahasa Jerman selama 1 tahun, namun berkomunikasi dengan orang Jerman secara langsung menjadi kesulitan tersendiri. Pernah, dia menghindari orang-orang yang berbahasa Jerman selama 2 minggu penuh karena merasa tidak nyaman dengan kemampuannya berkomunikasi.

Belum lagi kamu akan merasakan kangen dengan rumah, culture shock, bahkan bisa merasa kecewa dengan kehidupan barunya yang tidak sesuai ekspektasi, hingga akhirnya merasakan depresi.

Bagaimana cara mengatasi agar kita nggak terkena depresi saat kuliah di luar negeri?

Agar kalian tidak mengalami hal yang sama ketika melanjutkan kuliah ke luar negeri, kalian bisa melakukan pencegahan sebelum semua itu terjadi. Ada beberapa cara sederhana untuk melakukannya, antara lain:

Cara yang paling mudah, persiapkan psikis kita dengan bertemu profesional

Jika memang kita merasakan kecemasan yang tinggi sebelum pergi, maka perlu kita hilangkan sebelum kita pergi. Cara yang paling baik dan nyaman adalah berkonsultasi dengan psikolog profesional. Berkonsultasi akan mampu membuka pikiran kita agar bisa menilai dengan baik apakah kecemasan yang kita rasakan benar atau salah.

Psikolog profesional mampu menangani kecemasan dengan baik sehingga potensi kita untuk bisa menghilangkan rasa cemas kita akan tinggi.

 

Ekspresikan diri dalam media kreatif

Photo by Erik Mclean on Unsplash

Jika kamu suka menulis? Maka tulislah ceritamu. Jika suka menggambar, menyanyi, olahraga, maka kamu juga bisa menyalurkannya pada apa yang kamu suka. Melakukan semua itu bisa membuat pikiran kita tenang sebelum berangkat.

Karena kamu akan hidup sendiri, jangan lupa terbuka pada orang lain

Membuka diri menjadi salah satu kunci yang sangat penting buat kalian yang akan berkuliah di luar negeri. Jika terjadi apa-apa, tidak akan ada yang bisa menolongmu kecuali orang sekitarmu. Jadi, bangunlah hubungan dengan melakukan keterbukaan kepada mereka.

Terus jaga kondisi tubuh dan pola makan

Menjaga kesehatan sangat penting untuk kamu. Kamu perlu konsisten berolahraga dan keluar rumah. Hal itu semata-mata untuk menjaga kondisi diri dan pikiran-pikiran negatif yang muncul tentang tempat baru yang kamu tempati.

Cari kelompok baru dan kegiatan dari komunitas yang ada di sana

Salah satu cara menghindari depresi yang paling ampuh adalah dengan menghindari segala penyebab/pikiran-pikiran negative yang tumbuh pada diri kita. Kita harus benar-benar menghindarinya dengan menyibukkan diri pada kegiatan-kegiatan lain yang membuat kita tidak ingat tentangnya. Kegiatan di lingkungan bisa mengurangi culture shock dan membangun rasa nyaman dengan lingkungan sehingga kita juga mulai merasa nyaman di sana.

Itu tadi beberapa cara sederhana untuk menghindarinya. Buat kamu yang ingin kuliah di luar negeri, semoga kamu bisa mempersiapkan diri dengan baik ya, karena persiapanmu akan mempengaruhi kehidupanmu di sana.

 

Referensi:

  1. https://www.gooverseas.com/blog/dealing-with-depression-while-studying-abroad
  2. https://www.theguardian.com/education/mortarboard/2013/sep/12/what-its-like-to-be-an-international-student
  3. https://www.thedp.com/article/2017/02/international-students-mental-health

 

Written by Indra Dwi Prakoso

 

Konten ini merupakan kerjasama antara Fakultas Psikologi Universitas Ciputra dengan Riliv. Riliv adalah startup konseling online dengan psikolog nomor 1 di Indonesia. Riliv senantiasa mengajak masyarakat untuk lebih sadar dengan kesehatan mental mereka. Kunjungi http://riliv.co/rilivstory untuk informasi lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *