Academic Stress and How We Deal with It

Academic Stress and How We Deal with It

 

Kehidupan perkuliahan adalah periode waktu yang cukup stressful bagi mahasiswa. Mereka menjalani proses transisi dalam lingkungan akademik dan sosial yang baru. Demi mendapatkan gelar sarjana, mereka menemui banyak tantangan dalam mencapai performa akademik yang optimal. Dalam era ini, standar perkuliahan dan kompetisi antar mahasiswa meningkat. Hal ini membuat mereka harus menyelesaikan tugas dalam waktu yang terbatas, yang dapat membuat mereka menjadi stres. Fenomena inilah yang menggerakkan Ibu Meilani Sandjaja, S.Psi., M.Psi., Psikolog. untuk mengangkat topik mengenai Stres Akademik dalam kuliah tamunya bersama mahasiswa di University College Sedaya International (UCSI). Untuk kalian yang penasaran kuliah tamu yang diberikan beliau Kamis, 15 April 2021 lalu, artikel berikut bisa memberi gambaran besar sekaligus tips untuk mengatasi stres akademik kalian nih, simak terus ya! 

Apa itu Stres Akademik?

Stres merupakan hubungan antara individu dan lingkungannya, di mana individu tersebut mempersepsikan bahwa sumber daya yang ia miliki tidak dapat mengatasinya. Stres dapat terbagi menjadi 2: 

  1. Eustress : stres yang berdampak positif, dan dapat memunculkan perasaan berenergi dan semangat.
  2. Distress : stres yang berdampak negatif dan seringkali menimbulkan perasaan kecewa, terancam dan gagal. 

Stres akademik merupakan salah satu jenis stres yang muncul dari setting akademik seperti universitas. Stres akademik dapat muncul karena persepsi akan sebuah masalah, rasa frustrasi, bahkan antisipasi akan emosi negatif terhadap berbagai hal yang ada di lingkungan akademik. Tergantung dengan bagaimana individu mempersepsikannya dan juga sumber daya yang dimiliki, hal ini dapat menjadi eustress dan distress

Apa Penyebabnya?

Penyebab dari stres dikenal dengan istilah stressor. Stressor ini dapat berasal dari faktor internal (di dalam diri) maupun eksternal (di luar diri). Simak yuk stressor apa saja yang bisa menyebabkan stres akademik, agar kalian bisa meminimalisirnya:

Faktor Internal

  • Kurangnya kemampuan manajemen waktu
  • Skill sosial
  • Kegagalan dalam pencapaian akademik,

Faktor Eksternal

  • Tugas yang banyak
  • Kompetisi antar pelajar
  • Relasi yang buruk antar pelajar, pelajar dan pengajar, dan relasi pelajar dengan keluarganya
  • Masalah di rumah
  • Sistem penilaian
  • Ketersediaan SDM dan fasilitas 
  • Lama belajar
  • Lingkungan belajar

Apa Konsekuensi dari Stres Akademik?

Berdasarkan bagaimana seseorang dapat berpikir dan mengatasi stressor yang ia miliki, konsekuensi yang dihadapi akan berbeda. Terdapat 4 kategori dari konsekuensi yang dapat dialami seseorang, yaitu:

  1. Emotional : Kecemasan, depresi, tekanan psikologis
  2. Physiological : Menurunnya kinerja sistem pencernaan, detak jantung meningkat
  3. Cognitive : Konsentrasi yang buruk, berkurangnya kapasitas memori jangka pendek
  4. Behavioral : Bertambahnya perilaku absen, terganggunya pola tidur, dan menurunnya performa akademik

Bagaimana Kita Bisa Mencegahnya?

Mahasiswa menemui stressor dalam kehidupan perkuliahannya, namun persepsi akan stressor tersebut dan cara mengatasinya dapat bervariasi. Cara mahasiswa mengatasi stressor tersebut disebut dengan coping, di mana masing-masing punya cara yang berbeda untuk secara efektif menurunkan stres yang ia alami. Kamu bisa ikuti tips di bawah untuk mengatasi stres akademik:

1. Self-Management 

Manajemen diri adalah kemampuan individu untuk mengontrol emosi dan impulsnya secara efektif dalam berbagai situasi. Dengan memanajemen diri, kamu bisa mengontrol dirimu dan berpegang pada rencanamu sebelumnya. 

2. Time Management 

Dapat memanajemen waktu dengan baik merupakan salah satu kunci untuk menghindari stres akademik lho! Mengatur prioritas juga merupakan elemen manajemen waktu yang penting, di mana tugas yang penting dan urgent didahulukan. Untuk menentukan prioritas, kamu bisa coba menggunakan Eisenhower Matrix seperti yang ada di bawah lho! Dengan memanajemen waktu, tugas dan kewajiban yang harus dilakukan dapat diselesaikan dengan efektif.

3. Don’t procrastinate! 

Prokrastinasi menyebabkan seseorang menyelesaikan tugasnya pada saat-saat terakhir dari batas waktu yang ditentukan. Dengan begitu, tentu mengerjakan tugas menjadi lebih stressful dibandingkan saat-saat biasa. 

4. Get Ready for the Worst 

Merencanakan skenario terburuk dapat membantumu melihat resource apa saja yang kamu butuhkan dan bersiap untuk kemungkinan terburuk sekalipun. Tapi, jangan lupa untuk tetap berpikir positif ya!

5. Do Mindful Leisure Activities 

Masing-masing dari kita mempunyai kebutuhan dan aktivitas leisure yang kita senangi. Maka dari itu, hal seperti berjalan santai di sekitar rumah (dengan memakai masker), bertemu dengan teman (via video call ataupun secara nyata dengan menerapkan protokol kesehatan)  juga bisa dilakukan!

6. Create SMART Goals 

Menentukan goal akademik harus SMART juga lho teman-teman! Kalian bisa menerapkan prinsip ini:

Specific : Apa yang ingin kamu lakukan?

Measurable: Bagaimana caramu mengetahui bahwa kamu telah mencapainya?

Achievable: Apakah kamu bisa menggapainya?

Realistic: Apakah goal tersebut realistis?

Timely: Kapan kamu ingin menyelesaikan goal tersebut?

7. Make Meaningful Connection 

Memiliki support system yang kuat penting dalam menghadapi situasi yang sulit. Pastikan bahwa kamu tetap menjalin hubungan dengan keluarga dan temanmu.

8. Write it Down 

Saat kamu merasa stres, daripada menghindarinya, coba tuliskanlah. Tuliskan hal apa yang membuatmu merasa stres juga apa yang sedang kamu pikirkan dan rasakan. 

9. Improve Your Health 

Menjaga kesehatan juga sangat penting lho, karena tanpa itu kita kurang mampu nih melakukan tips-tips yang ada di atas. Jadi, pastikan kamu makan dengan seimbang dan teratur, minum banyak air mineral, bergerak dengan aktif dan mendapat tidur yang berkualitas. 

 

Akhir kata, kamu hanya dapat benar-benar mengatur diri kamu sendiri, bagaimana kamu merespon suatu masalah dan kapasitasmu dalam menghadapinya. Seperti yang tertuang dalam tips di atas, mengatur dirimu sendiri cukup untuk mengatasi stres akademik dan pretty much anything. Jadi, saat kamu sedang merasa stres, jangan lupa bahwa kamu memiiki kapasitas untuk mengatasinya ya! 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *