Should You be My Valentine?

Bayangkan kamu sedang dekat dengan seseorang yang kamu sukai, sudah berkomunikasi cukup intens dan mencoba mengenal mereka lebih dalam. Mereka adalah pribadi yang sangat menarik dan kehadiran mereka selalu terbayang-bayang dalam keseharian. Rasanya ingin sekali menjadi lebih dari sekedar teman dan membangun hubungan ke jenjang berikutnya dengan mereka. Atau justru kamu sedang berada di posisi tersebut sekarang?

Memasuki bulan Februari, kamu melihat peluang yang bagus untuk menyatakan perasaan di Hari Valentine. Atau mungkin kamu yang mengharapkan suatu pertanyaan, “Will you be my Valentine?” dari seseorang yang spesial? Jatuh cinta memang berjuta rasanya, namun apakah calon pasanganmu should be your Valentine? Hanya karena kita memiliki perasaan untuk seseorang bukan berarti mereka adalah pribadi yang baik dan tepat untuk kita. Berikut beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan sebelum melangkah ke tahap lebih lanjut.

1. Caranya menggambarkan mantan pasangan

Secara umum tidak ada yang ingin terlalu membahas tentang mantan karena berbagai alasan, biasanya karena menyangkut pengalaman yang kurang menyenangkan. Namun dengan mengetahui gambaran besar hubungan dan bagaimana cara mereka mendeskripsikan mantan pasangannya, kita bisa mempelajari lebih dalam tentang karakter mereka. Apabila mereka memberikan pernyataan ekstrim atau merendahkan terhadap mantan pasangan, bisa jadi itu adalah sebuah kebenaran namun bisa jadi pula itu adalah penilaian yang kurang adil secara sepihak.

Sumber gambar: https://jeshoots.com/young-couple-holding-toy-teddy-bear-and-celebrating-valentines-day/
2. Amati pengaturan emosinya

Dalam hidup kita tidak selalu bisa mendapatkan semua hal yang diinginkan. Perhatikan bagaimana calon pasangan bersikap terhadap penolakan atau ketika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana. Apabila mereka memiliki emosi yang kurang stabil dan cenderung gampang marah, maka kamu berpotensi menjadi objek kemarahannya di masa mendatang. Tentu ini bukan resep untuk hubungan yang sehat, bukan?

3. Cara mereka memperlakukan orang lain

Ketika sedang jatuh cinta, kita akan selalu memperlakukan orang yang kita sukai dengan baik. Selain itu, kita juga kerap melihat dunia dari kacamata merah muda, semuanya indah dan manis. Namun, perlu kita amati bagaimana calon pasangan memperlakukan orang-orang di sekitarnya, mulai dari orang tua, kerabat, teman, hingga pelayan restoran dan kasir minimarket. Apakah dia sopan dan hormat atau justru bersikap semena-mena, terutama terhadap orang-orang yang dianggapnya tidak setara?

4. Minat dan tujuan hidup

Apakah calon pasangan kamu memiliki passion atau tujuan tertentu yang ingin dicapai dalam hidup? Aron, et al. (2013) menyatakan bahwa setiap orang memiliki keinginan untuk self-expansion (pengembangan diri) dan mencari perluasan wawasan, pandangan, dan sumber daya dari orang-orang terdekat, termasuk dari pasangan. Ini bukan berarti calon pasangan kita harus menjadi orang yang jenius dan serba tahu, namun mereka idealnya memiliki pengetahuan yang memadai terkait hal-hal yang mereka minati. Hubungan yang memfasilitasi self-expansion lebih memuaskan, memiliki komitmen yang lebih kuat, dan lebih jarang merasa bosan. Mari merefleksikan kembali, apabila kamu menjalin hubungan dengan calon pasangan ini, akankah kamu mendapat kesempatan untuk mengembangkan diri?

Selain yang disebutkan di atas, kita juga bisa mempertimbangkan masukan dari orang-orang terdekat kita tentang calon pasangan, misalnya dari keluarga atau sahabat. Seperti yang sudah disebutkan di poin ketiga, seringkali kita memiliki pandangan yang bias jika sudah terlanjur suka dengan seseorang. Walaupun kita berbunga-bunga, sebagaimana dalam istilah Bahasa Inggris disebut sebagai ‘catching feelings’ dan ‘butterflies in my stomach’, selama mengevaluasi keempat aspek di atas, usahakan untuk menilai secara imbang antara logika dan perasaan.

Jadi bagaimana, sobat? Apakah kamu sudah siap mendapatkan Valentine tahun ini?

Referensi:
  • Aron, A., Lewandowski, G. W., Mashek, D., Aron, E. N. (2013). The self-expansion model of motivation and cognition in close relationships. The Oxford Handbook of Close Relationships. DOI: 10.1093/oxfordhb/9780195398694.013.0005
  • Carroll, L. (2020). 5 Key Factors to Consider When Choosing A Life Partner. MBG Relationships. Diakses dari https://www.mindbodygreen.com/0-26451/5-factors-to-evaluate-before-choosing-a-life-partner.html
  • Lewandowski. G. W. (2022). 3 Ways to Decide if Someone New Should Be Your Long-Term Partner. Psychology Today. Diakses dari https://www.psychologytoday.com/intl/blog/the-psychology-relationships/202202/3-ways-decide-if-someone-new-should-be-your-long-term?collection=1171937

Ditulis oleh: Verawaty, Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas CIputra Surabaya angkatan 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed