Meet UC People : Tommy Tarumanegara

Meet UC People : Tommy Tarumanegara

Sama halnya dengan semua mahasiswa di Universitas Ciputra, Tommy yang merupakan mahasiswa International Bussines Management (IBM) angkatan tahun 2014 ini juga diajarkan tentang aspek entrepreurship dan termasuk didalamnya adalah tantangan untuk melakukan bisnis. Sejak menginjak bangku SMA, Tommy adalah sosok yang sangat menyukai segala aspek tentang brand, contohnya seperti bagaimana cara membangun sebuah brand. Maka dari itu, sejak dulu referensi bacaan favorit Tommy adalah seputar buku tentang bagaimana Apple atau Starbuck telah berhasil membangun brandnya sehingga banyak orang tertarik dan menjadi konsumen setia brand tersebut.

IMG_9031Berawal dari passionnya itu, Tommy juga banyak mengikuti creative agency. Ketika lulus dari SMA Santa Maria Surabaya, Tommy dibanjiri tawaran beasiswa dari berbagai universitas bergengsi. Namun Tommy menolak tawaran-tawaran tersebut dan mantap memilih Universitas Ciputra sebagai kampusnya. “Saya tahu dari UC saya bisa belajar menjadi entrepreneur yang sadar branding dengan koneksi yang luas”, kata Tommy yakin. Selain ingin memahami ilmu branding secara lebih dalam, alasan Tommy memilih Universitas Ciputra sebagai kampus pilihannya adalah karena Tommy ingin belajar berbisnis. Sejak dulu cita-citanya adalah ingin memiliki bisnis miliknya sendiri dengan menggunakan kesempatan dan passion yang dia miliki.

Tommy dibesarkan oleh keluarga yang juga merupakan sosok entrepreneur, papa dan mama Tommy bergerak dibidang bisnis ekspor. Salah satu hal yang diakui Tommy merupakan turunan dari papanya adalah bakat dan minatnya di bidang fotografi, khususnya di bidang food fotografi. Sejak kecil Tommy adalah sosok yang berprestasi. Hal ini terbukti ketika masih menjadi murid SD Yos Sudarso Purwakarta, Tommy sempat menjuarai lomba try out olimpiade IPA. Hingga pada saat SMA Tommy merambah kedalam bidang musik dengan menjadi composer dalam aplikasi soundcloud. Berkaitan dengan passionnya di bidang desain, Tommy adalah sosok yang gemar menggambar sesuatu yang bukan hal realis. Sejak SMA, Tommy sudah belajar branding dengan memepelajari software-software tentang desain. Sosok yang sangat mengidolakan Steve Jobs ini pun juga jatuh cinta terhadap dunia teknologi. Tidak heran jika saat ini CVnya penuh dengan prestasi.

Saat ini bisnis yang dikelola oleh Tommy adalah Art Me Up dan Hyperion Project. Tommy memang memiliki dua bisnis, Art Me Up adalah brand minuman frappe sedangkan Hyperion Project adalah agensi video dokumentasi yang menawarkan konsep-konsep baru untuk mengemas event report bazaar atau pop up market di Surabaya. Seperti yang kita ketahui, pop up market sekarang kian menjamur diselenggarakan di Surabaya. Dan kesempatan ini dimanfaatkan Tommy dengan membangun Hyperion Project. “Aku lihat ada problem banyak bazaar, budgetnya pun milyaran, tapi gak ada dokumentasinya”, kata Tommy menjelaskan awal mula ide Hyperion ini berasal. “Dua bisnis ini Saya kerjakan bersama tim yang hebat-hebat. Kalau melihat tampilan dua bisnis yang Saya kelola, kalian bisa melihat bahwa Saya sangat concern terhadap desain. Sebenarnya bukan hanya soal desain, tapi brand secara keseluruhan”, kata Tommy menjelaskan tentang bisnisnya.

Visi dari Hyperion ini adalah menjadikan Hyperion sebuah brand tentang kultur videografi di Surabaya. Dimulai dengan ranah foodie, dan untuk kedepannya ingin ke videografi secara luas. Mimpi selanjutnya yang ingin diraih laki-laki kelahiran Cianjur tahun 1996 ini adalah membuat minimal satu brand yang akan dikenal oleh seluruh orang di Indonesia.