Faedah Menjadi Orang Tua Perdana di atas Usia 30 Tahun

Seiring dengan perkembangan jaman, terjadi perubahan prioritas dan gaya hidup. Apabila hingga beberapa dekade sebelumnya menikah dan memiliki anak di awal usia 20-an adalah hal yang lumrah, saat ini orang-orang menikah dan memiliki keturunan di usia mendekati 30 tahun bahkan di atasnya. Hal ini disebabkan angkatan milenial awal lebih berfokus pada mendedikasikan diri pada pekerjaan dan mengejar kenaikan karir, dimana fenomena ini dilatarbelakangi oleh beberapa motivasi, diantaranya bekerja untuk pemenuhan kebutuhan biaya hidup yang kian meningkat maupun sebagai bentuk aktualisasi diri melalui pencapaian profesional.

Sumber gambar: pexels.com / Alex Green

Bagi perempuan, melahirkan di usia matang sering diasosiasikan dengan komplikasi pada ibu dan peningkatan resiko gangguan fisik maupun psikis pada anak. Namun, memiliki anak di usia matang bukan tanpa kelebihan. Beberapa manfaat yang mungkin didapat apabila orang tua (ibu) berusia lebih matang:

  1. Kemampuan berbahasa anak lebih maju. Dengan asumsi orang tua yang lebih lambat memiliki anak berkesempatan untuk melanjutkan pendidikan lebih tinggi, maka orang tua punya kosakata yang lebih luas untuk berinteraksi bersama anak sejak dini. Bahasa adalah komponen krusial untuk perkembangan kognitif anak.
  2. Anak lebih unggul secara keseluruhan dalam jangka panjang. Selain secara fisik lebih tinggi, anak juga lebih besar kemungkinannya menempuh pendidikan tinggi. Performa akademik anak lebih baik karena didikan orang tua yang lebih informed dan knowledgeable di usia matang.
  3. Anak mendapat lebih banyak perhatian orang tua. Berhubung orang tua dengan usia matang cenderung memiliki kondisi keuangan yang lebih stabil, mereka bisa lebih sabar dalam menghadapi anak karena tidak dipengaruhi tekanan seperti orang tua berusia matang. Orang tua usia matang juga bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersama anak.
  4. Anak menerima dukungan emosional. Kondisi ekonomi yang lebih stabil berarti berkurangnya satu hal yang menjadi sumber stres, sehingga orang tua tidak banyak tertekan dan lebih bisa mengakomodasi dukungan emosional untuk anak.
  5. Ibu yang melahirkan di usia matang diprediksi lebih panjang umur. Penelitian menunjukkan bahwa ibu yang terakhir kali melahirkan di usia 33 tahun dan di atasnya memiliki expectancy hingga usia 95 tahun. Ini mematahkan pernyataan, “Jangan terlalu tua punya anak, nanti tidak bisa melihat mereka tumbuh dewasa!”

Apabila Anda merasa ragu untuk memiliki anak karena faktor usia, Anda bisa mempertimbangkan poin-poin di atas sebagai penyeimbang dalam mengambil keputusan. Calon orang tua sebaiknya mengetahui bahwa resiko dan manfaat memiliki anak di usia matang tidak bersifat mutlak, bahkan mungkin anak anda tidak berbeda dengan anak-anak lainnya yang dilahirkan dari orang tua yang lebih muda. Jika Anda sudah menjadi orang tua perdana di usia matang, semoga anak-anak Anda tumbuh sehat dan kuat, ya!

Referensi:
  • Magnuson, K. (2007). Maternal education and children’s academic achievement during middle childhood. Developmental Psychology, 43(6), 1497.
  • Newman, S. (2014). Good News for “Older” Mothers: You May Live Longer. Psychology Today. Diakses dari https://www.psychologytoday.com/us/blog/singletons/201407/good-news-older-mothers-you-may-live-longer
  • Newman, S. (2016). 6 Benefits for Children of “Older Mothers”. Psychology Today. Diakses dari https://www.psychologytoday.com/us/blog/singletons/201606/6-benefits-children-older-mothers

Ditulis oleh: Verawaty, Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas CIputra Surabaya angkatan 2018
Sumber gambar: pexels.com / Alex Green

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed