Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur pada Anak, Bagaimana Caranya?

Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur pada Anak, Bagaimana Caranya?

Di era yang semakin berkembang ini, memiliki jiwa entrepreneurship merupakan suatu keharusan supaya bisa terus bersaing dengan dunia. Jiwa entrepreneur ada baiknya ditanamkan sejak kecil. Akan tetapi, penanaman jiwa entrepreneur pada anak tidaklah mudah dan tentu banyak rintangannya. Sebagai orangtua yang ingin menanamkan jiwa entrepreneur pada anak, perlu mempertimbangkan berbagai macam hal, mulai dari pola asuh yang diterapkan pada anak, hingga mempertahankan kualitas pernikahan.

“Kualitas pernikahan orangtua dapat mempengaruhi jiwa entrepreneur anak”. Benarkah pernyataan tersebut? Untuk mengetahui jawabannya, Prof. Dra. Jenny Lukito Setiawan, S.Psi., M.A., Ph.D., Psikolog. mengadakan sebuah seminar parenting dengan tema “Building Entrepreneurial Children”, pada Sabtu, 27 April 2019 silam. Seminar ini bertujuan untuk mengembangkan karakter entrepreneurial anak melalui kualitas pernikahan orangtua.

Prof. Jenny menjelaskan tentang pola-pola pengasuhan anak, dan pola mana yang baik dan tepat untuk diterapkan dalam mengasuh anak. Beliau juga menjelaskan tentang penanaman jiwa entrepreneur pada anak dengan menerapkan 7 competence of entrepreneurship, yaitu moral integrity, high sense of achievement, life long learning, networking, opportunity creation, creativity and innovation, dan calculated risk taking. Sebagai contoh, beliau menjelaskan bagaimana cara menanamkan calculated risk taking pada anak, dengan mengetahui apa saja yang dapat menghambat anak-anak untuk dapat mengerti risiko yang akan dihadapi dan bagaimana cara mengatasi permasalahan tersebut. Sebagai seorang psikolog klinis yang berkecimpung di dunia pernikahan dan keluarga, Prof. Jenny mengungkapkan bahwa kualitas pernikahan yang baik dalam keluarga sangatlah penting supaya anak dapat mendapatkan materi-materi yang telah disampaikan oleh beliau sebelumnya.

 

Seminar terbagi menjadi 2 sesi dan dalam setiap sesi diberikan kesempatan pada teman-teman mahasiswa Psikologi Universitas Ciputra angkatan 2018, yaitu Josefanny dan Merrine Fajar untuk membagikan pengalamannya terkait pola asuh yang diterapkan oleh orangtua mereka dan proses penanaman 7 competence of entrepreneurship yang dilakukan oleh orangtua mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *