Psikologi Positif dan Organisasi Positif Mengarahkan Manusia menjadi Lebih Baik dan Bahagia

Psikologi Positif dan Organisasi Positif Mengarahkan Manusia menjadi Lebih Baik dan Bahagia

Psikologi merupakan ilmu yang selalu menyertai manusia di setiap segi kehidupannya. Ilmu Psikologi yang selama ini berkembang memiliki fokus negatif dimana yang lebih diperhatikan adalah kelemahan manusia. Mekanisme yang seringkali dilakukan adalah penyembuhan penyakit mental manusia, seperti terapi. Namun psikologi dewasa ini mulai melihat bahwa manusia juga memiliki sisi positif yang patut diperhatikan. Oleh karena itu, munculah sudut pandang baru tentang kehidupan manusia yaitu Psikologi Positif.

PSY UC kedatangan Dr. Nur Laela Efendi, S.Psi., M.Psi selaku ketua Asosiasi Psikologi Positif Indonesia pada Jumat, 06 April 2018. Beliau memaparkan konsep, tren, dan aplikasi dari Psikologi Positif dalam kuliah tamu yang diadakan oleh PSY UC. Perbedaan mendasar antara Psikologi konvensional dengan Psikologi Positif adalah intervensi terhadap penyembuhan penyakit mental pada manusia dimana Psikologi konvensional fokus terhadap fixed problem manusia sedangkan Psikologi Positif lebih fokus terdapat strength yang dimiliki manusia.

Sudut pandang positif ini sangat penting untuk dikaji dimana penelitian mengungkapkan Indonesia masih belum mencapai pengalaman hidup ke arah yang lebih baik (flourishing). Hal ini menjadi ironi yang dapat diatasi dengan Psikologi Positif. Penanaman konsep well-being pada personal menjadi penting dimana individu dapat mengembangkan kekuatannya dalam 6 dimensi, yaitu penerimaan diri (self-acceptance), hubungan positif dengan orang lain (positive relationship with others), otonomi (autonomy), penguasaan lingkungan (environmental mastery), keyakinan memiliki tujuan hidup (purpose in life), dan pertumbuhan pribadi (personal growth). Ketika individu berhasil mengembangkan kekuatannya, well-being dan kebahagiaan pun akan melekat selama hidupnya. Selain itu, individu tersebut dapat memaknai hidupnya ke arah yang lebih positif.

Kuliah tamu ini sangat menarik karena teori-teori yang dipelajari dibawa ke dalam aplikasi sehari-hari. Aplikasi ilmu ini diterapkan dalam 3 pembagian waktu. Untuk pengalaman masa lalu, manusia dianjurkan untuk memaafkan dan bersyukur. Mengembangkan mindful living untuk memaknai masa sekarang. Dalam menghadapi masa depan pun manusia berkesempatan untuk mengharapkan masa depan yang gemilang dengan menciptakan tujuan hidup (life-goal). “Belajar Psikologi Positif itu bukan bermanfaat untuk orang lain saja tapi juga untuk dirinya sendiri. Sehingga di dalam prosesnya, kita juga senang sebetulnya mempelajari Psikologi Positif. Semangat! Sukses! Bekerja  seperti bermain,” ujar Dr. Nur Laela sembari mengakhiri kuliah tamu.

Pemaparan materi kuliah tamu ini bisa dibilang berhasil membuat para mahasiswa memberikan feedback positif. “Aku suka sih sama kuliah tamunya. Tidak bikin ngantuk soalnya materinya sangat menarik, pembawaan materi dari Ibu-nya juga asik dilengkapi dengan contoh-contoh yang yang mudah dipahami,” ungkap Adhisty (PSY UC 2015).  Hal ini juga diakui Theresia (PSY UC 2016). “Keren PSY UC bisa mendatangkan pembicara dari Asosiasi Psikologi Positif Indonesia. Topik yang dibawakan bagus karena bisa membuka wawasan bagi mahasiswa tentang Psikologi Positif terkait fokus, tujuan, hal yang diperbaiki dari orang yang punya gangguan mental. Ternyata jangan melulu fokus terhadap kekurangnnya tetapi kita harus membantu orang tersebut untuk mengembangkan strength dirinya. Selain itu terdapat beberapa pengetahuan baru tentang menyeimbangkan gelombang otak,” tambah Theresia mengapresiasi kuliah tamu Psikologi Positif tersebut.

Sumber : www.uc.ac.id/psy