Setelah beberapa kali melakukan kerja sama dengan universitas dari Malaysia dan China, kali ini mata kuliah Psikologi Seksual Fakultas Psikologi Universitas Ciputra mengadakan kegiatan joint class yang berkolaborasi dengan mahasiswa IMU Malaysia untuk membahas dan mempelajari ilmu seksualitas dan kemudian membuat sebuah konten psikoedukasi tentang sex education. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya sex education yang masih sangat rendah sampai hari ini. Kegiatan ini berjalan selama bulan Oktober sampai November 2021, diawali dengan perkenalan dan pembagian kelompok pada tanggal 8 Oktober 2021 dan diakhiri dengan presentasi pada tanggal 5 November 2021.

Sebanyak 43 mahasiswa mengikuti mata kuliah kolaborasi ini. Mahasiswa-mahasiswa tersebut adalah gabungan dari mahasiswa Universitas Ciputra dan IMU Malaysia. Mereka dibagi menjadi 7 kelompok dengan anggota yang bercampur antara UC dan IMU. Setiap kelompok membuat konten dengan tema berbeda-beda yang mengangkat permasalahan seksual yang ada di masyarakat.

Dari presentasi dan project yang sudah terkumpul, kemudian dipilih 2 kelompok terbaik. Kelompok yang menempati posisi pertama adalah kelompok yang beranggotakan Grace Tesabela Koamesah (UC), Angelina Arum Wulandari (UC), Anastasia Laura (UC), Immanuel Yulianto (UC), Celine Poon (IMU), Yuveisya A/P Krishnamoorthi (IMU), dan Amira Ahmad Kamel (IMU). Kelompok ini menyajikan presentasi yang mengangkat topik mengenai masalah remaja yang banyak hamil di luar pernikahan.

Kelompok kedua terbaik adalah kelompok yang beranggotakan Harnadia Firsya Difa (UC), Veishnawee A/P G.Jayandran (IMU), Timothy Low (IMU), Laura Thessalonica Oko (UC), Rebecca Hananiah (UC), dan Novita Sariling Ling (UC). Kelompok ini menyajikan presentasi dengan mengangkat judul “Porn Addiction” yang menjelaskan dengan detail bahayanya adiksi terhadap konten pornografi.

Sekian informasi tentang joint class yang diadakan antara Fakultas Psikologi UC Surabaya dan IMU Malaysia. Semoga kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bukan hanya bagi mahasiswa tetapi masyarakat yang menikmati konten psikoedukasinya.

Menu