Self-Care untuk Mengatasi Stres

Self-Care untuk Mengatasi Stres

Stres adalah kondisi psikologis yang pernah dialami oleh hampir sebagian besar orang. Stres biasanya muncul sebagai reaksi dari perubahan, tekanan, tuntutan yang memaksa seseorang untuk menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Seseorang bisa mengalami stres dari 4 sumber dasar ini antara lain (Davis, et al., 2008) :

  • Lingkungan yang memborbardir seseorang dengan tuntutan untuk menyesuaikan diri, seperti kemacetan lalu lintas, kebisingan, polusi udara, termasuk situasi pandemi saat ini yang mana orang dituntut untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan baru.
  • Tekanan atau tuntutan dari sosial seperti tuntutan waktu dan perhatian, prioritas yang bersaing, konflik antar pribadi, masalah keuangan, dan lain sebagainya.
  • Perubahan kondisi fisik termasuk di dalamnya masalah kesehatan seperti menapouse pada perempuan paruh baya, pertumbuhan fisik yang pesat di masa remaja, penyakit, cedera, penuaan dan segala hal yang membebani tubuh.
  • Pikiran yang membuat seseorang menafisrkan dan memaknai pengalaman yang dialami sebagai sesuatu yang bermakna positif atau negatif.  Pengalaman yang dimaknai negatif akan memicu kecemasan dan stres.

Stres yang berkepanjangan dan sifatnya menetap dapat memperlemah sistem imun tubuh  yang mana sistem imun tubuh yang lemah dapat meningkatkan kerentanan terhadap penyakit, mulai dari penyakit ringan hingga penyakit kronis. Oleh karena, penting bagi kita untuk memahami sumber stres yang muncul dan meningkatkan kemampuan manajemen stres sehingga stres dapat teratasi dan tidak sampai membawa dampak negatif untuk tubuh kita.

Salah satu manajemen stres yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari secara mandiri adalah peduli diri sendiri atau yang dikenal dengan istilah “Self-Care”. Berikut adalah hal-hal penting dalam “Self-Care” yang dapat kita aplikasikan :

  1. Lakukan olah raga secara teratur.  Terlibat dalam aktivitas fisik atau olahraga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi risiko timbulnya kecemasan dan stres. Olah raga ini juga dapat menjadi salah satu strategi untuk menghilangkan stres dan meningkatkan suasana hati.
  2. Pola hidup yang sehat. Konsumsi buah-buahan, sayuran, dan makanan yang sehat serta tidur yang cukup (7-8 jam per hari) untuk memaksimalkan kesehatan fisik dan kemampuan kita dalam mengelola stres. Mind and body tidak dapat dipisahkan karena saling terkait satu dengan lainnya, di dalam tubuh yang sehat ada pikiran yang juga sehat serta begitu pula sebaliknya.
  3. Berlatih relaksasi. Lakukan relaksasi secara teratur terutama saat berada dalam periode stres. Meditasi adalah salah satu teknik relaksasi yang mudah untuk dilakukan secara mandiri.
  4. Ekspresikan dirimu. Apabila anda berada dalam kondisi stres, ekspresikan emosi yang anda rasakan melalui tulisan, karya seni, ataupun sharing dengan keluarga atau orang terdekat yang anda merasa nyaman untuk bercerita.
  5. Reframe. Perhatikan cara Anda menafsirkan dan memaknai suatu situasi atau pengalaman yang anda alami dengan cara atau pola berpikir yang lebih rasional dan positif. Pola pikir yang negatif dan irasional dapat memicu stres yang lebih besar
Referensi
  • Davis, M., Eshelman, E.R., dan M’kay, M. (2008). The relaxation and stress reduction workbook. Canada: New Harbinger Publications, Inc.
  • Fulks, J. JB., Kelso, K., (2012). Wellness Literacy 2.0, chapter: stress management. USA: Kendall Hunt  

Ditulis oleh: Stefani Virlia, S.Psi., M.Psi., Psikolog
Sumber gambar: Background photo created by jcomp – www.freepik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed