Tipe Kelekatan pada Anak Usia Dini

Tipe Kelekatan pada Anak Usia Dini

Banyak Faktor yang menyumbang terhadap keterlambatan tumbuh kembang anak pada masa perkembangan awal, antara lain pengasuhan orang tua yang kurang baik, asupan gizi yang kurang memadai, tingkat sosial ekonomi yang rendah, pendidikan tentang pengasuhan anak yang kurang, dan lain sebagainya. Terlebih lagi, permasalahan tumbuh kembang anak seringkali dipicu oleh kurangnya kesiapan psikologis dari seorang ibu dan ayah. Teori kelekatan (attachment) dikemukakan pertama kali oleh John Bowlby yang menekankan pentingnya anak membentuk kelekatan dengan figur orang tua di awal kehidupannya. Kelekatan merupakan tendensi yang kuat untuk mencari kedekatan dan kontak dengan figur tertentu terutama dalam kondisi yang sulit untuk mendapatkan perlindungan, kenyamanan, dukungan, dan pengasuhan (Bretherton, 1992).

 Perkembangan kelekatan ini sangat dipengaruhi oleh kepekaan orang tua dalam memberikan respon terhadap anak, apakah respon diberikan sesegera mungkin ketika anak memerlukan bantuan atau ada penundaan respon serta apakah respon yang diberikan adalah respon yang tepat atau tidak. Kelekatan dapat terbentuk melalui sebuah proses sehingga penting membangun kelekatan ini sejak anak berada di usia perkembangan awal/dini.

Terdapat 4 pola kelekatan orang tua dan anak, yaitu (Scharfe, 2017):

Secure Attachment

Pola kelekatan yang terbentuk dari interaksi orang tua dan anak dimana anak merasa percaya dengan orang tua sebagai figur yang responsif, hangat, penuh kasih sayang dan perhatian ketika anak memerlukan perlindungan dan kenyamanan. Orang tua membantu anak untuk menghadapi rasa takutnya ketika mereka mengalami suatu situasi yang mengancam atau menakutkan

Anak yang mengembangkan tipe kelekatan ini dapat mengembangkan relasi yang positif dan hangat dengan orang lain serta percaya dalam berinteraksi dengan orang lain.

Fearful Attachment

Pola Kelekatan ini terjadi ketika orang tua lebih banyak menghindar dari anak sehingga anak merasa memperoleh penolakan dari orang tua

Anak yang mengembangkan kelekatan ini pada dasarnya mau menjalin relasi dengan orang lain namun kurang percaya diri dan sulit untuk percaya dengan orang lain karena takut mendapatkan penolakan/pengabaian.

Preoccupied Attachment

Pola ini terbentuk dari interaksi antara orang tua dan anak ketika anak merasa tidak pasti bahwa orang tua akan selalu hadir dan responsif dalam membantu anak. Hal ini disebabkan karena respon orang tua yang tidak konsisten terhadap kebutuhan anak

Anak yang mengembangkan tipe kelekatan ini menjadi mudah mengalami ketakukan akan perpisahan dalam relasinya dengan orang lain, cenderung bergantung dan menuntut perhatian, dan takut tidak mendapatkan penghargaan yang positif dari orang lain.

Dismissing attachment

Pola Kelekatan ini terjadi ketika orang tua memperlakukan anak dengan cuek dan sebagai sosok yang menakutkan bagi anak

Anak yang mengembangkan tipe kelekatan ini menjadi nyaman tanpa hubungan emosional yang dekat; tidak perlu menjalin relasi dengan orang lain karena bisa memenuhi sendiri sumber afeksinya; merasa mampu untuk mandiri tanpa kehadiran orang lain. 

Referensi
  • Bretherton, I. (1992). The origins of attachment theory: John Bowlby and Mary Ainsworth. Developmental Psychology, 28, 5, 759-775.
  • Scharfe, E. (2017). Attachment theory. Encyclopedia of Evolutionary Psychological Science, DOI 10.1007/978-3-319-16999-6_3823-1.

Ditulis oleh: Stefani Virlia, S.Psi., M.Psi., Psikolog
Sumber gambar: People photo created by lookstudio – www.freepik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed