Hubungan Sehat, Masa Depan Cerah

Hubungan Sehat, Masa Depan Cerah

 

UC Rayakan Hari Pahlawan dengan berbagai Pengetahuan

SURABAYA – Euodia Rehuella Kosasih serta Kezia Prizatna lancar dan serius menyampaikan materi kepada para pelajar SMA di ruang psikologi Universitas Ciputra kemarin (10/11). Laiknya para ahli, satu per satu persoalan pacaran yang ditanyakan peserta dijawab dengan disertai analogi yang mudah dipahami. “Hubungan itu ibarat menggenggam sebuah butir telur, tidak bisa terlalu keras karena bisa retak dan bahkan hancur di tangan,” ujar Euodia.

Euodia dan Kezia merupakan dua di antara puluhan mahasiswa UC yang menjadi pemateri. Mereka merayakan Hari Pahlawan dengan berbagai pengetahuan dan saling mengedukasi cara membangun hubungan yang baik dan berkualitas kepada 120 peserta kemarin.

Menurut mereka, pacaran itu tidak untuk saling mengekang satu sama lain. Tidak pula untuk membatasi pasangan. Hubungan dibangun untuk saling memahami dan mengisi kekurangan. “Jangan banyak menuntut, tapi saling menuntut ke tujuan yang dicita-citakan bersama di masa depan,” tagas Kezia menguatkan penyampaian Euodia.

Seminar paralel itu sengaja melibatkan para mahasiswa sebagai pelaku. Selain menyadarkan mereka tentang membangun hubungan yang baik antar sesama, acara tersebut sekaligus melatih mereka agar paham dan peduli pada masalah yang menimpa generasi muda saat ini. “Pacaran salah satunya dan itu sudah banyak yang menghancurkan generasi saat ini,” ujar Prof Jenny Lukito Setiawan, pembimbing para pemateri.

Menurut dia, banyak generasi saar ini yang terjebak dalam hubungan pacaran yang keliru, bahkan tidak masuk akal. Menganggap pacaran hanya status, merasa memiliki pacar yang berlebihan, bahkan terjadi seks bebas. Keadaan tersebut berujung pada masalah berantai berupa kekerasan pacaran maupun pernikahan dini. “Masalah itu berantai dan berakibat pada hubungan setelah menikah. Baik berupa KDRT meupun berceraian,” jelas Jenny.

Atas dasar itu, pihaknya ingin membangun kepekaan naluri mahasiswanya untuk peduli pada masalah yang terjadi di sekitarnya. Merek tidak hanya diajari untuk sadar, tetapi juga diajak agar terpanggil untuk menyelesaikan masalah itu. Nah, bersamaan dengan perayaan Hari Pahlawan, mereka diajak berjuang bersama-sama menyelesaikan masalah tersebut.

“Lewat kegiatan ini, mereka tidak hanya merayakan Hari Pahlawan, tetapi juga dididik untuk berjuang menyelesaikan masalah bangsa seperti yang dilakukan para pahlawan kala itu,” tambahnya.

Dalam kegiatan itu, para peserta juga diberi kesempatan untuk konseling terkait sebuah hubungan. Atas bimbingan Jenny, mereka mendapatkan banyak arahan dan tip cara membangun hubungan yang baik untuk masa depan. “Saya jadi tahu bahwa pacaran itu ternyata bukan sekadar pacaran, melainkan keputusan untuk masa depan,” papar Alvien Ahmad Frazanery, peserta dari Home Schooling Pena. (his/c15/ady)

Sumber : Jawa-Pos.11-November-2018.Hal.23

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *