Memicu Keinginan Bunuh Diri, Ini Fakta Seputar Mahasiswa yang Susah Tidur

Memicu Keinginan Bunuh Diri, Ini Fakta Seputar Mahasiswa yang Susah Tidur

Apa kamu mahasiswa yang susah tidur di malam hari? Tenang, kamu nggak sendirian. Studi menunjukan lebih dari 60% mahasiswa mengalami masalah sulit tidur, bahkan 7,7% dari mereka terkena gangguan insomnia, loh.

Di bawah ini, riliv akan menjelaskan berbagai hal yang berkaitan dengan kondisi mahasiswa yang susah tidur. Langsung aja kita lihat sama sama, yuk.

 

Bagi mahasiswa yang susah tidur, kamu perlu sadar, kurang tidur bisa memberikan banyak dampak buruk buat kita, loh.

Photo by Hutomo Abrianto on Unsplash

Bukan malah mendapatkan nilai yang bagus, kurang tidur ternyata bisa menurunkan kualitas nilai kita selama perkuliahan, loh. Kok bisa? ada beberapa alasan kenapa hal itu terjadi.

Mahasiswa yang kurang tidur, tingkat kefokusannya pasti akan menurun. 

Orang yang kurang tidur pastinya akan mengantuk terus menerus, walaupun secara kadar berbeda-beda. Kondisi ini bisa menyebabkan tingkat kefokusan kita akan semakin menurun. Informasi apapun yang kita terima, pastinya tidak akan bisa terserap secara optimal.

Selain itu, sangat berbahaya sekali bagi mahasiswa yang pulang pergi menggunakan kendaraan jika sering mengantuk di jalan.

National Center for Biotechnology Information melakukan survey kepada 1.039 mahasiswa, dan hasilnya 16% dari mereka mengakui sering mengantuk ketika berkendara dan 2% menyatakan pernah mengalami kecelakaan dikarenakan mengantuk di jalan.

Jadi, hati-hati, nih, buat kamu yang pulang pergi rumah-kampus. Kamu disarankan untuk istirahat terlebih dulu sebelum berkendara.

Mahasiswa yang kurang tidur gampang sekali berpikiran negatif. Bahkan ada juga, loh, yang kepikiran bunuh diri…

Studi yang diterbitkan dalam Journal of Youth and Adolescence, mencoba meneliti para remaja yang berada di pinggiran kota di Fairfax County, Virginia. Mereka menemukan bahwa para remaja yang mengalami kurang tidur, 38% merasakan putus asa dalam hidupnya, bahkan 48% dari mereka pernah berpikir untuk melakukan bunuh diri.

Perasaan perasaan seperti ini pastinya akan sangat mengganggu studi kita, bahkan bisa juga berpengaruh di kehidupan sehari-hari, loh. Jadi, mulai pikir-pikir lagi, deh, kalo pengen begadang. Kalau keterusan, kamu bisa mengalami susah tidur, loh.

 

Tapi, emang kenapa sih para mahasiswa begadang?

Source from careeraddict.com

Banyak banget alasan kenapa kamu, para mahasiswa, begadang. Dari semua alasan, ada beberapa yang hampir dimiliki oleh tiap mahasiswa, nih.

  • Rutinitas kegiatan yang sering tidak teratur
  • Jam biologis yang berubah
  • Kebanyakan kegiatan di luar kuliah dari waktu SMA
  • Pekerjaan sampingan untuk pemasukan tambahan
  • Intensitas belajar mendekati ujian

Beberapa hal itu bukah hanya menyebabkan waktu kita berkurang, tapi juga membuat kita malah kesusahan jika ingin tidur. Kebiasaan itu jika terus berlanjut bisa menyebabkan insomnia, loh.

Tapi, idealnya berapa jam, sih, kita tidur dalam sehari?

Banyak orang bilang, tidur yang ideal itu 8 jam sehari. Namun, lamanya tidur seseorang itu sebenarnya tergantung dari umur mereka. Untuk para remaja yang masih duduk di bangku SMA, idealnya mereka tidur 10 jam sehari. Sedangkan untuk para mahasiswa, baiknya kalian tidur 7-9 jam sehari.

Gimana caranya bisa memenuhi kuota tidur yang ideal buat mahasiswa yang susah tidur?

Sebenarnya ada beberapa cara agar kondisi susah tidur bisa di hilangkan. Beberapa saran sederhana ini mungkin bisa membantu kamu.

 

Jika ingin tidur siang, lakukan dengan benar.

Dr. Aneesa Das, MD, Assistant Director of The Ohio State Sleep Disorders Center, mengatakan, jika kita ingin tidur dengan nyenyak di malam hari, kita harus mulai menghindari tidur siang.

Kalau kamu benar-benar butuh tidur siang, maka lakukan itu sebelum jam 4 sore selama 20 sampai 30 menit. Hal itu bertujuan untuk menghindari perasaan tidak puas ketika dibangunkan tiba-tiba saat menjalani siklus tidur.

 

Hindari kafein setelah sore hari.

Photo by Jessica S. Irvin on Unsplash

Ngak dapat di pungkiri, kafein menjadi senjata para mahasiswa agar bisa terus menerus fokus belajar kapan pun dia mau.

Masalahnya, kafein bisa bereaksi hingga delapan jam setelah kamu meminumnya. Meski pada akhirnya kamu bisa tepat waktu, tidurmu tidak akan nyenyak  dan kurang bisa menyegarkan dari yang seharusnya.

Jika ingin minum kopi, minumlah sebelum sore hari.

 

Kurangi penggunaan gadget sebelum tidur.

Spesialis tidur, Dr. Whitney Roban, menyatakan bahwa para mahasiswa harusnya berhenti menggunakan perangkatnya kurang lebih satu jam sebelum tidur.

Hal itu dikarenakan blue light dari elektronik bisa membuat otak kita berpikir bahwa kamu tidur di waktu siang dan membuat tubuh mengurangi melatonin yang dikeluarkannya sehingga membuatmu lebih sulit tertidur.

 

Dan, jika semua itu sudah terjadi… cara yang paling ampuh mengatasi susah tidur yakni dengan meditasi.

Dengan meditasi, kamu akan bisa menenangkan pikiran dengan baik. Pikiran yang semakin tenang akan membuat metabolismemu menurun perlahan sehingga kamu bisa cepat tidur dan kualitas tidurmu semakin baik. Jadi, mulai lakukan meditasi jika kamu ingin memperbaiki kualitas tidurmu.

 

Itu tadi penjelasan singkat tentang kondisi mahasiswa yang semakin sulit untuk tidur tepat waktu. Jika kamu juga mengalaminya, semoga pemecahan itu bisa bermanfaat, ya.

 

Refrensi:

  1. https://www.affordablecollegesonline.org/college-resource-center/guide-to-sleeping-for-college-students-and-teens/
  2. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5536318/

 

Written by Indra Dwi Prakoso

 

Konten ini merupakan kerjasama antara Fakultas Psikologi Universitas Ciputra dengan Riliv. Riliv adalah startup konseling online dengan psikolog nomor 1 di Indonesia. Riliv senantiasa mengajak masyarakat untuk lebih sadar dengan kesehatan mental mereka. Kunjungi http://riliv.co/rilivstory untuk informasi lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *