Mau Import Barang? Ketahui 5 Hal Ini Lebih Dulu

Tentang Import Barang

Import barang dapat diartikan sebagai kegiatan memasukkan barang atau jasa dari luar negeri ke dalam negeri, dalam hal ini memasukkan barang atau jasa ke wilayah Republik Indonesia. Adapun setiap barang atau jasa yang masuk diberlakukan pemungutan Bea Masuk oleh Dirjen Bea dan Cukai Indonesia. Besar pungutan negara didasarkan pada regulasi untuk tiap-tiap jenis produk.

Prosedur atau cara import barang dari luar negeri tidak jauh berbeda dari kegiatan ekspor barang. Bedanya pihak importir merupakan pihak pembeli yang mengambil barang dengan cara mengimpor dari eksportir di luar negeri.

Sebelum import barang dari luar negeri, berikut 5 hal mendasar yang wajib Anda ketahui:

1. Perizinan

Untuk mengambil barang dari luar negeri dibutuhkan izin atau lisensi. Lisensi yang dimaksud dikenal sebagai API atau Angka Pengenal Importir. Lantas, bagaimana dengan seorang pemula yang ingin membeli barang dari luar negeri?

Bila Anda seorang pemula dan belum memiliki lisensi API, maka ada cara Undername yang bisa dicoba. Cara ini dilakukan dengan meminjam lisensi import dari perusahaan lain yang biasanya memang menyediakan jasa import suatu produk.

2. Pengiriman Barang

Jika pada sistem jual beli online di dalam negeri penjual bertanggung jawab atas pengiriman barang, maka tidak selalu demikian pada kegiatan impor. Cara import barang khususnya yang berkaitan dengan pengiriman barang tergantung dari incoterms yang digunakan.

Sebagai contoh dalam kegiatan impor Anda sepakat menggunakan CIF atau CFR, maka kegiatan pengiriman barang seutuhnya akan diurus oleh pihak eksportir dari luar negeri. Sebaliknya jika dalam kegiatan import barang dari China atau dari negara lain menggunakan FOB atau EXW artinya Anda sebagai pihak importir harus ambil bagian dalam mengurusi pengiriman.

3. Pengurusan Dokumen

Sebagai importir Anda akan lebih disibukkan dengan hal-hal berkaitan dengan pembayaran. Sebut saja mulai dari pembuatan L/C atau Letter of Credit yang diurus dengan bank penerbit. Selain itu, Anda juga harus mengurus sejumlah dokumen kepabean impor. Namun, semua ini kembali lagi bergantung dengan incoterms yang disepakati.

4. Bea yang Dikenakan

Untuk bisa import barang masuk ke dalam negeri ada pajak berupa Bea Masuk yang harus dibayar. Hal ini sebagaimana yang tertuang dalam PMK nomor 34/PMK.010/2017 mengenai Pemungutan PPh Pasal 22.

Kurang lebih ada 1.147 item yang dikenai Bea Masuk. Sebagian besar item tersebut berupa barang mewah dan lainnya. Adapun ada barang yang dibebaskan dari Bea Masuk import barang dari China khususnya untuk barang dengan nilai impor kurang dari nilai FOB USD 75.

5. Pemeriksaan Barang

Setiap barang yang akan masuk ke wilayah Indonesia dari luar negeri akan melalui tahap pemeriksaan terlebih dulu. Pemeriksaan yang dimaksud mencakup pemeriksaan fisik dan pemeriksaan dokumen.

Di Indonesia diberlakukan beberapa jalur pemeriksaan import barang. Diantaranya ada jalur merah, jalur kuning, jalur hijau, dan jalur MITA prioritas dan non prioritas. Masing-masing memiliki prosedur pemeriksaan berbeda.

Kegiatan import barang dari China atau negara lain termasuk gampang-gampang susah. Dikatakan susah karena ada serangkaian prosedur yang harus diikuti dan dilewati, sementara dikatakan gampang jika Anda sudah terbiasa dalam kegiatan ini pasti akan terbiasa.

Bagi pemula tidak perlu ragu berkecimpung dalam kegiatan import barang. Meski belum memiliki izin lisensi atau belum paham benar dengan prosedurnya, Anda bisa mulai belajar dengan memanfaatkan jasa importir yang kini semakin marak dan bisa diandalkan.

Artikel lain