Ulasan Kegiatan Zoominar: Dekat dengan Anak di Era Digital

Ulasan Kegiatan Zoominar: Dekat dengan Anak di Era Digital

Sekolah online membuat anak mengenal dunia digital diusia yang muda. Sering kali hal ini membuat anak lebih sibuk dengan gadget dan mulai membangun dunianya sendiri. Hal ini membuat kedekatan orang tua dengan anak menjadi renggang. Lantas bagaimana cara orang tua menyikapi hal ini?

Melalui zoominar pada tanggal 26 Maret 2021 Universitas Ciputra Marriage and Family Center kembali membagikan tips dan trik bagaimana parents dapat membangun kembali kedekatan dengan anak di era digital ini. Acara ini dimoderatori oleh salah satu mahasiswa Universitas Ciputra yaitu, Nurul Aisah dan materi disampaikan oleh Stefani Virlia, S.Psi., M.Psi., Psikolog selaku Kepala Program Studi Psikologi Universitas Ciputra selama kurang lebih satu setengah jam. Dihadiri oleh 162 peserta dari berbagai intansi di seluruh Indonesia membuat acara ini semakin semarak.

Untuk mengawali acara, terlebih dahulu diadakan sesi doa yang dipimpin oleh Amanda Teonata, S. Psi dilanjutkan dengan sambutan dari Ersa Lanang Sanjaya  S.Psi. M.Si mewakili Universitas Ciputra Marriage and Family Center. Tidak ketinggalan juga sesi pemutaran video pengenalan Universitas Ciputra dan Universitas Ciputra Marriage and Family Center. Kemudian acara dilanjutkan dengan penyampaian materi.

Salah satu fenomena yang dibahas dalam zoominar kali ini adalah bagaimana perkembangan teknologi yang pesat melahirkan generasi digital native. Karakteristik generasi digital native yaitu, akrab dengan perkembangan teknologi, informatif, berpikir kritis, memiliki kreativitas yang tinggi, menyukai kebebasan, serta memiliki keinginan untuk memegang kendali diri sendiri. Generasi ini juga rentan terhadap dampak negatif yang terdapat dalam penggunaan sistem internet. Salah satu dampak negatifnya adalah berkurangnya kedekatan antara anak dengan orang tua.

Melalui acara ini diharapkan para orang tua dapat membangun kembali kedekatan dengan anak lewat beberapa pendekatan. Salah satu pendekatan tersebut dilakukan dengan membangun kegiatan ritual atau kebiasaan sederhana keluarga yang melibatkan seluruh anggota keluarga. Contohnya makan malam, jalan-jalan saat weekend, merayakan ulang tahun anak, dan mengadakan acara perayaan kelulusan. Hal ini membutuhkan usaha yang konsisten dan rutin dalam pelaksanaannya. Anak dan orang tua memiliki pembagian peran dan terlibat secara fisik dan mental pada kegiatan tersebut. Sehingga kegiatan tersebut dapat memberikan makna bagi anak.

Bagi Anda yang tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang ini, rekaman kegiatan ini dapat selalu Anda akses di: (link youtube)

Ditulis oleh : Clara Hosana Yessica Jelita Dewi

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed