Kapan Saatnya Mencari Bantuan Psikologis dari Ahli?

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, adanya stigma mendatangi ahli kesehatan mental cenderung menjadi alasan untuk tidak menapakkan kaki di ruang konseling. Namun untungnya bagi kaum milenial dan generasi setelahnya mulai menyadari pentingnya kesehatan mental dan menormalisasi terapi. Namun, sebenarnya bagaimana cara menentukan kapan kita membutuhkan bantuan profesional? 

Sumber gambar: pexels.com/cottonbro

Psikiater David Sack menyatakan bahwa sebagian besar bisa mendapatkan manfaat dari terapi di beberapa titik kehidupan mereka. Melakukan terapi tidak menjadikan seseorang ‘gila’, namun justru menjadikannya pribadi yang sadar dan bertanggung jawab terhadap kondisi kesehatan mental diri sendiri. Untuk melakukan terapi pun tidak harus menunggu sampai kondisi psikis sudah parah, bahkan disarankan sebaiknya mencari bantuan profesional apabila merasa kondisi mental sudah mulai menghambat produktivitas sehari-hari. Umumnya seseorang membutuhkan terapi psikologis apabila mengalami peristiwa-peristiwa besar dalam hidup, misalnya kehilangan seseorang atau sesuatu yang penting bagi mereka. Ini berarti mereka membutuhkan bantuan untuk situasi seperti berduka, mengakhiri hubungan dengan pasangan, hingga kehilangan pekerjaan. Selain itu, adanya riwayat pernah mengalami pelecehan, penelantaran dan peristiwa traumatis seperti menjadi korban tindak kriminal/kecelakaan, korban kekerasan rumah tangga dan pasien penyakit kritis juga membutuhkan dukungan dari ahli psikologis.

Namun terapi tidak dikhususkan hanya untuk kasus-kasus tertentu saja. Terdapat beberapa gejala yang jika dialami secara konstan selama lebih dari 2 minggu mengindikasikan seseorang membutuhkan bantuan psikologis:

  • Merasa sedih, marah, kehilangan harapan dan/atau seperti bukan diri sendiri
  • Peningkatan frekuensi konsumsi alkohol, obat-obatan, makanan, dan/atau seks
  • Kurang tidur atau tidur terlalu sering
  • Nafsu makan yang tinggi atau kehilangan nafsu makan
  • Kenaikan atau penurunan berat badan drastis
  • Kehilangan minat, tidak menikmati hobi atau hal-hal yang sebelumnya disukai
  • Menarik diri dari lingkungan sosial
  • Memiliki pemikiran melukai diri

Apabila Anda memiliki beberapa gejala di atas, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat janji temu dengan psikolog/psikiater terdekat dan terpercaya. Anda mungkin merasa apa yang Anda rasakan tidak serius, atau justru merasa kewalahan jika harus menceritakan situasi Anda. Tidak perlu khawatir karena psikolog/psikiater akan membantu Anda memahami dan mengarungi bersama menuju kondisi mental yang lebih sejahtera. Keterbukaan dan kerjasama adalah bagian terpenting yang bisa dipersiapkan untuk kunjungan perdana ke ruang konseling.

Terapi bisa membantu untuk lebih memahami pola kebiasaan, mendapat insight baru terkait diri seseorang, dan membantu kemampuan untuk regulasi masalah yang dialami secara mandiri sehingga bisa kembali berkarya lebih produktif dan kembali lebih menikmati hidup.

Referensi
  • Sack, D. (2013). 5 Signs It’s Time to Seek Therapy. Psychology Today. Diakses dari https://www.psychologytoday.com/us/blog/where-science-meets-the-steps/201303/5-signs-its-time-seek-therapy

Ditulis oleh: Verawaty, Mahasiswa Psikologi Universitas Ciputra Surabaya
Sumber gambar: Insecure vector created by storyset – www.freepik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu