Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) di Lamongan, Universitas Ciputra Turut Mendampingi

Sekolah Orang Tua Hebat, atau biasa disebut dengan SOTH, adalah sekolah pengasuhan yang digagas oleh Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur Jawa Timur. Sekolah ini merupakan terobosan untuk dapat meningkatkan kemampuan orangtua dalam mengasuh anak, terutama anak BALITA.

BALITA merupakan golden period masa pertumbuhan dan perkembangan anak. “Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga tentang pengasuhan dapat menjadi langkah strategis untuk memaksimalkan golden period dan mencetak generasi unggul,” ujar Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd.

Ada lima kecamatan di Lamongan yang berpartisipasi dalam SOTH, yaitu Sukodadi, Kembangbahu, Sarirejo, Kalitengah, dan kecamatan Lamongan. Dalam pelaksanaannya, BKKBN bekerjasama dengan Universitas Ciputra Surabaya untuk melakukan pendampingan. Diakomodir oleh Universitas Ciputra Center for Marriages and Families, ada total 15 dosen Fakultas Psikologi dan Kedokteran Universitas Ciputra yang menjadi pakar dalam SOTH.

SOTH memiliki 13 jadwal pertemuan. Setiap pertemuan masing-masing mengangkat topik:

  • Pertemuan 1: Perencanaan hidup berkeluarga dan harapan orang tua  terhadap masa depan anak
  • Pertemuan 2: Memahami konsep diri yang positif dan konsep pengasuhan
  • Pertemuan 3: Peran Orang tua dan keterlibatan ayah dalam pengasuhan
  • Pertemuan 4: Menjaga kesehatan anak usia dini
  • Pertemuan 5: Pemenuhan gizi anak usia dini
  • Pertemuan 6: Pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada anak usia dini
  • Pertemuan 7: Stimulasi perkembangan gerakan kasar dan gerakan halus
  • Pertemuan 8: Stimulasi perkembangan komunikasi aktif, komunikasi pasif dan kecerdasan
  • Pertemuan 9: Stimulasi perkembangan kemampuan menolong diri sendiri dan tingkah laku sosial
  • Pertemuan 10: Pengenalan kesehatan reproduksi pada anak usia dini
  • Pertemuan 11: Perlindungan Anak
  • Pertemuan 12: Menjaga Anak dari pengaruh media
  • Pertemuan 13: Pembentukan Karakter anak usia dini

Dari ketiga belas pertemuan, dosen-dosen dari Universitas Ciputra mendampingi 10 pertemuan, kedatangan dosen Universitas Ciputra sebagai pakar yang menjawab pertanyaan para kader disambut dengan baik, tiap sesi selalu banyak kader menyampaikan pertanyaan sesuai dengan materi yang telah disampaikan oleh pihak BKKBN .

Dalam pelaksanaannya SOTH akan dimulai dengan pengisian kuis pretest oleh peserta dan dilanjutkan dengan materi dan sesi diskusi. Setelah setiap sesi penyampaian materi, dosen Universitas Ciputra akan merangkum dan menjelaskan secara singkat mengenai materi pertemuan tersebut, di akhir sesi dosen-dosen Universitas Ciputra juga membuka sesi tanya jawab bagi orang tua. Contohnya adalah pada pertemuan tiga yaitu Peran Orang Tua dan Keterlibatan Ayah Dalam Pengasuhan yang di dampingi oleh dosen Universitas Ciputra, terjadi dialog yang aktif dimana peserta melayangkan pertanyaan yang sering menjadi isu dalam permasalahan pengasuhan. Salah satunya yaitu “Bagaimana agar ayah dan ibu bisa kompak dalam mengasuh anak?”, kata peserta tersebut. Menanggapi pertanyaan dosen Universitas Ciputra menjawab ”Antara ayah dan ibu perlu meluangkan waktu untuk membicarakan perkembangan dan pembagian peran secara rutin. Ayah dan Ibu perlu sama-sama memahami bahwa mereka tidak sedang berkompetisi memperebutkan siapa yang lebih baik namun harus memahami bahwa ayah dan ibu sebagai satu tim. Dengan demikian, relasi ayah dan ibu sebagai suami istri juga perlu dekat dan harmonis agar memudahkan komunikasi dan kesepakatan bersama dalam mengasuh anak”.

Peserta lain juga sempat bertanya mengenai kesulitan yang sering dihadapi ayah mengenai keterlibatannya dalam pengasuhan anak. “Karena pekerjaan, ayah biasanya sibuk atau harus bekerja diluar pulau dan jarang bertemu dengan anak. Jika seperti itu, apa yang dapat dilakukan agar ayah tetap dapat terlibat dalam pengasuhan?”, ujar peserta tersebut. Menanggapi pertanyaan dosen Universitas Ciputra menjawab “Ketika ayah tidak bisa hadir bersama anak, ayah dapat terlibat dalam pengasuhan dengan tetap melakukan komunikasi yang rutin dengan anak dan ibu. Ayah dapat menyisihkan waktu 1 jam di hari kerja atau akhir pekan untuk ngobrol dengan anak dan ibu. Karena waktu yang dimiliki tidak banyak, kualitas interaksi harus ditingkatkan. Pastikan ayah tidak terdistraksi dengan hal yang lain saat berinteraksi dengan anak dan ibu”.

Bukan hanya dalam sesi pertemuan tersebut saja saja, di pertemuan SOTH lain juga tidak pernah sepi. Para peserta terus aktif dalam belajar dengan menyampaikan pertanyaan kepada dosen selaku pakar dalam bidangnya. Selain tentang isu dalam masalah pengasuhan sesi tanya jawab dalam SOTH juga membantu para orang tua untuk menjawab keresahan tentang perkembangan anak, seperti dalam pertemuan 7 yang bertema Stimulasi Perkembangan Gerakan Kasar dan Halus. Seorang ibu menyampaikan kekhawatiran tentang perkembangan motorik anaknya “Anak saya usia 1 tahun, masih belum bisa berdiri sendiri tanpa pegangan, apakah hal ini normal?”, ujar ibu tersebut. “Menurut penelitian sebagian besar anak dengan usia 1 tahun bisa berdiri sendiri, namun bukan berarti perkembangan anak ibu tidak normal beri waktu untuk lebih menstimulasi perkembangan motoriknya. Lain kasus jika tahap perkembangan sebelumnya juga terjadi kelainan atau keterlambatan seperti belum bisa merangkak, berdiri atau merambat baru perlu pemeriksaan lanjut ke dokter.”, jawab salah seorang dosen yang mengisi sesi tersebut.

Peserta atau disebut juga kader dalam pelaksanaan SOTH tidak hanya berfokus pada pembelajaran materi. Peserta memainkan games yang dibimbing oleh pihak BKKBN disela materi, seperti dalam salah satu pertemuan peserta diajak untuk aktif berpartisipasi dalam permainan gajah dan semut. Selain itu untuk menjaga semangat peserta juga diajak melakukan tepuk yel-yel.

Tiap acara SOTH berakhir tiap-tiap orang tua yang menjadi peserta akan kembali diuji dengan post test untuk melihat peningkatan pengetahuan. Hal ini dilakukan dengan harapan setelah pelaksanaan SOTH berakhir, peserta menyerap ilmu yang didapat dengan sepenuhnya. Dengan pembelajaran yang optimal, peserta mampu meningkatkan kesadaran dalam tahap perkembangan anak dan kebutuhannya, agar anak dapat tumbuh menjadi individu yang siap dan mandiri dalam menghadapi tantangan dimasa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed