Bagaimana Menanggapi Pikiran untuk Bunuh Diri? Simak Ciri dan Langkahnya

unsplash.com

 

Sekarang ini, masyarakat Indonesia seringkali mendapatkan berita mengenai bunuh diri. Ya, fenomena bunuh diri akhir-akhir ini marak terjadi. Bahkan, Data Kepolisian Republik Indonesia pada 2020 melaporkan terdapat 671 kasus kematian akibat bunuh diri. Angka ini semakin meningkat seiring berjalannya waktu.

Hal ini tentu saja menjadi perhatian para mahasiswa, terutama mahasiswa psikologi. Fenomena bunuh diri yang semakin lama semakin bertambah, tentunya bersumber dari beberapa faktor. Terdapat faktor internal serta eksternal. Faktor internal meliputi; kecemasan berlebih, overthinking yang tak kunjung usai, menekan perasaan serta emosi. Serta beberapa faktor eksternal meliputi; lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, bullying, serta tekanan dari pihak luar.

Pengaruh lingkungan yang kurang mendukung, juga berdampak besar bagi kesehatan mental kita. Lingkungan yang buruk, akan menciptakan kesehatan yang buruk pula. Tanpa kita sadari, lingkungan yang buruk membawa pikiran serta kondisi mental kita terjerumus kepada hal yang buruk serta membebani kita.

Hal ini tentunya menjadi perhatian khusus bagi mahasiswa psikologi. Sebagai mahasiswa psikologi, kita harus menyadari mengenai kesehatan mental diri sendiri, serta orang lain. Kita juga harus waspada, jika seseorang di sekitar kita menunjukan gejala-gejala yang berhubungan dengan bunuh diri.

Beberapa tanda-tanda yang mengindikasikan seseorang untuk melakukan bunuh diri, contohnya sebagai berikut.

  • Membicarakan keinginan untuk bunuh diri atau mengakhiri hidup
  • Membicarakan kematian; ingin pergi jauh/selama-lamanya
  • Merasa tidak ada harapan; putus asa
  • Tidak ada alasan untuk hidup
  • Merasa menjadi beban bagi orang lain
  • Merasa terjebak
  • Merasa tidak kuat menahan sakit

Perhatikan pula bila seseorang atau diri sendiri mulai mencari cara berbahaya untuk melakukan bunuh diri seperti berikut.

  • Mencari akses terhadap senjata tajam, senjata api, atau racun mematikan.
  • Mencari tempat tinggi yang dapat digunakan untuk percobaan bunuh diri.
  • Mencari cara bunuh diri yang paling cepat atau tidak menyakitkan, terutama di internet

Lalu, bagaimana jika teman, saudara, atau bahkan kita sendiri menunjukkan indikasi adanya keinginan untuk bunuh diri? Kita perlu mendorong orang tersebut untuk tidak menyangkal perasaan maupun emosi yang hadir. Biarkan ia bercerita tentang perasaannya agar ia tidak memendam atau menekan perasaan serta emosi yang muncul. Yakinkan pula untuk berkonsultasi pada pihak profesional untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.

Selalu ingat bahwa akan selalu ada pihak yang dapat menolong kita meski di momen paling sulit sekali pun. Jangan ragu untuk berbicara pada orang yang dipercayai dan berkonsultasi pada tenaga profesional tentang perasaan kita!

Penulis: Laurencia Katleen Mahey

 

Referensi

Osborne, C. G. (2009). Seni Memahami Diri Sendiri. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Plotnik, R. (2005). Introduction To Psychology (7th ed.). Belmont: Wadsworth.

Menu