Ketika Anak Menolak Pergi ke Sekolah

Ketika Anak Menolak Pergi ke Sekolah

Pernahkah Anda mengalami kejadian ini?

 

Anak: Ma, kalau hari ini tidak usah pergi ke sekolah, gimana?

Anda: Lho, kenapa?

Anak: Iya, Ma, aku lagi nggak pengen ke sekolah. Boleh ya, Ma? Please…

Anda: ???

 

Nah, jawaban apa yang akan Anda berikan? Membujuk/merayu agar si anak mau pergi ke sekolah? Atau meng-iya-kan, karena si anak kan juga butuh istirahat?

inquirer.com

 

Anak-anak kadang berharap untuk bisa tidak pergi ke sekolah. Alasannya bisa berbagai macam, antara lain: bosan belajar, takut pada teman sekelas, takut dimarahi oleh guru, teman baiknya berteman dengan anak lain, atau keengganan untuk meninggalkan orangtua, dan alasan lainnya. Kesulitan ini bisa saja cepat terselesaikan atau terlupakan dan mereka melanjutkan kembali bersekolah. Ada juga anak yang menolak pergi ke sekolah terus-menerus, tetapi masih mau pergi ke sekolah. Tetapi tak jarang pula ada anak yang benar-benar menolak dan tidak pergi kesekolah untuk waktu yang cukup lama.

 

Perbedaan Membolos dan Menolak Pergi ke Sekolah

Terdapat perbedaan antara membolos dan menolak pergi ke sekolah. Meskipun membolos juga menampilkan perilaku tidak masuk sekolah, anak-anak yang membolos tidak memiliki masalah-masalah psikologis yang menyertai. Hanya saja, mereka memilih untuk tidak masuk sekolah. Sebaliknya, anak-anak yang menolak pergi ke sekolah bisa saja menginginkan pergi ke sekolah tetapi mereka tidak bisa pergi. Membolos seringkali dihubungkan dengan masalah perilaku, sedangkan menolak pergi ke sekolah dihubungkan dengan kecemasan dan rasa takut.

youaremom.com

 

Anak yang menolak pergi ke sekolah,memiliki ciri-ciri seperti:

  • Menolak pergi ke sekolah dan diikuti dengan ketidakhadiran untuk waktu yang cukup lama.
  • Berada di rumah saat jam sekolah dengan sepengetahuan orangtua, dibandingkan dengan menyembunyikan dari orangtua.
  • Munculnya permasalahan emosi, seperti: cemas, tidak bahagia, atau merasa sakit tanpa penyebab yang jelas (yang akan hilang saat anak diijinkan untuk tidak pergi ke sekolah).
  • Tidak terdapat masalah perilaku.

 

Kategori Menolak ke Sekolah

Menolak pergi ke sekolah ternyata ada bermacam-macam kategorinya, antara lain:

  • Anak yang menghindari ketakutan atau kegelisahan terkait setting sekolah, baik secara umum maupun khusus. Bisa satu setting atau lebih, seperti: koridor, toilet, situasi ujian, atau guru tertentu.
  • Anak yang menghindari situasi permusuhan sosial. Kategori ini berfokus pada situasi di mana permasalahan utama berasal dari hubungan sosial yang tidak memuaskan dengan orang lain (teman dan/guru).
  • Anak yang mencari perhatian atau cemas saat berpisah dengan orangtua atau orang penting lainnya. Perilaku yang ditampilkan salah satunya adalah marah atau mengeluh sakit, di mana tujuannya adalah agar dapat tetap tinggal di rumah dengan orangtua atau orang penting lainnya.
  • Anak yang mendapatkan kesenangan tertentu jika tidak masuk sekolah. Anak yang masuk pada kategori ini berharap untuk mendapatkan dan/atau melakukan aktivitas yang menurutnya menyenangkan, seperti: menonton TV atau bermain game.

huffingtonpost.ca

 

Apa yang bisa kita lakukan?

Yuk kita bahas, hal-hal yang dapat dilakukan untuk membantu anak yang menolak pergi ke sekolah.

 

Modeling

Cara sederhana yang dapat kita lakukan adalah bersama-sama dengan anak mengobservasi seseorang (teman, guru, atau orang lain) dan tokoh (di film atau buku) yang mengalami permasalahan sama dengan anak. Lalu bagaimana cara tokoh-tokoh tersebut untuk dapat berdamai dengan permasalahan yang dialami, tanpa menghasilkan konsekuensi yang tidak menyenangkan. Setelah itu, pelan-pelan mintalah anak untuk melakukan hal seperti yang dilakukan oleh tokoh tersebut.

Social Skills Training

Bantulah anak untuk dapat menerima dan memahami perilaku orang lain dan memberikan respon yang tepat. Hal yang dapat dilakukan adalah membantu anak untuk dapat dengan terbuka dan tepat menyampaikan pendapat/ide yang dimiliki (asertif), keterampilan untuk dapat mendengarkan orang lain, memahami ekspresi verbal dan non verbal, serta situasi orang lain.

Work with Teachers

Peran guru sangat penting, baik mengidentifikasi kesulitan-kesulitan yang mungkin anak alami ditahap awal, ataupun menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung. Membangun hubungan dan komunikasi yang baik dan terbuka dengan guru dan/atau sekolah sangat dibutuhkan agar semua pihak dapat bekerjasama untuk menolong anak menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.

Go Find Help from Professional

Hal ini dapat dilakukan pada kasus-kasus anak yang menolak pergi ke sekolah yang terjadi dalam rentang waktu yang lama. Jika hal ini terjadi, maka ada baiknya orangtua berkonsultasi kepada tenaga professional, seperti psikolog.

 

 

Ditulis oleh: Meilani Sandjaja, S.Psi., M.Psi., Psikolog.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *