Mau Support Suami Terlibat dalam Pengasuhan Anak? Stop 3 hal ini!

Banyak penelitian menemukan bahwa keterlibatan ayah dalam pengasuhan membawa manfaat yang besar bagi perkembangan anak, maupun bagi relasi dengan pasangan. Akan tetapi, dalam kenyataannya banyak ibu mengeluhkan pasangannya tidak terlibat dalam pengasuhan dan tidak peduli pada kehidupan anak. Ibu-ibu merasa kelelahan dan mengeluhkan dirinya melakukan pengasuhan sendiri.

Ingin supaya suami lebih terlibat dalam pengasuhan anak? Berikut adalah 3 hal yang harus dihindari para istri, supaya suami lebih terlibat dalam pengasuhan anak.

  1. Stop bertindak sebagai hero! Beri KEPERCAYAAN

Tanpa disadari para istri terkadang berpikir bahwa dirinya adalah ibu yang baik dan hebat, dan sudah berkorban banyak untuk anak. Terkadang juga tumbuh pemikiran bahwa dirinyalah lebih berjasa dalam kehidupan anak, ibaratnya menjadi hero dalam kehidupan anak. Tanpa disadari mereka tidak mempercayai suami dalam pengasuhan. Perasaan ingin menjadi hero juga terkadang membuat istri tidak melibatkan suami dalam kegiatan pengasuhan, tidak mengajak suami berunding dalam memutuskan hal-hal terkait anak, dan tidak meminta bantuan suami dalam pengasuhan. Kondisi ini semakin menghambat ayah terlibat dalam kehidupan anak. Karena itu para istri perlu belajar memberikan KEPERCAYAAN kepada suami untuk ikut berperan dalam mengambil keputusan maupun dalam melakukan hal-hal praktis terkait pengasuhan.

  • Stop mengambil alih! Beri KESEMPATAN

Tidak jarang istri menemui suami tidak terampil melakukan pengasuhan, misalnya agak tumpah-tumpah dalam menyuapi si kecil, kurang bersih dalam membersihkan lantai sehabis ketumpahan makanan anak, kurang tepat dalam cara menggendong bayi. Salah satu hal yang membuat suami semakin tidak terlibat dalam pengasuhan anak adalah sikap istri yang tidak sabar dan mengambil alih. Istri terkadang merasa suami kurang mampu melakukan sebaik yang ia lakukan, sehingga ia berpikir lebih baik dirinyalah yang mengerjakannya. Hal ini merampas kesempatan suami untuk berlatih dan berproses menjadi lebih baik dalam melakukan pengasuhan. Karena itu para istri perlu sekali belajar sabar memberikan KESEMPATAN bagi suami untuk berlatih dan menjadi lebih terbiasa.

  • Stop mengkritik suami! Beri APRESIASI

Terlibat dalam mengasuh anak, misalnya mengganti popok bayi, menggendong bayi, memandikan anak, bukanlah hal yang mudah bagi para ayah, lebih-lebih apabila hal-hal tersebut baru saja dilakukannya. Dengan demikian melakukan hal-hal tersebut membutuhkan usaha dan energi besar dari suami. Kritikan istri seperti “gitu aja tidak bisa” atau “kamu itu kog salah-salah terus” ketika suami tidak sempurna dalam melakukan suatu hal terkait pengasuhan anak terasa sangat menyakitkan dan mematikan semangat suami  untuk terlibat dalam pengasuhan. Karena itu para istri perlu sekali belajar memberikan APRESIASI atas upaya yang telah dilakukan suami dalam pengasuhan, sekecil apapun itu.

Stop bertindak sebagai hero, mengambil alih, dan mengkritik suami.

Mari berikan KEPERCAYAAN, KESEMPATAN, DAN APRESIASI pada suami untuk ikut terlibat dalam pengasuhan anak !!!

Sumber:

Allen, S. & Daly K.  (2007). The effects of father involvement: an updated research summary of the evidence. Guelph: Centre for Families, Work & Well-being, University of Guelph.

Cordova, J. (2009). The Marriage checkup: A scientific program for sustaining and strengthening marital health. Plymouth, UK: Jason Aronson.

Penulis:

Prof. Dra. Jenny Lukito Setiawan, M.A., Ph.D., Psikolog (Guru Besar Psikologi Konseling, dengan bidang minat utama Psikologi Pernikahan dan Keluarga)

Jika anda butuh informasi lebih lanjut, silahkan hubungi kami, Universitas Ciputra Center for Marriages and Families (UCMFC) melalui ucmfc@aditama

Sumber gambar: https://unsplash.com/photos/Nj0mCM6nikI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed