One Day with Caravan Studio at UC

One Day with Caravan Studio at UC

Acara One Day with Caravan Studio at UC adalah sebuah event yang dikoordinasi oleh Student Union Visual Communication Design. Acara ini berlangsung pada Hari Sabtu 14 Mei 2011 di Auditorium lantai 7 Universitas Ciputra dan di ruang-ruang studio VCD lantai 5.

Pada kesempatan ini SU VCD bekerjasama dengan Caravan Studio, yakni sebuah studio ilustrasi yang berbasis di Jakarta. Caravan Studio selama ini telah dikenal di kalangan illustrator baik lokal maupun internasional. Beberapa klien internasional Caravan antara lain Hasbro, Marvel Studio, THQ, Ubisoft, MTV Asia, Tezuka Productions, Nickelodeon dan Archie Comics Publications.

Empat illustrator Caravan Studio Chris Lie, Lius Lasahido, Rudy Siswanto/Crutz, dan Hendry Iwanaga hadir dalam rangkaian acara One Day with Caravan Studio, yang terdiri dari Lomba Digital Speed Painting, Kuliah Tamu oleh Chris Lie mengenai bisnis dunia illustrasi di Indonesia, dan Workshop digital painting.

Acara dibuka dengan lomba speed painting, dimana peserta diminta untuk menyelesaikan sebuah illustrasi digital bertema ‘Childhood Memories’ hanya dalam waktu satu jam saja. Antusiasme komunitas illustrator Surabaya untuk acara ini sangat tinggi, tak kurang dari tujuh belas Illustrator mendaftarkan diri untuk tantangan ini, walau akhirnya hanya tiga belas peserta saja yang bisa ikut berlomba. Mereka memperebutkan sebuah WACOM Bamboo, yang dipersembahkan oleh pihak sponsor 3Dsolusindo.

Para juri dari Caravan Studio kemudian berunding untuk memutuskan siapa saja yang berhak menjadi juara. Bukan keputusan yang mudah mengingat karya-karya peserta yang masuk rata-rata sangat memuaskan.

Tepat pukul satu siang, seluruh peserta -yang jumlahnya hampir dua ratus orang- diajak memasuki ruang auditorium UC, dimana Chris Lie selaku lead artist Caravan Studio membawakan kuliah umum. Walaupun berlangsung selama hampir dua jam, namun seluruh peserta nampak antusias mendengarkan seluruh perkuliahan. Chris Lie menceritakan bagaimana awalnya sehingga awal mulanya ia membentuk Caravan Studio hingga akhirnya menjadi sebuah Studio Illustrasi yang dikenal secara internasional. Beliau juga berbagi tips dan pengalamannya selama menjadi illustrator bagi klien-klien besar.

Chris Lie menekankan bahwa selain skill menggambar yang baik dan kemampuan untuk menepati deadline, yang terpenting bagi seorang ilustrator adalah memiliki good attitude dan mampu membantung long-term relationship dengan klien.

Sesi perkuliahan diakhiri dengan demo toy design secara live diatas panggung oleh Chris Lie, peserta workshop dibuat berdecak kagum dengan kemamuan beliau mendesain sebuah konsep mainan yang unik dan menarik hanya dalam waktu dua puluh menit saja.

Setelah itu para peserta bebas memilih untuk mengikuti acara workshop yang diadakan serempak di tiga ruang studio lantai lima. Di kelas pertama adalah workshop Environmental Painting bersama Lius Lasahido. Beliau memberikan tutorial dan demonstrasi bagaimana menggambar latar berupa gambar alam menggunakan media digital.

Di kelas kedua workshop Creature Painting bersama Rudy Siswanto alias Crutz. Di sini para peserta belajar bagaimana mendesain makhluk fantasi dengan digital painting. Sedangkan kelas ketiga mengangkat tema Digital Comic, yang dibawakan oleh Hendry Iwanaga.

Acara yang seharusnya dijadwalkan selesai pukul lima sore akhirnya molor hingga jam enam sore karena antusiasme pengunjung yang tak kunjung surut. Mereka benar-benar memanfaatkan waktu untuk belajar dan menyerap ilmu dari para illustrator Caravan. Setelah acara berakhir pun banyak peserta yang masih tinggal di ruang-ruang kelas sekedar untuk bercakap-cakap atau berfoto bersama dengan para illustrator Caravan.

Bagi mahasiswa VCD sendiri, khususnya mereka yang memiliki passion di bidang illustrasi dan comic, mereka menilai acara ini sangat bermanfaat bagi mereka. Selain untuk memperdalam ilmu mereka juga berkesempatan untuk memperluas networking dan berkenalan dnegan komunitas illustrator yang ada di Surabaya.

Pihak panitia juga menerima banyak masukan berharga dari para pengunjung yang berharap agar acara sejenis ini akan diadakan lagi di tahun-tahun yang akan datang dengan lebih bak lagi.