Partisipasi Mahasiswa Culinary Business dalam Bazaar Toon Town Ice Market 2015

Partisipasi Mahasiswa Culinary Business dalam Bazaar Toon Town Ice Market 2015

Program Culinary Business (CBZ) Universitas Ciputra memiliki sebuah mata kuliah khusus bagi para mahasiswanya, salah satunya adalah mata kuliah Food and Beverage Innovation. Mata kuliah ini mengajak mahasiswa jurusan Culinary Business untuk menjual produk-produk mereka di stand bazaar. Total terdapat 8 stand yang terdiri dari 16 kelompok dari berbagai jenjang semester di Culinary Business. Tidak hanya sampai disitu, Universitas Ciputra juga memfasilitasi alumni jurusan Culinary Business untuk juga membuka stand di bazaar tersebut. Bazaar ini bertajuk Toon Town yang diselenggrakan oleh Ice Market dan diselenggarakan di Lenmarc Surabaya pada tanggal 19-22 November 2015.

Tujuan dari mengikutsertakan bisnis-bisnis mahasiswa jurusan Culinary Business dalam acara bazaar seperti ini adalah sebagai media memperkenalkan bisnis mahasiswa Universitas Ciputra kepada masyarakat luas. Karena di Universitas Ciputra sendiri tentu diajarkan hal-hal tentang entrepreneurship baik teori dan praktek. Manfaatnya adalah mahasiswa akan mengetahui branding tidak hanya sekedar tentang produk mereka, namun juga tentang kekurangan serta kelebihan dari masing-masing produk. Bagi Universitas Ciputra, manfaat mengikuti bazaar market adalah tentunya agar Universitas Ciputra dapat memperluas spirit entrepreneurship kepada masyarakat luas. Selain itu bagi mentor dan tutor program Culinary Business juga dapat melihat perkembangan mahasiswa dan produk bisnisnya. Dengan mengikuti bazaar seperti ini, maka mahasiswa akan dapat mempelajari sesuatu, yang tentunya baik bagi evaluasi masing-masing bisnisnya. Dan dari sudut pandang mahasiswa sendiri, terlihat jelas bahwa mereka sangat antusias mengikuti bazaar tersebut.

Jurusan Culinary Business banyak mengajari mahasiswanya tentang cara berjualan secara online, serta bagaimana cara membuka dan menjalankan bisnis bisnis secara legal, atau dengan kata lain mengajarkan segala hal tentang cara awal start up bisnis. Di dalam program bazaar ini, mahasiswa akan terus melakukan evaluasi setiap hari dan evaluasi secara menyeluruh agar kekurangan hari ini dapat diperbaiki dan menjadi lebih baik lagi untuk hari-hari berikutnya. Untuk rencana kedepan bagi program Culinary Business adalah akan terus dilakukan praktek menjual produk dan ikut serta dalam acara bazaar seperti ini di semester yang mendatang.

Menurut penuturan salah satu mahasiswa, sebelum mengikuti acara bazaar seperti ini di program Culinary Business sendiri telah diajarkan mengenai bagaimana membuat stand yang baik, bagaimana branding yang bagus, kemudian diajarkan pula bagaimana belajar bahan-bahan lokal Indonesia serta diajarkan bagaimana cara mengolah bahan-bahan lokal Indonesia tersebut. Selain itu program Culinary Business juga mengajarkan tentang cara berbisnis termasuk bagaimana cara menghitung BEP dan bagaimana menentukan harga. Dan yang paling menarik adalah diberi kesempatan untuk mengikuti bazaar agar dapat bertemu langsung dengan konsumen. Diakui oleh mahasiswa Culinary Business, mengikuti bazaar seperti ini tentu melatih kemandirian karena mereka dilatih untuk mempersiapkan segala sesuatunya sendiri mulai dari produk, brand, desain logo, cara marketing, penentuan harga, dan lain sebagainya. Sebelum mengikuti bazaar, mahasiswa diwajibkan mengikuti market test yaitu untuk mengetahui apa keinginan konsumen. Sehingga ketika mengikuti bazaar, mereka sudah bagus, siap, dan tertata. Hal ini tentu didukung penuh oleh program Culinary Business yang tidak tanggung-tanggung dalam menyampaikan seluruh pengetahuan dan materinya, program Culinary Business juga banyak mengundang dosen tamu untuk tambahan perkuliahannya.

IMG_7751Salah satu bisnis mahasiswa yang ikut bazaar adalah Toast Camp. Toast Camp merupakan sebuah tim yang terdiri dari 6 orang anggota yaitu Cindy Clarissa, Grace Setiawan, Ferensa Bening, Regina Natalia, Rachmat Sukmana, serta Isamu Gusti. Keenam mahasiswa Culinary Business angkatan tahun 2014 ini menawarkan produk inovasi minuman dengan cara yang unik dan berbeda, yaitu melalui sedotan yang berbentuk kacamata. Pembelajaran team work yang didapat adalah cara meningkatkan komunikasi serta kreatifitas kelompok. Tantangan mengikuti bazaar seperti ini bagi mereka adalah antusiasme pengunjung yang berkurang karena semakin banyaknya kompetitior yang meniru atau memiliki inovasi yang sama dengan produk mereka. Namun mengikuti bazaar tentu memiliki manfaat, salah satunya adalah banyak mendapat kenalan baru, menjalin networking, meningkatkan kepercayaan diri, serta tim yang semakin solid. Harapan yang dimiliki Toast Camp adalah agar bisnis ini akan tetap sustain sampai nanti ketika lulus dan untuk kedepannya lagi baik bisnis sendiri-sendiri maupun bisnis kelompok seperti ini.

Hal serupa juga disampaikan oleh salah satu Alumni Culinary Business tahun 2015. Catherine Oktaviani mantap meneruskan bisnis keluarganya yang bernama Porong Wei yang telah berdiri sejak dibuat oleh kakek neneknya dulu. Saat ini Catherine telah mengembangkan bisnis keluarganya dengan membuka Tazaco yaitu produk Mexican Food yang baru berjalan sekitar 3 bulan. Catherine memutuskan masuk ke Universitas Ciputra dan khususnya ke program Culinary Business karena ingin semakin memantapkan semua teori yang telah diajarkan oleh kedua orang tuanya termasuk pelajaran tentang ilmu finansial. Namun selain itu, di Universitas Ciputra Catherine memperoleh ilmu bagaimana cara berkomunikasi dengan lebih baik, semuanya diajarkan langsung melalui praktek.

IIMG_7733novasi yang dilakukan Catherine bagi Tazaco adalah tentang packagingnya. Taco yang ditawarkan Tazaco adalah dikemas dalam cup yang memudahkan konsumen untuk mengonsumsinya. Saat ini Catherine lebih berfokus ke offline marketing yaitu dengan cara aktif mengikuti bazaar market seperti ini. Hal ini dikarenakan produk bisnisnya sendiri yang akan lebih enak dinikmati dalam keadaaan hangat sehingga akan kurang maksimal dinikmati oleh konsumen dengan cara delivery atau online order yang akan memakan waktu lama selama pengiriman. Catherine sangat mengapresiasi kesempatan yang diberikan Culinary Business Universitas Ciputra untuk memfasilitasi dan memberikan kesempatan baginya untuk ikut serta mengikuti bazaar seperti ini. Untuk produk bisnisnya ini Catherine bersama dengan kakaknya mengaku lebih banyak menjalin networking dan bekerjasama dengan banyak vendor. Harapan Catherine bagi bisnis keluarganya ini adalah agar produknya ini semakin dikenal masyarakat serta dapat menciptakan inovasi-inovasi yang baru lagi.

Acara bazaar market bertema Toon Town ini sendiri dikunjungi oleh banyak masyarakat yang datang ke Lenmarc. Antusiasme para pengunjung juga terlihat sangat positif terhadap produk-produk yang ditawarkan oleh setiap stand. Dan dari segi inovasi sendiri, terdapat beragam inovasi packaging produk yang semakin inovatif, seperti Blood Bank yaitu minuman dalam kemasan kantung darah, kemudian inovasi minuman dalam kemasan kantong zip, minuman dengan sedotan bentuk kacamata, makanan dan minuman berstandar luar negeri yang dikombinasikan dengan bahan atau bumbu-bumbu lokal khas Indonesia, dan lain sebagainya. Dalam menawarkan produknya pun para tenant bertindak atraktif dengan menarik perhatian para calon pembeli dengan kostum Santa Claus, senyum yang ramah, maupun dengan tester-tester produk yang ditawarkan kepada pengunjung.