Konseling Online sebagai Bentuk Alternatif Praktik Psikologi

Konseling Online sebagai Bentuk Alternatif Praktik Psikologi

Di tengah pandemi covid-19 ini, kebutuhan untuk melakukan segala sesuatunya dengan metode online, seakan sudah menjadi kebutuhan dasar. Salah satu contohnya, konseling online. Meskipun sedang dalam masa pandemi, beragam masalah psikologi yang kerap melanda manusia tetap ada. Tentu saja hal ini membuka peluang bagi praktisi-praktisi psikologi untuk dapat tetap melakukan konseling dan dimediasi dengan media online.

Sebagai bentuk pembekalan untuk mahasiswanya yang nanti juga akan terjun sebagai praktisi psikologi setelah lulus, pada Jumat, 17 April 2020, Fakultas Psikologi Universitas Ciputra mendatangkan Bapak Audrey Maximillian Herli selaku Co-Founder dan CEO Riliv sebagai dosen tamu dalam mata kuliah Psikologi Konseling. Riliv sendiri merupakan sebuah aplikasi yang menyediakan layanan konseling online dan sudah berdiri sejak tahun 2015.

 

 

Sebagai start-up bisnis di bidang psikologi, Riliv sudah banyak mendapatkan penghargaan, salah satunya adalah penghargaan dari Google sebagai Pemenang utama Google Android #SatuMulai kategori Best Impactful Startup 2015. Tentu saja hal ini membuat mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Ciputra bisa belajar banyak dari Pak Maxi.

Riliv sendiri berdiri dengan berangkat dari banyaknya problem seputar isu-isu mental health, stigma yang buruk di tengah masyarakat mengenai pergi ke psikolog, biaya yang tidak murah untuk mengakses professional helper, dan lain sebagainya. Saat ini, Riliv sudah ditemani banyak konselor berlisensi untuk mempermudah layanan konseling mereka. Riliv juga bekerja sama dengan HIMPSI dalam melakukan perekrutan konselor berlisensi.

Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa juga dapat belajar dari Pak Maxi bagaimana mengelola bisnis start-up sehingga bisa tetap sustainable dan bermanfaat bagi banyak orang. Salah satu poin menarik yang disampaikan oleh Pak Maxi dalam kuliah tamu ini adalah, “Semua orang bisa punya ide, tapi tidak semua orang bisa mengeksekusinya dengan baik.” Saat ini, Riliv sudah diunduh oleh lebih dari 1.000 pengguna dan sudah menyelesaikan 1.200 kasus dalam konseling online-nya.

 

 

“Dari kuliah tamu ini, saya belajar kalau kita bisa menyelamatkan orang setiap saat melalui aplikasi Riliv ini, yaitu ketika seseorang sewaktu-waktu mengalami masalah yang begitu berat, orang tersebut juga dapat langsung melakukan sesi konseling online, tanpa harus susah-susah mencari kenalan konselor offline. Saya juga juga belajar bahwa pada saat kuliah, yang terpenting adalah mempunyai tujuan ketika lulus dengan melihat peluang yang ada dan didasari keinginan membantu orang lain, serta menjalani banyak pengalaman sebagai bahan belajar untuk menciptakan bisnis yang lebih baik di masa mendatang.”, tutur Tifani Meilianawati, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Ciputra yang mengikuti kuliah tamu ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *