Expo Alat Ukur tentang Prokrastinasi si Zona Nyaman namun Tidak Aman

Expo Alat Ukur tentang Prokrastinasi si Zona Nyaman namun Tidak Aman

Fenomena prokrastinasi atau awamnya dikenal dengan penundaan dengan sengaja telah menjadi bagian dalam kehidupan manusia. Fenomena ini memang menjadi zona nyaman namun tidak aman bagi manusia. Nyamannya, individu dapat melakukan hal yang menyenangkan bagi dirinya. Tidak amannya, individu mengabaikan pekerjaan yang seharusnya dikerjakan di mana dapat menjadi ancaman dalam kehidupannya. Salah satu contohnya adalah prokrastinasi akademik, yaitu individu menunda mengerjakan tugas hingga akhirnya tugasnya terabaikan dan terancam mendapatkan nilai buruk atau bahkan tidak lulus.

Nah, fenomena ini tidak boleh dibiarkan karena akan menjerumuskan manusia ke dalam sifat tidak produktif. Fakultas Psikologi Universitas Ciputra menangkap keresahan ini dengan memberikan tugas pada mahasiswa yang mengambil mata kuliah Test Construction untuk membuat alat ukur prokrastinasi.

Pada 19 Oktober 2018, mata kuliah Test Construction  mengadakan expo alat ukur psikologis yang mengangkat teori tentang prokrastinasi. Peserta expo adalah mahasiswa PSY UC 2016 yang dibagi menjadi 4 kelompok di mana masing-masing memiliki spesifikasi alat ukur, seperti prokrastinasi akademik, prokrastinasi aktif, prokastrinasi non akademik, dan prokrastinasi pasif. Menariknya, alat ukur masa kini sudah tidak terpusat pada media cetak, namun juga skala online (website atau blog) dan aplikasi. Hal ini menjadi tantangan bagi mahasiswa untuk dapat berinovasi dengan menampilkan alat ukur yang sudah dibuat dalam bentuk yang lebih sesuai dengan masa kini. Dalam expo ini setiap mahasiswa diuji kemampuannya dan pengetahuannya terhadap alat ukur yang dibuatnya oleh tutor dan dosen, yaitu Ibu Lina Natalya, S.Psi., M.Si.

Ridwan Basar (PSY UC 2014) selaku tutor

Expo ini bertujuan untuk pengembangan kinerja mahasiswa dalam proses penyusunan skala ukur. “Dengan expo ini, mahasiswa menjadi lebih paham dengan konsep yang diajarkan di kelas dan praktiknya secara real karena mereka harus presentasi ke fasilitator tentang kualitas skala mereka,” ungkap Ridwan (PSY UC 2014) yang sekarang menjadi tutor di mata kuliah ini. Selain itu juga ada Mario (PSY UC 2015) dan Saraswati (PSY UC 2015) yang membantu adik kelasnya sebagai asisten dosen.

Di bawah ini adalah salah dua dari kelompok mahasiswa prokastinasi:

Kelompok Prokrastinasi Aktif

Kelompok Prokrastinasi Akademik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *